yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Dikutip dari laporan yang dirilis The SEC hari ini, Rabu 23 Oktober 2013, diduga ada tiga pejabat bunk BUMN yang terlibat kasus tersebut. Diebold melalui perwakilan perusahaannya di Indonesia menghabiskan sekitar US$147 ribu untuk memberikan fasilitas jalan-jalan dan hiburan kepada pejabat yang diduga dari ketiga bunk plat merah tersebut.
Gubernur bunk Indonesia (BI), Agus Martowardojo, di Gedung DPR, Rabu 23 Oktober 2013 mengaku pihaknya belum menerima keterangan resmi mengenai hal tersebut.
"Makanya kalau ada pengadaan ATM, ada kasus suap, dikasih tahu dulu bunk nya itu apa, terus transaksinya itu seperti apa," katanya kepada para wartawan.
Menurutnya, pihaknya siap untuk menindaklanjuti hal tersebut jika laporan tersebut telah didalami. "Nanti pasti bisa ketahuan, dan nanti kami dari bunk sentral juga bisa melakukan pengawasan, apa bisa dilakukan pemeriksaan," jelasnya.
Dalam dokumen Securities and Exchange Commission (SEC) di jelaskan, Diebold menjual ATM dan produknya kepada bunk BUMN di Indonesia. Dari tahun 2005 sampai 2010, melalui anak usahanya Diebold Indonesia, Diebold memberikan fasilitas perjalanan dan hiburan untuk pejabat dari bunk BUMN.
SEC juga melaporkan, dalam periode 2005 sampai 2010 Diebold berhasil meraup pendapatan hingga US$16 juta di Indonesia dalam penjualan mesin ATM ke bunk BUMN.