• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Buang Air Besar

erica_aur

IndoForum Junior A
No. Urut
5603
Sejak
26 Agt 2006
Pesan
2.937
Nilai reaksi
211
Poin
63
Di sebuah WC umum tertulis: Buang Air Kecil Rp. 2.000,- ; Buang Air Besar Rp. 1.000,-

"Wah gila, mahal juga kencing di sini. Ah, bilang aja buang air besar. Penjaganya nggak tahu ini, ah," batin Eko yang lagi kebelet.


Setelah selesai, ia keluar dan menghampiri penjaga toilet.


"Bang, buang air besar, Bang," kata Eko sambil menyodorkan selembar duit ribuan.


"Wah, kurang Bang!" jawab si penjaga toilet.


"Kok bisa? Di situ kan ditulis kalo buang air besar bayarnya cuman seribu perak!"


"Gini Bang, kalo Abang buang air besar pasti dibarengi buang air kecil, tapi kalo buang air kecil nggak mungkin barengan sama buang air besar!"


"Jadi?"


"Ongkosnya 3.000 perak, Bang!"
 
Rebutan Ayam

Gendut sedang kesal dan hal yang bisa meredam kegalauan hatinya hanyalah makan sebanyak-banyaknya.

Ia pun pergi ke rumah makan kesukaannya dan memesan ayam goreng satu potong.


Beberapa saat kemudian pesanannya datang. Tapi begitu ia akan menikmatinya, pelayan lain datang dan berkata,


"Aduh, maaf Mas. Itu sebenarnya pesanan lelaki tinggi besar yang di sana itu. Dan ini merupakan stok ayam terakhir yang kami punya. Maaf ya Mas."


Gendut menoleh ke arah lelaki yang ditunjuk, lalu berkata, "Karena sudah terlanjur di sini, jadi ayam ini milik saya. Toh saya juga membayar."


Sementara si pelayan restoran tampak kebingungan, lelaki tinggi besar dengan wajah marah sambil membawa pisau makan menghampiri Gendut.


"Hai gendut, jangan sentuh!! Apapun yang kamu lakukan terhadap ayam itu akan aku lakukan terhadapmu. Kamu potong kakinya, aku potong kakimu. Kamu potong perutnya, aku potong juga tusuk juga perutmu. Pokoknya apapun yang kamu lakukan, akan aku lakukan juga padamu."


Gendut terdiam beberapa saat, lalu pelan-pelan ia mengangkat ayamnya, membawanya ke depan mulutnya, lalu menjilati pantatnya..
 
wakakakakakakakakaka jilatin pantat ayam =))=))=))
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.