• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Bucin Boleh, Tetapi Jangan Hingga Jadi Goblog

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Bucin Boleh, Tetapi Jangan Sampai Jadi Goblog


Penulis: Malik Ibnu Zaman
Editor: Thiara


Cangkeman.net -Setiap orang berhak untuk mensayangi & disayangi, jadi tidak ada alasan bagi seseorang untuk melarang jatuh sayang. Karena sayang itu memang merupakan fitrah manusia, semua orang pasti sepakat akan hal tersebut.

Kalian pasti sering mendengar istilah bucin, atau jangan-jangan kalian sendiri yg mendapat julukan bucin. Bucin merupakan kependekan dari budak sayang, sebenarnya tidak ada pengertian resmi dari istilah tersebut, karena bucin dikategorikan sebagai istilah gaul di tengah masyarakat.

Seringkali bucin disematkan kepada pasangan yg saling mensayangi secara berlebihan. Cinta secara berlebihan tersebut seringkali dimanifestasikan dengan tidak mempedulikan keadaan sekitar, bahkan hingga rela mengerjakan apapun tanpa dipikir panjang. Dengan mengatakan lain, dimanifestasikan dalam bentuk kegoblogan.

Berarti, nggak boleh dong jadi bucin? Ya boleh saja, asalkan bucin tersebut dimanifestasikan dalam bentuk positif, misalnya menciptakan buku, atau film. Tetapi seringnya, pasangan bucin itu malah justru bikin gedeg atau sebel. Tidak perlu jauh-jauh, contohnya, sebut saja pasangan sensasional Leslar (Lesti Kejora-Rizky Billar).

Pasti banyak netizen yg gedeg dengan kebucinan Lesti. Bagaimana tidak gedeg, coba? Rizky Billar mengerjakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) kepada Lesti, kemudian oleh Lesti dilaporkan ke polisi. Apa yg dilakukan oleh Lesti? Ia berani melaporkan kekerasan yg dialaminya ke polisi; suatu hal yg patut diapresiasi. Netizen pun beramai-ramai membela Lesti, bahkan hingga membongkar aib Rizky Billar.

Dua pekan kemudian, Lesti malah mencabut laporannya tersebut. Dengan mengatakan lain, Lesti Kejora & Rizky Billar sepakat berdamai. Tentu saja, para netizen pun kecewa atas apa yg dilakukan oleh Lesti. Sebagian netizen berpendapat bahwa pencabutan laporan tersebut dikarenakan kebucinan Lesti, bahkan ada netizen yg memplesetkan bahwa KDRT yg dialami oleh Lesti bukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga tetapi Konten Dalam Rumah Tangga.

Beberapa netizen pun ada yg mempertanyakan,"Kenapa nggak diselesaikan terlebih dahulu di dalam keluarga, kalau pada akhirnya, Lesti malah mencabut laporannya?". Sampai-hingga ada juga netizen yg menduga, bahwa jangan-jangan itu hanyalah cara untuk menaikkan kembali popularitas Leslar.

Beberapa waktu yg lalu, saya & salah seorang kawan bernama Lazhar (bukan nama sebenarnya) mendiskusikan tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yg dilakukan oleh Rizky Billar kepada Lesti Kejora. Kami sepakat bahwa di antara mereka berdua, yg bucin itu Lesti. Kami juga khawatir bahwa kebucinan Lesti itu akan jadi penyebab ia mencabut laporannya. Kekhawatiran kami pun terjawab beberapa hari kemudian, bahwa Lesti benar-benar mencabut laporannya itu.

Kembali ke soal bucin itu tadi, seringkali saya diingatkan oleh salah seorang kawan bernama Idha (bukan nama sebenarnya) untuk tidak bucin. Ia berulang kali mengingatkan saya lewat pesan WhatsApp bahwa,Jangan bucin, karena bucin itu bikin goblog. Fokus saja menulis, bucin justru malah menciptakan kualitas tulisan jadi menurun,imbuhnya. Saya pun membalasSiap, Mas,. Dalam hati, saya bergumamNgapain bucin, pacar saja saya tidak punya.

Apa yg dikatakan oleh Idha tentu benar, tetapi tidak dapat diposisikan sebagai sebuah kebenaran mutlak. Salah seorang kawan saya Lazhar misalnya, awalnya ia sangat semangat dalam menulis, tetapi setelah bucin semangat itu jadi hilang. Untungnya, bucin cuma menciptakan ia kehilangan semangat menulis, tidak hingga menciptakan ia jadi goblog.

Lain halnya dengan Lazhar, salah seorang kawan saya yg lain bernama Nabara (bukan nama sebenarnya), awalnya ia begitu bucin dengan pacarnya. Tetapi kemudian, ia ditinggalkan begitu saja oleh sang pacarnya. Hal ini mempengaruhi kehidupan Nabara, dia jadi sering pindah-pindah kerja hingga bermain judi (sepertinya sih sekarang sudah taubat).

Kawan saya yg lainnya lagi bernama Rotul (bukan nama sebenarnya), berulang kali ia ditipu oleh pacarnya terkait uang, & berulang kali pula di-ghostingoleh pacarnya. Tetapi, kebucinan Rotul menciptakan ia mau-mau saja ketika diajak balikan. Setelah itu, pacarnya mengulangi lagi hal serupa, lalu balikan lagi, begitu seterusnya. Sering kali saya menasehati Rotul, tetapi nasehat saya cuma dianggapnya angin lalu.

Tentu, tidak semua bucin dapat menyebabkan goblog. Buktinya salah satu kerabat jauh sekalisebut saja namanya Adi, kebucinannya justru malah menciptakan ia semangat dalam bekerja. Sampai-hingga sekarang sudah memiliki rumah di usia pernikahannya yg baru seumur jagung.

Intinya bucin boleh, tetapi jangan hingga kebucinan tersebut justru malah menyebabkan goblog.

Tulisan ini ditulis diCangkemanpada tanggal 9 November 2022.
Hari ini 11:34
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.