Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Masih ingat dengan aksi PM Irlandia Sanna Marin, yg asik pesta liar & berakhir dengan kritikan. Bahkan dirinya menangis & meminta maaf kepada publik.
Untuk beritanya PM Irlandia ini ane dah bikin threadnya juga klik Disini.
Lantas timbul pertanyaan, bila ini terjadi pada pejabat publik tanah air apa yg akan terjadi?
Ternyata pertanyaan ini dijawab cukup cepat juga, karena baru-baru ini terjadi kasus serupa dengan PM Irlandia.
Dimana ada seorang Sekdes (Sekretaris desa) di daerah Banyuasin Kembaran, Kecamatam Loano, Kabupaten Purwerejo Jawa Tengah yg berinisial AS, atau diketahui dengan Bu Sekdes AS yg terciduk sedang pesta, atau dugem.
Apa reaksi masyarakat Banyuasin kepada hal itu? Ternyata mereka demo & harap Bu Sekdes itu diberhentikan.
Bisa dibilang agak berbeda pola pikir barat yg cuma mendapatkan kritik, namun kalau di Indonesia lebih tegas lagi minta diberhentikan.
Pada dasarnya bebas-bebas saja seorang manusia yg harap mencari hiburan, baik itu ke diskotik, night club atau sejenisnya. Tak ada perseorangan lain yg melarang, namun sebagai pengutus publik etikanya memang hal-hal yg kurang baik harus ditutupi bukan di umbar, apalagi paparazi yg mengumbarnya.
Maka, sebagai pejabat negara tidak dapat juga bertindak sesuka hati. Tapi sekarang dunia digital semua orang dapat eksis, bahkan Bu Sekdes kerap mengunggah dirinya di TikTok.
Namun kalau akhirnya ada foto atau video yg dianggap masyarakat kurang elok, hingga memalukan & mereka menyampaikan aspirasinya dengan berdemo supaya Bu Sekdes diberhentikan, itu jadi satu hal yg wajar.
Karena ada pepatah bilang, 'dimana bumi dipijak, disitu langit dijinjing' otomatis Kades Abdul Aziz pun memutuskan untuk menindak Bu Sekdes. Pemberhentian harus sesuai proses tidak dapat langsung simsalabim.
Bahkan yg menciptakan resah adalah Bu Sekdes meminum minuman keras sambil asik bergoyang. Walau minuman itu dibantah bukan miras tetapi air putih, bahkan kejadian itu pun sudah lama, namun pendemo sudah kadung tak percaya.
Disini kita tahu, masyarakat tidak suka dengan hal-hal yg dinilai negatif maka harusnya hal-hal seperti itu hendaknya dihindari bukan seakan merasa itu hak privasi, & tidak merugikan orang banyak lantas prilaku seperti begitu diperbolehkan.
Tapi, apakah pendapat agan sama dengan masyarakat desa Banyuasin?
Terima kasih yg sudah membaca thread ini hingga akhir, bila ada kritik silahkan dihinggakan & semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat & merdeka. Ane c4punk pamit undur diri, See u next thread.
"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
Tulisan : c4punk@2022
referensi : 1, 2
Pic : google