• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Bukan Saudara, Tapi Kebaikannya Lebih dari Saudara

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Bukan Saudara, Tapi Kebaikannya Lebih dari Saudara


Pernah mendapat pertolongan dari saudara atau keluarga? Saya rasa itu sudah biasa, ya? Tapi mendapat bantuan berkali-kali dari orang yg bukan siapa-siapa (dalam artian sekedar kenal. Bahkan awalnya dapat jadi tidak saling mengenal), inilah pahlawan versi saya.

Saya memanggil dia Uda Hendri. Pria berkulit sawo matang asli Minang. Dia adalah Tata Usaha di SMA saya. Saat saya masih bersekolah, tak terhitung pertolongan yg Uda berikan. Dari mengambilkan raport kenaikan kelas, mentraktir makan di kantin sekolah, membayar kekurangan acara perpisahan kelas ke Anyer, membelikan buku pelajaran, pokoknya sudah seperti kakak saya sendiri.

Saat saya sudah lulus SMA, saya lama tak berjumpa dengannya. Saat berjumpa lagi, dia sudah tidak bekerja di sekolahan. Tapi berjualan makanan di warung tenda. Saat saya sedang menganggur saya pun ikut diajaknya. Meski tidak dibayar dengan upah yg besar, namun saya sangat berterima kasih. Ibarat kata, sudah tidak berhubungan di sekolah saja masih baik sekali sama saya.

Bahkan saat saya tidak sanggup membayar kontrakan, saya tinggal di rumah dia beberapa bulan. Tak terhitung jasa Uda Hendri dalam hidup saya.

Ada satu kata-kata dia yg paling terngingang di telinga saya, "Berikan hak orang lain". Misal saat kita berhenti di lampu merah, kita harus memberikan hak pejalan kaki untuk menyeberang jalan. Atau saat kita berada di angkutan umum, bangku yg kita duduki dapat jadi ada yg lebih berhak seperti ibu-ibu hamil, lansia, anak-anak maupun penyandang disabilitas.

Karena nasihat dia inilah saya pun berhenti merokok. Karena saat kita merokok, kita mencemari udara yg dapat saja dihisap orang lain. Padahal setiap dari kita berhak untuk menghirup udara yg bersih. Oksigen yg murni & tidak tercemar oleh racun nikotin yg kita produksi. Hanya demi kesenangan pribadi (merokok) kenapa kita harus mengambil hak udara bersih orang lain? Saya pun mantap untuk berhenti merokok dari tahun 2009 hingga sekarang. Dengan saya berhenti merokok, secara tidak langsung Uda Hendri sudah menyelamatkan saya & orang lain di sekitar saya. Termasuk dia juga sih
emoticon-Big Grin


Spoiler for Uda Hendri:
Bukan Saudara, Tapi Kebaikannya Lebih dari Saudara

Foto Milik Pribadi​

Hari ini 16:27
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.