Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Inti dari dasar kehidupan yg saling berkesinambungan,
Tanpa kita sadari alam semesta ini juga tidak bergerak secara runtut atau terstruktur dengan sendirinya. Bumi berada dalam zona yg layak huni berkat keberadaan kedua planet yg lebih dekat dengan mentari , yaitu merkurius & venus . keadaan kondusif di zona inilah yg menciptakan bumi kondusif dari hujan komet & meteor sebab planet jupiter yg memiliki gravitasi terkuat di tata surya sehingga menarik benda - benda langit asing yg melintas di zona luar kawasan layak huni. Di luar konsep dari semua itu tentunya tak lepas dari pengaruh keberadaan gravitasi sang mentari yg begitu kuat gravitasinya sehingga menjaga keseimbangan garis edaran ke 8 planet.
itulah yg di namakan sistem , & di bumi juga ada prosedur yg serupa namun berbeda dalam penyebutan & bentuk reill . hamparan pegunungan & laut tanpa kita sadari juga sangat berperan penting kehidupan seluruh makhluk hidup yg ada di bumi, tanpa adanya lautan dataran cuma akan jadi gurun pasur berbatu yg tandus layaknya mars, juga sebaliknya tanpa adanya daratan bumi hanyalah planet yg banjir seperti neptunus. Hujan adalah salah satu kunci emas yg sangat berpengaruh untuk kelangsungan hidup pepohoan yg ada di daratan, & rerumputan, buah - buahan, juga daun adalah sumber makanan utama bagi hewan herbivora yg menggantungkan hidupnya dengan keberadaan hutan rimba.
dari ketiga premis di atas kita dapat menarik kesimpulan bahwa segala sesuatu di alam semesta ini ada hukum sebab akibat atau causa. & mengatakan kunci untuk membedah semua fenomena itu adalah "POLA" , dalam 13 hukum alam versi barat ada yg namanya The Polarisemz ( polarisasi ) . dalam konsep pola alam semesta satu fenomena yg terjadi tidak absolut terjadi tanpa penyebab lain yg juga ikut berkntribusi / menyumbang peran dalam terjadinya sebuah momentum.
lalu kita tarik konsep yg kita sepakati ini dalam analogi ikan di dalam akuarium, kalau di dalam akuarium ada ikan - ikan akbar atau ikan predator sepeerti arwana, arapaima, dll & juga ada ikan - ikan kecil , udang - udang & siput air. pertanyaanya bagaimakah cara memberi makan semua ikan yg ada di dalam akuarium ?
sebab biasanya di alam liar semua hewan - hewan saling memakan satu sama lain diantaranya, ikan kecil di makan ikan besar, ikan akbar di makan ikan predator, & ikan predator buang pup yg kemudian jadi makanan bagi plangkton / kutu air / cacing cacing, lalu kemudian semua hewan itu yg jadi sumber makanan bagi ikan kecil, & begitu seterusnya sistem rantai makanan yg memiliki pola yg sama dengan pola bagaimana alam semesta bekerja. semua elmen penting saling terkait satu sama lain,
nah dalam hal ini kita sudah dapat meraba atau menebak bagaimana dunia perekonomian di dunia ini bekerja, pemilik modal harap memutarkan uangnya, lalu ada pedagang yg harap membuka cabang daganganya di negri tetangga, pedagang butuh keryawan untuk mengerjakan kegiatan uasahanya, & karyawan menolong pedagang untuk menjalankan unit bisnisnya lalu mendapatkan upah UMR dari hasil pekerjaanya.
dari analogi sederhana ini kita dapat menyimpulkan bahwa x -> y -> z -> x -> y -> z
( x membutuhkan y membutuhkan z , begitu seterusnya )
kita kembali lagi ke pertanyaan di awal, bagaimana caranya memberi makan ikan di dalam sebuah akuarium yg memiliki banyak sekali tipe ikan & biota air . ya sudah jelas dengan memberi makan mereka satu persatu, lalu kemudian bagaimana kalau suatu hari tidak ada makanan yg cukup untuk memberi makan semua ikan tersebut ?
Quote:
maka sekenario perdana :
jika kita memberi makan ikan sedang , maka ikan predator yg lapar akan memakan semua tipe biota air yg ada di dalam akuarium ,
sekenario kedua :
jika kita memberi makan biota air, udang udang & ikan kecil , maka kejadian perdana tetap akan terjadi
sekenario ketiga :
jika kita memberi makan ikan predator, maka ikan ikan sedang akan tetap dapat makan dari hasil pup ikan - ikan predator , & biota - biota air juga tetap dapat makan dari hasil pup semua ikan - ikan di akurium .
jika kita memberi makan ikan sedang , maka ikan predator yg lapar akan memakan semua tipe biota air yg ada di dalam akuarium ,
sekenario kedua :
jika kita memberi makan biota air, udang udang & ikan kecil , maka kejadian perdana tetap akan terjadi
sekenario ketiga :
jika kita memberi makan ikan predator, maka ikan ikan sedang akan tetap dapat makan dari hasil pup ikan - ikan predator , & biota - biota air juga tetap dapat makan dari hasil pup semua ikan - ikan di akurium .
sudah dapat di tebak ya bapak ibuk kemana arah argumen thread ini
di daerah yg saya rahasiakan namanya, ada kepada daerah yg memihak rakyat kecil & buruh. jadi ada seorang pengusaha yg mencemari lingkungan & di demo supaya unit usahanya di berhentikan. singkat cerita pengusaha itu sudah berhenti menjalankan bisnisnya & pindah ke daerah yg saya rahasiakan.
nah, di daerah itu si pengusaha tadi dengan uang modal yg begitu akbar dia membeli lahan , sawah , para penduduk yg ada di tempat itu dengan membawa begitu banyak, POLISI, PENGACARA, PREMAN supaya penduduk sekitar mau menjual tanahnya, tentu saja penduduk tidak mau menjualnya dengan alasan bahwa cuman lahan itu mata pencarian mereka. tetapi dengan cara mengawarkan harga yg tinggi & menyogok pengepul di sana & juga si pengusaha ini menawarkan mereka untuk bekerja di lahan yg sudah di jualnya, akhirnya dengan terpaksa para petani & pemilik lahan di sana dengan suka rela menjual tanahnya dengan berat hati & berbagai tekanan.
dalam kasus ini memang para petani & pemilik lahan tidak di rugikan karna mendapat uang yg ganti yg besar, tetapi mereka sudah kehilangan laham mereka & kebebesan mereka untuk menggarap tanah mereka sendiri. ini adalah contoh bagaimana pola alam semesta itu berlaku, kalau ada satu saja komponen yg di putus maka pola yg sama akan tetap terjadi meskipun tidak dalam ruang , letak , & tempat yg sama. maka dalam kausu ini , pepatah yg mengatakan "YANG KAYA MAKIN KAYA DAN YANG MISKIN MAKIN MISKIN' adalah benar adanya,
maka dari itu undang - undang yg sifatnya pro kepada kaum buruh , tidak akan pernah terjadi. sebab selama masih ada sistem mederenisasi tetap pemilik modal adalah bagian daripada sistem perekonomian yg tidak dapat di pisahkan sejalan dengan para pekerja.
pekerja sama seperti pemilik modal, mencari keuntungan dengan pekerjaan yg semudah - mudahnya, & pemilik modal pun sama seperti pekerja, mencari keuntungan setinggi - tingginya. jadi kalau semua perusahaan di tuntut untuk memberikan gaji 10 jt perbulan, ya tinggal di pikir , kira - kira si pemilik modal bakal bertahan dengan keuntungan yg sedikit atau cabut untuk beli saham di negra tetangga yg ngasih keuntungan lebih banyak. atau malah menarik semua uang investasi & di belikan lahan di pelosok desa dengan cara yg sama seperti yg sudah saya jelaskan di atas ?
apakah si pemilik modal bersalah dalam kasus ini ?
jelas tidak !
apakah si pemilik usaha bersalah dalam kausus ini ?
jelas tidak !
apakah si pekerja / kaum buruh bersalah dalam kasus ini?
jelas tidak !
semua sudah berjalan seperti itu , ada polanya, ada contohnya , & ada ilmunya .
pola tidak dapat di rubah, tetapi peran perseorangan dapat di atur untuk dapat berubah dari satu peran ke peran lain. ya tentunya tidak dengan diam & main tktok , ada ilmu yg harus di kuasai , ada buku yg harus di hkatamkan , ada pribadi yg harus di temukan & belajar darinya . semua dapat , semua sanggup & semua masuk akal untuk di capai & di syukuri .
saya istrinya gondok , dengan thread ini tolong debat saya untuk memberikan sudut pandang yg lain dari berbagai pihak .
Hari ini 17:28