Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Hidup yg kejam akan menciptakan kematian lebih sedap untuk dirasakan, & perbuatan ini tidak banyak dilakukan oleh mereka yg susah! Ketika dibedah perbuatan bunuh diri banyak dilakukan oleh orang yg terpelajar, bahkan bergelimang harta.
Aneh! Lantas mengapa mereka bunuh diri? Bayangkan, Jimi Hendrix, Robbie William, Kurt Cobain, Chester Bennington, Kate Spade, Anthony Bourdain, Tomy Page, atau artis-artis papan atas Korea.
Bisa dibilang fenomena "suicide obsession" (kecenderungan harap bunuh diri) mulai menjalar khususnya di kota-kota besar, sebenarnya ada apa?
Alasan orang bunuh diri tentu bermacam-macam, mereka yg sudah terkenal saja nekat mengakhiri hidup dengan bunuh diri tentu ini memberikan bukti, tenar & terkenal bahkan kekayaan berlimpah tidak menciptakan orang hidup dengan nyaman. Malah sebaliknya kalau tidak dapat memanage kehidupannya akan berakhir dengan tragis.
Yang menarik kecenderungan bunuh diri banyak dilakukan oleh anak-anak diusia muda, dimana langkahnya masih panjang, cita-cita & masa depan masih terbuka lebar.
Faktor hopeless (tak punya harapan), rasa sedih yg mendalam & ekstreem, merasa terisolasi bahkan gangguan tidur juga dapat memunculkan depresi maka hal itu semua memberikan ide yg singkat yaitu bunuh diri.
Tapi yg jadi menarik ketika ada seseorang yg mengerjakan tindakan bunuh diri di doa'kan masuk surga, padahal dari keyakinan yg di percaya oleh masyarakat Indonesia bunuh diri perbuatan hina yg konsekuensinya neraka atau bila ia reinkarnasi akan ada kecenderungan untuk mengerjakan hal yg sama, bahkan terjebak jiwanya dibdalam kegelapan karena hatinya diliputi putus asa & kebencian.
Jadi agak bingung dengan apa yg di do'akan oleh manusia yg masih hidup, apakah kepercayaan yg ia anut tidak dipelajari secara baik? Kalau ia percaya dengan adanya hari pembalasan, kegelapan, reinkarnasi yg buruk tentu di dunia akan menghindari hal-hal yg kurang baik apalagi tindakan bunuh diri.
Berarti ada kegagalan dalam edukasi sebuah kepercayaan yg ia anut, entah karena para gurunya yg mengajarkan ilmu itu tidak ikhlas mengharap bayaran? Bukan rahasia lagi kalau saat ini sumber ilmu jadi sumber rezeki. Karena dari kecil kita sudah diajari bisnis & materialistis, inget apa yg diajarkan orang tua pada zaman sekarang ini!
Memberikan reward pada si Kecil atas setiap capaiannya, memberikan hadiah untuk menunjukkan kasih sayang, menghukum anak dengan menyita barang mereka, terlebih lingkungan akan menciptakan anak-anak calon guru, calon presiden, calon tentara & calon-calon lainnya jadi punya pemahaman bahwa sukses diukur oleh kualitas & jumlah barang yg mereka miliki, bahkan lingkungan juga menciptakan bila mereka memiliki produk tertentu maka mereka akan memiliki lebih banyak teman.
Disinilah kita terjebak dalam dunia kalabendu, dunia fana, dunia yg semu. Hanya orang yg berfikir sehat saja yg dapat melihat "semua tak ada yg abadi" ketika itu terpatri dalam diri maka predikat sukses yg sesungguhnya akan berubah, dimana derajat mereka dapat disejajarkan dengan para wali karena sumber dari masalah itu adalah ajaran Budi yg sudah hilang.
Terima kasih yg sudah membaca thread ini hingga akhir, bila ada kritik silahkan dihinggakan & semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat & merdeka. See u next thread.
"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2021
referensi : klik, klik
Pic : google