Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Hati ke Hati Menata Hati
Kemana saja selama ini? Menghilang atau lenyap ditelan bumi. Kiranya itu jadi banyak pertanyaan. Ada terbilang bukan tobat malah lanjut part dua. Nah loh kenapa begitu?
Ada kalanya seseorang terkadang tidak tau harus berbuat apa? Tidak sedang sedih juga bukan bahagia. Segalanya hambar, malas & tidak jelas.
Apapun dilakukan seakan semuanya salah, buntu & membelenggu cuma saja tidak dapat berhenti. Apa yg harus dilakukan?
"Saat hujan mengguyur menerpa, terkadang perlu menepi sejenak. Berteduh menikmati rintiknya. Walaupun dapat menerjangnya, terkadang setelah kehujanan juga dapat jadi sakit."
Demikian bukan berarti menghilang atau lenyap ditelan pergi, bukan pula bermaksud menyerah. Hanya saja perlu berhenti sejenak. Baru melanjutkan untuk part kedua, mengapa?
"Kamu pernah menerobos hujan supaya cepat hingga pada tujuan, memang anda berhasil mencapai tujuanmu.
Kendati setelahnya anda jatuh sakit.
Kiranya benar, menyukai hujan tak harus basah & kuyup, cukup berteduh ditepian, menikmati suara hujan & semua hal disekitar.
Maka anda sudah mensayangi hujan dengan caramu.
Hanya saja ini bukan tentang hujan, ini tentang gunung berkabut atau mungkin bukan tentang keduanya?"
Quote:
Baca Juga
Jeritan Hati Istri: Aku Tidak Mensayangi Suamiku
Pernikahan Wanita Tidak Setara! Bahagia atau Menderita dalam Diam?
Benarkah Istri yg Tak Pandai 'Meracik Bumbu' di Atas Ranjang Jadi Penyebab Suami Selingkuh?
Wanita Sebaiknya Bekerja atau Stay di Rumah?
Inikah Kebahagiaan Cowok saat Putus dengan Kekasihnya?
Bertengkar Kemudian Cari Solusi VS Diam Bikin Sakit Hati, Kamu Termasuk yg Mana?
"Bukan berhenti melainkan menari dibawah badai & guyuran air hujan untuk mencapai tujuan."
Tentu saja, ada kalanya kita juga perlu menari dibawah badai & guyuran air hujan supaya lebih cepat mencapai tujuan. Namun harus dipastikan segalanya sehat & kuat, mengapa? Tersebab kalau tidak pada akhirnya cuma sakit & masuk rumah sakit.
Demikian kehidupan memang paradoks adanya. Pada akhirnya manusia harus berani mengambil keputusan & siap menerima segala resikonya. Apakah berhenti ataukah lanjut lagi.
Kehidupan bagaimanapun juga seperti sebuah buku. Terkadang ada cuma hingga elipsis, namun suka tidak suka, mau tidak mau akan ada waktunya tutup buku.
Apapun itu, kitalah buku itu. Apakah buku yg sudah ditulis oleh Sang Maha Penulis Kehidupan atau juga buku yg kita menulisnya sendiri.
"Tersebab sayang itu saling mengasihi. Bila saling menyakiti ya pergi, paham?"
Apapun dilakukan dalam kehidupan ini, sudah semestinya disertai kasih. Tanpa kasih, apapun kebenarannya tiada guna, cuma akan menyisakan luka. Kasih adalah obat dari segala penyakit.
Memang karena sayang terkadang dapat menciptakan manusia jadi anjing & serigala. Sedangkan sayang dengan kasih, welas asih, asuh & asah. Melahirkan ketulusan & keikhlasan.
"Menyala lagi Abangku! Sukses adalah satu-satunya cara cerita gagalmu dibayar mahal."
Semangat lagi, berkarya lagi jalani hidup lebih baik & bahagia lagi. Gagal, bodoh, salah tidak mengapa, itu juga bagian dari proses kehidupan. Terus bangkit lakukan yg terbaik.
Apakah dilakukan di dunia ini, baik karir, asmara, berkarya & apapun itu. Ingatlah! Pilih, putuskan & jangan pernah menyesalinya. Bahagia itu dipilih, bukan pemberian.
Bagaimana sahabat IFers punya pendapat lain? Yuk diskusikan disini. Belajar bersama dapat & terimakasih.
Kemana saja selama ini? Menghilang atau lenyap ditelan bumi. Kiranya itu jadi banyak pertanyaan. Ada terbilang bukan tobat malah lanjut part dua. Nah loh kenapa begitu?
Ada kalanya seseorang terkadang tidak tau harus berbuat apa? Tidak sedang sedih juga bukan bahagia. Segalanya hambar, malas & tidak jelas.
Apapun dilakukan seakan semuanya salah, buntu & membelenggu cuma saja tidak dapat berhenti. Apa yg harus dilakukan?
"Saat hujan mengguyur menerpa, terkadang perlu menepi sejenak. Berteduh menikmati rintiknya. Walaupun dapat menerjangnya, terkadang setelah kehujanan juga dapat jadi sakit."
Demikian bukan berarti menghilang atau lenyap ditelan pergi, bukan pula bermaksud menyerah. Hanya saja perlu berhenti sejenak. Baru melanjutkan untuk part kedua, mengapa?
"Kamu pernah menerobos hujan supaya cepat hingga pada tujuan, memang anda berhasil mencapai tujuanmu.
Kendati setelahnya anda jatuh sakit.
Kiranya benar, menyukai hujan tak harus basah & kuyup, cukup berteduh ditepian, menikmati suara hujan & semua hal disekitar.
Maka anda sudah mensayangi hujan dengan caramu.
Hanya saja ini bukan tentang hujan, ini tentang gunung berkabut atau mungkin bukan tentang keduanya?"
Quote:
Baca Juga
Jeritan Hati Istri: Aku Tidak Mensayangi Suamiku
Pernikahan Wanita Tidak Setara! Bahagia atau Menderita dalam Diam?
Benarkah Istri yg Tak Pandai 'Meracik Bumbu' di Atas Ranjang Jadi Penyebab Suami Selingkuh?
Wanita Sebaiknya Bekerja atau Stay di Rumah?
Inikah Kebahagiaan Cowok saat Putus dengan Kekasihnya?
Bertengkar Kemudian Cari Solusi VS Diam Bikin Sakit Hati, Kamu Termasuk yg Mana?
Konten Sensitif
Buka
Buka
"Bukan berhenti melainkan menari dibawah badai & guyuran air hujan untuk mencapai tujuan."
Tentu saja, ada kalanya kita juga perlu menari dibawah badai & guyuran air hujan supaya lebih cepat mencapai tujuan. Namun harus dipastikan segalanya sehat & kuat, mengapa? Tersebab kalau tidak pada akhirnya cuma sakit & masuk rumah sakit.
Demikian kehidupan memang paradoks adanya. Pada akhirnya manusia harus berani mengambil keputusan & siap menerima segala resikonya. Apakah berhenti ataukah lanjut lagi.
Kehidupan bagaimanapun juga seperti sebuah buku. Terkadang ada cuma hingga elipsis, namun suka tidak suka, mau tidak mau akan ada waktunya tutup buku.
Apapun itu, kitalah buku itu. Apakah buku yg sudah ditulis oleh Sang Maha Penulis Kehidupan atau juga buku yg kita menulisnya sendiri.
"Tersebab sayang itu saling mengasihi. Bila saling menyakiti ya pergi, paham?"
Apapun dilakukan dalam kehidupan ini, sudah semestinya disertai kasih. Tanpa kasih, apapun kebenarannya tiada guna, cuma akan menyisakan luka. Kasih adalah obat dari segala penyakit.
Memang karena sayang terkadang dapat menciptakan manusia jadi anjing & serigala. Sedangkan sayang dengan kasih, welas asih, asuh & asah. Melahirkan ketulusan & keikhlasan.
"Menyala lagi Abangku! Sukses adalah satu-satunya cara cerita gagalmu dibayar mahal."
Semangat lagi, berkarya lagi jalani hidup lebih baik & bahagia lagi. Gagal, bodoh, salah tidak mengapa, itu juga bagian dari proses kehidupan. Terus bangkit lakukan yg terbaik.
Apakah dilakukan di dunia ini, baik karir, asmara, berkarya & apapun itu. Ingatlah! Pilih, putuskan & jangan pernah menyesalinya. Bahagia itu dipilih, bukan pemberian.
Bagaimana sahabat IFers punya pendapat lain? Yuk diskusikan disini. Belajar bersama dapat & terimakasih.