• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Bule Hilang, Juru Kunci Merapi Ikut dalam Pencarian

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
QF3jW.jpg
Keberadaan wisawatan asal Rusia, Ebrehnin Yeveny (26), yang hilang di Gunung Merapi masih belum terlacak. Juru kunci gunung tersebut pun ikut dalam pencarian bersama tim SAR.

Mas Kliwon Surakso mengaku terpanggil untuk turut serta mencari bule tersebut. Pria yang biasa dipanggil Mas Asih itu ikut sru (kelompok) tim SAR DIY. "Ya merasa terpanggil. Sebenarnya, (mendaki) melalui jalur selatan ini tidak bisa setelah erupsi 2010 lalu," ujarnya saat akan berangkat melakukan pencarian, Selasa (13/8/2013).

Dia mejelaskan, Ebrehnin bukan pendaki dari luar negeri pertama yang tersesat di gunung aktif tersebut. Tahun-tahun sebelumnya juga pernah ada. "Ini sebagai pelajaran. Biasanya, turis asing itu kalau mempunyai keinginan harus dilakukan. Kalau dilarang malah semakin ingin tahu," tegasnya.

Berdasarkan pantauan, berbekal peralatan lengkap, seperti tali, baterai, dan makanan, Mas Asih bergabung dengan Sru Enam. Sru ini akan menyusur di atas pos dua Srimanganti yang biasa dijadikan labuhan Merapi, di ketinggian 2.025 mdpl.

Seperti diberitakan, Ebrehnin mendaki seorang diri pada Sabtu, 10 Agustus petang. Namun pada, Minggu malam dia meminta teman wanitanya orang Indonesia yang tinggal di Depok, Sleman, untuk datang ke Merapi karena merasa tersesat.

Tim SAR juga sempat berkomunikasi melalui pesan singkat hingga Senin dini hari. Saat itu, Ebrehnin mengaku berada di dekat batu dan tubuhnya tidak bisa digerakkan. Tapi tak lama berselang dia mengaku akan melanjutkan perjalanan menuju arah banyak lampu yang dilihatnya, karena menganggap sebagai kota

Pencarian sempat dihentikan pada petang kemarin, karena kondisi yang tidak memungkinkan, yakni berkabut dan gelap. Pencarian korbanpun turut melibatkan personel TNI. Hingga kini regu pencari belum nememukan jejak korban.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.