yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (SESPIMTI) mengadakan seminar sebagai tahap akhir pendidikan materi perkuliahan yang dilakukan selama tujuh bulan.
Kepala Sespim Polri Inspektur Jenderal (Pol) Sadar Sebayang mengatakan, ada program "revolusi mental" dalam salah satu kurikulum pendidikan para siswa.
"Tema seminar Sespimti Polri ini, melayani dengan revolusi mental. Dalam kurikulum, adanya program revolusi mental dan konsep Nawacita," kata Sadar di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta, Selasa (27/10/2015).
Menurut Sadar, perlu adanya perubahan di institusi Polri sebagai pejabat publik yang mengayomi masyarakat.
Ia berharap, dengan adanya program tersebut akan terbentuk pimpinan Polri yang mengabdi kepada masyarakat dan negara berlandaskan konsep revolusi mental.
"Diharapkan adanya pemetaan kondisi terkini dengan adanya reformasi Polri," ujar Sadar.
Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Budi Gunawan yang membuka acara seminar tersebut berharap, revolusi mental yang diterapkan pada siswa Sespimti Polri dapat membentuk mereka menjadi pimpinan Polri yang profesional.
"Tentu jangan disalahartikan revolusi mental sebagai arti Polri yang sebelumnya mengalami sakit mental. Kata revolusi mental itu untuk ke arah yang lebih baik," kata Budi.
Tak hanya kepada diri sendiri, kata Budi, diharapkan revolusi mental tersebut juga harus ditularkan kepada rekan kerjanya.
Ia mengatakan, seluruh instansi pemerintah, termasuk Polri, mulai dari pusat hingga daerah harus menjadikan diri sebagai organisasi pelayanan publik yang prima.
"Untuk bisa melaksanakan ini semua, maka Polri harus direvolusi. Harus mampu melayani masyarakat dengan baik," kata dia.
Dalam acara ini, turut hadir Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Poernama, dan sejumlah organisasi masyarakat dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Kepala Sespim Polri Inspektur Jenderal (Pol) Sadar Sebayang mengatakan, ada program "revolusi mental" dalam salah satu kurikulum pendidikan para siswa.
"Tema seminar Sespimti Polri ini, melayani dengan revolusi mental. Dalam kurikulum, adanya program revolusi mental dan konsep Nawacita," kata Sadar di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta, Selasa (27/10/2015).
Menurut Sadar, perlu adanya perubahan di institusi Polri sebagai pejabat publik yang mengayomi masyarakat.
Ia berharap, dengan adanya program tersebut akan terbentuk pimpinan Polri yang mengabdi kepada masyarakat dan negara berlandaskan konsep revolusi mental.
"Diharapkan adanya pemetaan kondisi terkini dengan adanya reformasi Polri," ujar Sadar.
Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Budi Gunawan yang membuka acara seminar tersebut berharap, revolusi mental yang diterapkan pada siswa Sespimti Polri dapat membentuk mereka menjadi pimpinan Polri yang profesional.
"Tentu jangan disalahartikan revolusi mental sebagai arti Polri yang sebelumnya mengalami sakit mental. Kata revolusi mental itu untuk ke arah yang lebih baik," kata Budi.
Tak hanya kepada diri sendiri, kata Budi, diharapkan revolusi mental tersebut juga harus ditularkan kepada rekan kerjanya.
Ia mengatakan, seluruh instansi pemerintah, termasuk Polri, mulai dari pusat hingga daerah harus menjadikan diri sebagai organisasi pelayanan publik yang prima.
"Untuk bisa melaksanakan ini semua, maka Polri harus direvolusi. Harus mampu melayani masyarakat dengan baik," kata dia.
Dalam acara ini, turut hadir Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Poernama, dan sejumlah organisasi masyarakat dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
