Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Sumber Link
Open BO merupakan kalimat dengan konotasi negatif ditelinga orang yg mendengar hal tersebut.
Wajar saja, kalimat yg memiliki kepanjangan dari open booking online ini sering dipakai untuk mencari pekerja asusila atau yg sering disingkat PSK ( pekerja seks komersial).
Dalam salah satu trit @masnukho yang ini , terdapat statemen bahwa PSK tidak dapat berhenti karena adanya kenikmatan yg dirasakan.
Secara pribadi, ane kurung setuju. Hal ini dapat ane bantah berdasarkan riset kecil yg ane lakukan.
Sebagai seorang perempuan, ane juga berpikir, kenapa dia mau bekerja seperti itu? Bukankah ada pekerjaan lain yg lebih terhormat? Apakah mereka cuma memiliki vagina untuk dijual?
Pertanyaan-pertanyaan itu terjawab dengan riset ane ini. Kenapa mereka tidak berhenti dari dunia seperti itu?
Quote:
1. Gaya Hidup
Sumber Link
Pribahasa yg berbunyi besar pasak dari pada tiang, mungkin sangat berlaku disini. Alih-alih harap memenuhi kehidupan, para PSK malah harap bergaya glamor. Wajar saja, dengan tampilan hedon bak seleb di banyak media sosial yg kita lihat sekarang. Seorang akan berusaha untuk mengikuti tren tersebut, bahkan terkesan memaksa. Bila sudah seperti itu, mengandalkan gaji dari satu lini pekerjaan saja dapat jadi tidak cukup jadi menciptakan banyak orang seperti tidak punya pilihan, padahal masih punya pilihan.
Alasan selanjutnya
Quote:
2. Terjebak Lingkaran Setan
Sumber Link
Berbicara tentang PSK, pasti sudah terdapat sistem atau jaringan. Mulai dari Mami atau yg lebih kita kenal Mucikari penyedia jasa perlendiran ini. Bapak-bapak pengaman & Om-Om pelanggan.
Dalam lingkungan ini, bila seseorang bertobat pasti akan dipersulit. Entah tawaran dari si om yg mencari ataupun PSK itu sendiri yg merasakan kekurangan pemasukan hingga kembali dalam lingkaran setan.
Menurut para wanita asusila. Pekerjaan mereka bukan lagi tentang kesenangan semata karena merekapun harus bekerja secara profesional demi menjaga pelanggan yg datang.
Layaknya pekerjaan jasa pada umumnya. Maka para PSK ini harus dapat memberikan performa terbaiknya untuk melayani para pelanggan & kita juga harus ingat bahwa orientasi & fantasi orang itu berbeda-beda.
Kalau pelanggannya normal sih, kondusif saja. Kalo fantasi pelanggannya aneh-aneh? Ya remuk juga
Yaaaaah.. Namanya kerja, meski cuma ngangkang doang sering terdapat berbagai resiko. Selain resiko terkena penyakit menular seperti raja singa, atau AIDS. Resiko dianiyaya pelanggan juga terbuka lebar, bahkan pernah terdapat berita pelanggan memesan jasa PSK untuk mencuri barang PSK tersebut.
Nah loh, bukan diajak indehoy lalu dikasih uang, malah seluruh barang milik PSK tersebut raib dijarah pelanggan.
Itulah sebabnya, menurut ane alasan orang memilih pekerjaan ini bukan cuma karena bahagia indehoy aja, tetapi memang sudah terjebak, susah untuk keluar dari dunia ini.
Oleh sebab itu, untuk yg masih bertahan mencari duit halal meski sedikit harus tetap disyukuri, & ane juga gak membela para PSK aja. Ane cuma berusaha untuk melihat dari segala sisi tentang mereka yg sering disalahpahami, kayak lagu Peterpan yg berjudul Kupu-Kupu Malam.
Ane harap Mengutip argumentasi seseorang,
Quote:
Apakah Cuma Vaginamu saja yg dapat kau jual?
Gimana menurut agan & sista?? Yuk diskusi di bawah. Sekian dari ane, bila ada salah ketik dalam trit ini atau malah ada yg tersinggung ane mohon maaf karena urusan selangkangan kembali ke masing-masing, ane cuma pengen mengeluarkan pendapat ane aja
Sumber Tulisan :Opini Pribadi
Sumber Gambar : Tertera