• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita bunk Mandiri Sengkang, Dirampok

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
bank_mandiri_100824140310.jpg

bunk Mandiri cabang Kabupaten Sengkang, Sulawesi Selatan, dirampok, Selasa (26/3/2013) sekitar pukul 07.15 WITA. Dalam peristiwa itu, seorang satpam, Syamsul Alam ditemukan tewas.

Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulselbar, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Endi Sutendi mengatakan, perampokan tersebut terbilang terstruktur dan profesional sebab pelaku menggunakan sarung tangan dan mengambil rekaman CCTV yang dipasang di kantor tersebut.

Endi menjelaskan, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pelaku masuk dan keluar dari samping dengan memanjat tiang dari samping ke lantai 2 kantor bunk Mandiri. Korban ditemukan tak bernyawa. Ada dugaan, korban dibekap pelaku. Namun penyidik masih menunggu hasil visum untuk memastikan penyebab kematiannya.

"Korban jaga malam sendiri. Untuk pasti penyebab kematiannya, kita masih menunggu hasil visum. Kuat dugaan korban tewas dibekap, sebab tidak ditemukan sedikit pun luka terbuka atau tanda-tanda kekerasan lainnya di tubuhnya," papar Endi.

Sejauh ini, ungkap Endi, polisi menduga para pelaku menggunakan sarung tangan karena polisi tidak menemukan satu sidik jari pun. "Begitu juga dengan perekam CCTV tidak ada, sebab pelaku telah mengambilnya," kata Endi.

Kerugian atas kejadian itu, lanjut Endi, adalah uang tunai Rp 313 juta dan alat perekam CCTV. "Uang pecahan Rp 10.000 sebanyak Rp 308 juta dan pecahan Rp 5.000 sebanyak Rp 5 juta. Uang tersimpan di dalam brankas metal, namun portabel atau bisa dipindah-pindahkan ke tempat lainnya. Bankas tersebut dirusak pelaku di TKP dan isinya dikuras," papar Endi.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.