Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Namanya perbudakan sejak dahulu kala jadi hal yg memiliki kesan tidak berperikemanusiaan, apapun itu gerakannya sering ada yg harus di korbankan sebagai korban perbudakan, siapa juga yg mau?!
Berbicara perbudakan, antara bucin aka budak sayang & budak harta juga tak lepas dari hal yg namanya 'rela berkorban' karena atas dasar sama-sama suka atau karena salah satunya harus menjalaninya dalam ketidak berdayaannya? Dan tidak benar-benar tahu apa yg sudah dilakukan, ini yg terjadi banyak bucin-bucin akhirnya bertebaran saat ini.
Antara budak sayang & budak harta, persamaan mendasarnya tetap sama; Sama-sama di perbudak, tetapi budak harta menurut saya memiliki nafas yg 'lebih panjang'. Kita tahu ketika seorang pasangan yg sudah berkorban berdarah-darah jadi budak sayang tetiba harus menelan pil pahit manakala hubungannya putus di jalan.
Tapi budak harta, meski ber-orentiasi bisnis, bahkan hingga harus jatuh bangun, tetapi karena kesayangannya kepada bisnis biasanya akan tetap dipertahankan, demi berlangsungnya usaha untuk memiliki satu tujuan akhir sukses & memiliki harta.
Ketika orang sudah diperbudak oleh harta, semua akan ada hitungannya tetapi masih rasional daripada diperbudak oleh sayang. Diperbudak harta, semua pasti ada hitungannya dengan jelas, beda dengan diperbudak oleh sayang yg sulit diukur kadarnya. Tapi sayang berujung dengan sebuah perkawinan langgeng itu baru ukurannya.
Kalau di tanya, mana menurut saya yg lebih baik? Sebetulnya ya sama saja, keduanya sama-sama menguras kosentrasi, fikiran & sama-sama bakar uang. Tapi cara & jalan terbaik adalah menjauhi keduanya; dengan mengpakai fikiran & logika yg masuk diakal. Lebih baik memikirkan untung & ruginya terlebih dahulu daripada jadi budak keduanya menurut saya adalah cara yg bijaksana.
Ini bukan masalah menghindari sebuah pengorbanan, dibilang cemen karena takut dengan ujian kesabaran & pengorbanan. Ujian kesabaran & pengorbanan yg semestinya dijalani adalah hal yg masuk diakal, mengerjakan proses yg terarah, fokus, & tahu target mana untuk menggoal-kan mencapai satu tujuan. Bukan jadi bucin seperti kuda yg tertutup matanya sambil berjalan tanpa tujuan arah.
Kalau memang urusan sayang, tak perlu hingga jadi bucin, lakukan sewajarlah tetapi tetap fokus, jalani supaya saling mengenal lebih jauh tanpa harus lebay, lalu kristalisasilah hubungan itu, saling bersinernergi, menjalin hubungan yg harus seimbang, lebih dewasa, lebih serius hingga ke jenjang pernikahan?
Kalau memang urusan harta, tentu kita dapat banyak belajar dari para pakar yg sudah sukses. Mereka sudah banyak memberikan kisi & diksi yg dapat menerangkan & menunjukkan jalan cepat cara mencapai kesuksesan. Jadi say to sorry sajalah kalau memang harus jadi bucin-bucin diatas. Maka lakukanlah sewajarnya saja TAPI harus memiliki kejelasan sebuah hubungan, tujuan, saling bekerjasama, bukan berat sebelah & tanpa arah tujuan yg jelas.
Sebuah opini
Img. Google
Copyright 2016 - 2020 iskrim
All Rights Reserved | Member of Thread Creator Gen. 1 - KASKUS