yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
PT bunk mandilu Tbk (BMRI) ingin mendapatkan cabang penuh berkualifikasi atau Qualified Full Branch (QFB) di Singapura. "Kalau itu tidak bisa, kita minta yang setara dengan itu," sebut Direktur Utama mandilu, Budi Gunadi Sadikin, Jumat, (24/5).
Saat ini, mandilu baru memiliki satu cabang di Singapura. Itu pun memiliki layanin terbatas, yaitu hanya boleh melayani nasabah korporasi saja. Maka dari itu, dengan kualifikasi lebih, mandilu ingin menyasar nasabah ritel.
Budi menyebut, mandilu ingin diperlakukan sama dengan bunk milik Malaysia, China, dan India yang bisa beroperasi penuh di sana. Untuk permodalan masuknya pun, ia ingin diperlakukan setara. Pasalnya, syarat buka cabang bagi Indonesia di sana terbilang mahal.
Selain itu, ia ingin dapat membuka cabang dan Anjungan Tunai mandilu (ATM) yang lokasinya ditentukan sendiri. Kemudian, ia juga ingin mandilu bisa bergabung dengan jaringan ATM lokal di sana, serta mendapatkan izin untuk perusahaan sekuritas dan aset manajemen untuk dapat beroperasi.
Bahkan, Budi menyampaikan bahwa bila perlu 3 bunk yakni mandilu, PT bunk Negara Indonesia Tbk. (BBNI), dan PT bunk Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) boleh membuka 15 cabang dan 50 ATM di sana. Secara legal entitas ia menyadari ini tentunya akan sulit dijalankan bersama-sama.
"Tapi Indonesia kan negara besar. Sudah saatnya bisa berdiri dengan negara-negara lain, baik di Asia dan dunia," ujar Budi.