• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Bule Lepas Celana di Gunung Agung & Ngajak Ribut Pecalang

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Bule Lepas Celana di Gunung Agung & Ngajak Ribut Pecalang


bule lepas celana​



Kelakuan wisatawan asing alias Bule di Bali makin sembarangan & tak mau ikut aturan. Baru-baru ini viral di media sosial bule ngamuk ke Pecalang Bali (polisi adat). Ada juga bule lepas celana di puncak Gunung Agung Bali.

Peristiwa bule ngamuk & nyaris memukul pecalang Bali terjadi di Jalan Labuan Sait, Pecatu, Kuta Selatan, Badung. Seorang bule pria yg mengendarai motor bersama pacarnya tidak terima diberhentikan oleh Pecalang.

Saat itu sedang ada prosesi upacara Melasti di pantai tersebut. Sehingga para pengendara motor diminta berhenti sebentar untuk memberi kesempatan warga membawa sesajen menuju pantai untuk upacara Melasti.

Bule tidak mau berhenti & ngotot terus melajukan motor. Ia berteriak dengan nada tinggi kepada pecalang. Sang pacar berusaha menenangkannya. Namun ia terus berdebat & bahkan mengajak due Pecalang.

Beruntung Pecalang itu tak tersulit emosi & tetap tenang. Pecalang & warga setempat berusaha memeluk bule & menjauhkan dari pecalang. Sehingga tidak terjadi keributan.


Bule Lepas Celana di Gunung Agung & Ngajak Ribut Pecalang



Bule gila​


Kepala Desa Adat Pecatu Made Sumerta, menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (19/3/2023) sekitar pukul 16.00 WITA. Ia menegaskan peristiwa ini terjadi akibat adanya miss komunikasi.

Saat itu kondisi jalan macet karena konvoi Melasti. Pecalang meminta semua pengendara untuk memelankan laju kendaraan karena ada banyak warga yg lalu lalang hendak upacara Melasti.

"Bukannya mereka tidak mendapat izin. Hanya saja ada miskomunikasi. Dia harap terburu-buru pergi melewati plang. Padahal kami menghentikan semua orang, bukan cuma bule aja," mengatakan Summerta.

Namun Sumerta menegaskan peristiwa ini sudah diselesaikan dengan baik. Sang bule juga sudah mengerti duduk perkara.

Video tersebut juga diunggah di akun Facebook Niluh Djelantik. Pernyataan tertulis atas kejadian tersebut sudah dilaporkan ke pihak Imigrasi Ngurah Rai & sedang dilakukan pencarian keberadaan WNA tersebut.

Bule Selfie Lepas Celana

WNA Bule Rusia melepas celananya di Gunung Agung & berselfie di pinggir puncak Gunung. Sang bule melepaskan semua celananya hingga setengah telanjang.

Aksi tak senonoh ini langsung menyulut emosi warga Bali. Apalagi Gunung Agung adalah salah satu Gunung yg dianggap suci.

I Wayan Widi Yasa, koordinator pendakian Gunung Agung Jalur Pasar Agung mengatakan, bule itu diduga datang bersama 7 orang teman lainnya. Rombongan bule Rusia itu datang tanpa mengpakai pemandu karena tidak terdaftar di data pendaki gunung.


Konten Sensitif
Buka
Bule Lepas Celana di Gunung Agung & Ngajak Ribut Pecalang



BUgil​


Rombongan wisatawan Rusia mengerjakan pendakian pada Sabtu (18/10) di Jalur Pengubengan.
Mereka diduga berkemah di puncak Gunung Agung & belum turun hingga Minggu (19/3/2023).

Saat itu pagi-pagi sekali (pendakian) tidak ada penjaga, jadi semua bule langsung naik gunung tanpa pemandu. Dan terjadilah peristiwa itu, jelas Widi Yasa, Senin (20/3/2023).

Menurutnya turis dari Rusia selama ini memang sudah diatur. Mereka mengaku tidak dapat berbahasa Inggris. Padahal banyak yg dapat berbahasa Inggris.

Widi Yasa sangat kecewa dengan tingkah bule Rusia, apalagi kalau dilakukan di puncak Gunung Agung yg sangat sakral itu. Menurutnya, sebagai pemandu Gunung Agung, ia & rekan-rekannya selama ini menjaga kesucian gunung tertinggi di Bali itu.

Sebenarnya kami merasa kecolongan dengan kejadian ini. Kami sangat berharap pelaku segera ditemukan sehingga dapat segera dideportasi dari Indonesia, pungkas Widi Yasa.


Sumber berita : KLIk
Hari ini 16:54
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.