hendladi
IndoForum Beginner D
- No. Urut
- 113568
- Sejak
- 15 Jan 2011
- Pesan
- 685
- Nilai reaksi
- 2
- Poin
- 18
SENTANI, KOMPAS.com — Bupati Jayapura, Papua, Habel Melkias Suwae, mengatakan, sejak pemberlakuan Otonomi Khusus Papua pada 2001 hingga sekarang, belum ada pengakuan keberhasilan dari masyarakat tentang program tersebut.
Tunjukkan kepada kami bahwa kegagalan Otsus di mana, dan berikan masukan, saran, strategi apa yang ditempuh dengan kebijakan ini.
-- Bupati Jayapura, Habel Melkias Suwae
"Selama ini hampir di semua kegiatan suara tentang kegagalan, ketidakberhasilan Otsus dikumandangkan, dan pemerintah selalu dianggap gagal dalam pelaksanaannya," kata Bupati Habel Melkias Suwae di Jayapura, Selasa (15/3/2011).
Bupati Habel Melkias mengakui, masih banyak masalah yang belum terselesaikan dengan keberadaan Otsus ini, tapi setidaknya sudah membantu meningkatkan kesejahteraan, baik berupa danang segar yang dikucurkan langsung ke kampung maupun bantuan-bantuan lainnya.
Menurut dia, rencana strategis akan membangun kampung dengan alokasi Rp 100 juta per kampung bagi seluruh kampung se-Papua, program pemberdayaan distrik dan kampung dengan alokasi Rp 100 juta per kampung kemudian dinaikkan sesuai tingkat kesulitan kampung khusus untuk Kabupaten Jayapura.
Ia mengatakan, bantuan untuk pendidikan, berupa beasiswa maupun alat transportasi baik untuk dunia pendidikan maupun bagi masyarakat umum, untuk pelayanan kesehatan gratis, dan peningkatan ekonomi masyarakat.
"Semua ini adalah danang yang bersumber dari Otsus, bukan dari mana-mana, tapi kita tidak bisa jujur mengakui itu padahal kita sedang menikmatnya," terangnya.
Dikatakan, masyarakat bahkan menggunakan truk Otsus untuk berdemo di Majelis Rakyat Papua dan ke Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Papua menolak Otsus.
Alangkah lebih bijaknya, ungkap dia, jika masyarakat bisa menunjukkan ketidakberhasilan Otsus itu disertai data lengkap, lalu memberikan solusi. "Tunjukkan kepada kami bahwa kegagalan Otsus di mana, dan berikan masukan, saran, strategi apa yang ditempuh dengan kebijakan ini," harapnya.