Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Ada orang menganggap hidup ini tidak berarti
Ya itu karena dia tidak memberi arti pada kehidupan ini
.
Atau ada orang yg memberi arti. Namun arti yg diberikan buruk, jelek, & tidak memberdayakan
.
Ada orang yg bertanya pada 3 filsuf yg berbeda
.
Filsuf perdana ditanya apa kehidupan itu
Dia menjawab, kehidupan ini manis. dalam arti kenyataan kenyataan atau realitas realitas yg ia temui penuh dengan suka cita. Kebahagiaan, kesenangan, kepuasan, kenyamanan dllnya
.
Filsuf kedua di tanya
Dia menjawab, kehidupan ini pahit. Dalam arti dia melihat kehidupan ini penuh penderitaan, kesusahan, kesialan, kesedihan, dllnya
.
Filsuf ketiga di tanya
Dia menjawab, kehidupan ini asem/kecut. Dalam arti dia melihat kehidupan banyak hal hal konyol yg menciptakan mengernyitkan dahi. Melihat tingkah laku banyak orang, fenomena, atau lainnya
.
Artinya ketiga filsuf mengatakan kebenaran tidak mewakili kebenaran objektif tentang kehidupan. Dia benar mengemukakan kebenaran itu. Cuma versi nya dia, sisi nya dia saja,kacamata nya dia. Artinya kebenaran itu tidak absolut dia bersifat subjektif
.
Nah bayangkan kalau kita cuma belajar dari satu guru, satu aliran, satu pemahaman, atau satu orang saja. Maka kita mengetahui hidup ya cuma satu sisi itu saja. Lalu kita pasti Berjalan di realitas yg kita ketahui itu & kita yakini itu.
.
Kehidupan itu adil memberikan jawaban dari apa yg kita yakini atau ketahui saja. Jadi realitas yg kita hadapi sekarang itu sejati nya manifestasi dari dalam diri. Dari mindset, keyakinan, sikap maupun pemikiran kita. Yang semua itu tentu dipengaruhi oleh dunia luar yaitu lingkungan kita & orang orang yg kita temui
.
.
Untuk mendapatkan artikel menarik seputar self improvement silahkan kunjungi masukke369.wordpress.com & gabung di channel telegram Istana Pengetahuan Hari ini 16:45