Handyplast
IndoForum Beginner D
- No. Urut
- 10814
- Sejak
- 29 Jan 2007
- Pesan
- 608
- Nilai reaksi
- 219
- Poin
- 43
JAKARTA, KOMPAS- Gelar sebagai orang terkaya di Indonesia dipegang Budi Hartono (66 tahun), raja tembakau dari perusahaan rokok Djarum, Kudus, dengan kekayaan 4,2 miliar dollar AS.
Pengusaha rokok lainnya, Rachman Halim (60 tahun) dari Gudang Garam, Kediri, menempati posisi kedua dengan kekayaan senilai 3,5 miliar dollar AS.
Soedono Salim (92 tahun) yang namanya senantiasa dikaitkan dengan taipan terkaya pada era Orde Baru, hanya menempati peringkat keempat. Pemilik usaha Salim Group itu memiliki kekayaan 2,8 miliar dollar AS, di bawah Eka Tjipta (Sinar Mas) dengan kekayaan 3,1 miliar dollar AS yang berada di posisi ketiga.
Budi Hartono kini menguasai mayoritas saham bunk Central Asia (BCA) yang dibangun oleh Sudono Salim. Ia juga melebarkan sayapnya ke bisnis properti dengan membangun Grand Indonesia.
Putera Sampoerna yang telah melepas kepemilikannya pada perusahaan rokok PT HM Sampoerna kepada Philip Morris, dilaporkan memiliki kekayaan 2,2 miliar dollar AS, urutan kelima dalam daftar 150 orang terkaya Indonesia versi majalah Globe Asia.
Daftar 150 orang terkaya Indonesia itu, diumumkan Senin (30/7) di Jakarta, oleh Executive Chairman of Globe Asia, Rizal Ramli. Daftar 150 orang terkaya itu pula menjadi liputan utama edisi khusus Majalah Globe Asia kali ini.
Jika digabungkan, kekayaan tiga “raja tembakau” (Budi Hartono, Rachman Hali, dan Putera Sampoerna) tersebut mencapai 10 miliar dollar AS. Jumlah itu hampir 25 persen dari total 46,6 miliar dollar AS kekayaan yang dimiliki 150 orang terkaya Indonesia.
Walaupun perusahaan tembakau mendominasi, ada bukti-bukti bahwa elit bisnis di Indonesia kini sudah mulai berkembang pesat, baik secara domestik maupun secara global. “Setelah krisis, para pemain baru sudah mulai tampil dengan strategi yang dapat mengisi peluang bisnis di Indonesia maupun di tingkat global,” kata Rizal Ramli, mantan Menteri Keuangan dan mantan Menteri Koordinator Perekonomian.
Pengusaha seperti Teddy William Katuari, pemilik Wings Group, secara dominan menguasai pasar barang-barang konsumsi setelah Unilever. Katuari mempunyai kekayaan 1,1 miliar dollar (peringkat 7), memproduksi deterjen dan produk personal untuk 220 juta orang Indonesia. Salah satu produknya, Mie Sedap, kini sedang merebak di pasar berdampingan dengan Indo Mie produksi Indofood.
Tokoh pengusaha lain yang masuk dalam daftar orang terkaya, antara lain Harry Tanoesoedibjo yang menguasai Global Mediacom di bidang media. Kekayaannya diperkirakan mencapai 820 juta dollar AS.
Pengusaha rokok lainnya, Rachman Halim (60 tahun) dari Gudang Garam, Kediri, menempati posisi kedua dengan kekayaan senilai 3,5 miliar dollar AS.
Soedono Salim (92 tahun) yang namanya senantiasa dikaitkan dengan taipan terkaya pada era Orde Baru, hanya menempati peringkat keempat. Pemilik usaha Salim Group itu memiliki kekayaan 2,8 miliar dollar AS, di bawah Eka Tjipta (Sinar Mas) dengan kekayaan 3,1 miliar dollar AS yang berada di posisi ketiga.
Budi Hartono kini menguasai mayoritas saham bunk Central Asia (BCA) yang dibangun oleh Sudono Salim. Ia juga melebarkan sayapnya ke bisnis properti dengan membangun Grand Indonesia.
Putera Sampoerna yang telah melepas kepemilikannya pada perusahaan rokok PT HM Sampoerna kepada Philip Morris, dilaporkan memiliki kekayaan 2,2 miliar dollar AS, urutan kelima dalam daftar 150 orang terkaya Indonesia versi majalah Globe Asia.
Daftar 150 orang terkaya Indonesia itu, diumumkan Senin (30/7) di Jakarta, oleh Executive Chairman of Globe Asia, Rizal Ramli. Daftar 150 orang terkaya itu pula menjadi liputan utama edisi khusus Majalah Globe Asia kali ini.
Jika digabungkan, kekayaan tiga “raja tembakau” (Budi Hartono, Rachman Hali, dan Putera Sampoerna) tersebut mencapai 10 miliar dollar AS. Jumlah itu hampir 25 persen dari total 46,6 miliar dollar AS kekayaan yang dimiliki 150 orang terkaya Indonesia.
Walaupun perusahaan tembakau mendominasi, ada bukti-bukti bahwa elit bisnis di Indonesia kini sudah mulai berkembang pesat, baik secara domestik maupun secara global. “Setelah krisis, para pemain baru sudah mulai tampil dengan strategi yang dapat mengisi peluang bisnis di Indonesia maupun di tingkat global,” kata Rizal Ramli, mantan Menteri Keuangan dan mantan Menteri Koordinator Perekonomian.
Pengusaha seperti Teddy William Katuari, pemilik Wings Group, secara dominan menguasai pasar barang-barang konsumsi setelah Unilever. Katuari mempunyai kekayaan 1,1 miliar dollar (peringkat 7), memproduksi deterjen dan produk personal untuk 220 juta orang Indonesia. Salah satu produknya, Mie Sedap, kini sedang merebak di pasar berdampingan dengan Indo Mie produksi Indofood.
Tokoh pengusaha lain yang masuk dalam daftar orang terkaya, antara lain Harry Tanoesoedibjo yang menguasai Global Mediacom di bidang media. Kekayaannya diperkirakan mencapai 820 juta dollar AS.
ntar g dapet warisan loh....

