yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Setelah meresmikan Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Barat (Jabar) 2013, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mulai melakukan survei untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah (Jateng) 2013.
Berdasarkan hasil Pemilu 2009 di Jateng partai berkepala banteng tersebut memperoleh 23 persen suara, yang artinya dapat mencalonkan sendiri pasangan Cagub dan Cawagub Jateng. Empat nama dari PDIP hasil survei Cagub yang dilakukan Indonesia Politik Survey (IPS) yakni, Triyono Budi Sasongko, Tjahjo Kumolo, Budiman Sudjatmiko, dan Ganjar Pranowo. Sementara hasil Cawagub yang bakal mendampingi yakni, Rutriningsih dan Gubernur Bibit Waluyo.
Menurut Analis Politik dari Point Indonesia, Karel Susetyo, adanya nama Budiman Sudjatmiko dan Ganjar Pranowo merupakan nama yang pantas dalam kepemimpinan muda di PDIP. Terlebih dengan Budiman Sudjatmiko yang secara historis memiliki rekam jejak perjuangan bersama Megawati dalam melawan kekuasaan totaliter Orba pada 1996 lalu.
"PDIP tak perlu meragukan loyalitas Budiman terhadap Megawati. Karena dia bukanlah 'The Outsider' bagi PDIP. PDIP sepatutnya mempertimbangkan Budiman sebagai Kandidat Cagub terkuat," kata Karel, melalui keterangan yang diterima, Senin (12/11/12).
Karel menjelaskan, diusungnya Rieke-Teten dan munculnya nama Budiman serta Ganjar, merupakan efek dari kemenangan Jokowi di Pilkada DKI Jakarta. Kata dia, dengen kemenangan Jokowi PDIP berkeinganan meregenerasi kepemimpinan nasional, dengan pencetakan pemimpin lokal dan berintegritas.
"Ini sebuah terobosan positif dan faktanya negeri ini masih butuh hadirnya Jokowi di 33 Provinsi di Indonesia lagi untuk keluar dari situasi sekarang," tuturnya.
Melihat dari latar belakang pendidikannya, sambung Karel, Budiman telah menyelesaikan pendidikan Master Politiknya di Universitas London dan Master Hubungan Internasional di Universitas Cambridge, sehingga tak perlu diragukan, serta kuatnya basis dukungan Budiman di Jateng yang terkoordinir dengan baik.
"Karena sampai saat ini kegiatan turun ke masyarakat terutama daerah pemilihannya masih secara konsisten dilakukan oleh Budiman. Oleh karena itu, Budiman tidak hanya potensial menjadi "The next Jokowi" bagi Jateng, tetapi lebih dari itu, layak menjadi pemimpin nasional masa depan," pungkasnya.
Pada kesempatan yang terpisah, Budiman mengakui sangat terkejut dengan hasil survei tersebut. Hal ini disebabkan hingga saat ini dia tidak pernah mengambil formulir untuk maju di Pilgub Jateng. Namun begitu, Budiman siap jika partai memutuskan untuk maju.
"Sudah lama saya mewakafkan diri saya untuk rakyat. Melalui pengabdian di PDIP lah, saya memilih mewakafkan diri saya. Dan akan saya pastikan selama saya hidup di dunia ini," imbuhnya.
Lebih lanjut, Budiman menuturkan Jateng salah satu basis masa PDIP. Sehingga dari provinsi ini juga banyak bermunculan kader-kader terbaik, namun untuk maju sendiri atau berkoalisi dengan partai lainnya kita serahkan seluruhnya kepada DPP.