Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Budidaya hewan unggas sering kita lihat, biasanya untuk di konsumsi & telurnya juga dapat dikonsumsi atau di tetaskan jadi anakan untuk dibudidayakan, hal ini sering kita lihat pada unggas ayam & bebek.
Namun kalau budidaya burung unta untuk apa ya?
Ada yg pernah tahu atau lihat langsung peternakan burung unta? Jujur TS sendiri cuma lihat burung unta ini di kebun binatang kalau peternakannya sendiri belum pernah lihat, paling peternakan yg agak unik pernah lihat peternakan ayam kalkun.
Mungkin gan sis ada yg pernah lihat secara langsung dapatlah di share hasil dari surveynya, karena sebenarnya budidaya burung unta memang cukup jarang, tetapi ada & manfaatnya yg ternyata cukup besar.
Burung Unta atau ostrich memang saat ini banyak juga diternakkan di Indonesia namun cuma mereka yg berkantong tebal saja yg sanggup, karena harga seekor burung unta dewasa cukup menguras kantong, satu ekor burung unta jantan/betina dewasa berada di harga Rp 50 juta. Waw! Seharga motor Ninja loh.
Untuk anakannya sendiri umur 1 bulan sekitar Rp 10 juta sedangkan umur 3 bulan sekitar Rp 16 juta. Dari harga yg ditawarkan jelas burung unta dibudidayakan oleh penghobi di Indonesia masih sebatas hewan hias, walau harga relatif dapat saja ketika banyak penangkaran maka akan semakin turun harganya.
Berbeda dengan di Eropa, burung ini dikembangbiakkan oleh petani untuk industri pangan & juga acessories, daging & telurnya biasa untuk konsumsi sedangkan untuk kulitnya dibuat berbagai tipe produk barang seperti tas, sepatu, pakaian & banyak macam lainnya. Karena salah satu spesies burung akbar purba yg tidak dapat terbang, maka tingkat keunikannya memang berbeda pada burung pada umumnya.
Awal masuknya burung Unta di Indonesia tahun 90an memang untuk diambil dagingnya untuk makanan hotel premium, namun semakin lama bergeser jadi hewan hias. Habitat alaminya ada di Afrika, bahkan menyebar juga di Australia, termasuk hewan pemakan segala macam baik tumbuhan maupun hewan kecil.
Jadi saat ini sudah banyak penangkaran burung Unta di Indonesia, khususnya untuk hewan hias. Kenapa harganya stabil? Umur produktif hewan ini yg jadi kendala yaitu 3 tahun, & juga bila ditetaskan karena cangkang telur yg tebal & memiliki ukuran yg cukup akbar hewan ini ditetaskan dapat mencapai 40 hari.
Kalau dialam liar burung ini cuma bertelur setahun sekali, karena induknya momong anak kalau di penangkaran telur ditetaskan oleh mesin. Maka periodik bertelur sama halnya dengan ayam kampung, tidak menunggu lama dapat bertelur kembali.
Nah cangkang telur yg kuat terkadang suka dibuat acessories seni, seperti hiasan lampu & sejenisnya. Bisa dibilang burung ini dibudiyakan karena hampir dari bagian tubuhnya dapat dimanfaatkan oleh manusia.
Kamu tertarik untuk budidaya hewan ini? Siapkan kocek yg dalam ya, serta tempat yg luas.
Terima kasih yg sudah membaca thread ini hingga akhir, bila ada kritik silahkan dihinggakan & semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat & merdeka. See u next thread.
"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2021
referensi : klik
Pic : google