Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
SRI adalah teknik budidaya padi yg sanggup meningkatkan produktifitas padi dengan cara mengubah pengelolaan tanaman, tanah, air & unsur hara, terbukti sudah berhasil meningkatkan produktifitas padi sebesar 50% , bahkan di beberapa tempat mencapai lebih dari 100%. Metode ini perdana kali ditemukan secara tidak disengaja di Madagaskar antara tahun 1983 -84 oleh Fr. Henri de Laulanie, SJ, seorang Pastor Jesuit asal Prancis yg lebih dari 30 tahun hidup bersama petani-petani di sana. Oleh penemunya, metododologi ini selanjutnya dalam bahasa Prancis dinamakan Ie Systme de Riziculture Intensive disingkat SRI. Dalam bahasa Inggris populer dengan nama System of Rice Intensification disingkat SRI.
Hasil metode SRI sangat memuaskan. Di Madagaskar, pada beberapa tanah tak subur yg produksi normalnya 2 ton/ha, petani yg mengpakai SRI memperoleh hasil panen lebih dari 8 ton/ha, beberapa petani memperoleh 10 15 ton/ha, bahkan ada yg mencapai 20 ton/ha. Metode SRI minimal menghasilkan panen dua kali lipat dibandingkan metode yg biasa dipakai petani. Hanya saja diperlukan pikiran yg terbuka untuk menerima metode baru & kemauan untuk bereksperimen. Dalam SRI tanaman diperlakukan sebagai organisme hidup sebagaimana mestinya, bukan diperlakukan seperti mesin yg dapat dimanipulasi. Semua unsur potensi dalam tanaman padi dikembangkan dengan cara memberikan kondisi yg sesuai dengan pertumbuhannya.
2 . Prinsip-prinsip budidaya padi organik metode SRI
Tanaman bibit muda berusia kurang dari 12 hari setelah semai (hss) ketika bibit masih berdaun 2 helai;
Bibit ditanam satu pohon perlubang dengan jarak 30 x 30, 35 x 35 atau lebih jarang;
Pindah tanam harus sesegera mungkin (kurang dari 30 menit) & harus hati-hati supaya akar tidak putus & ditanam dangkal;
Pemberian air maksimal 2 cm (macak-macak) & periode tertentu dikeringkan hingga pecah (Irigasi berselang/terputus);
Penyiangan sejak awal sekitar 10 hari & diulang 2-3 kali dengan interval 10 hari;
Sedapat mungkin mengpakai pupuk organik (kompos atau pupuk hijau).
Keunggulan metode SRI
Tanaman ekonomis air, Selama pertumbuhan dari mulai tanam hingga panen memberikan air max 2 cm, paling baik macak-macak sekitar 5 mm & ada periode pengeringan hingga tanah retak (Irigasi terputus);
Hemat biaya, cuma butuh benih 5 kg/ha. Tidak memerlukan biaya pencabutan bibit, tidak memerlukan biaya pindah bibit, tenaga tanam kurang dll.;
Hemat waktu, ditanam bibit muda 5 12 hss, & waktu panen akan lebih awal;
Produksi meningkat, di beberapa tempat mencapai 11 ton/ha;
Ramah lingkungan, tidak menggunaan bahan kimia & digantikan dengan memperpakai pupuk organik (kompos, kandang & Mikro-oragisme Lokal), begitu juga penggunaan pestisida.
Sumber
Hari ini 14:31