yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Catur Budi Harto, Kepala Divisi Wealth Management bro mengatakan, pihaknya mengincar danang kelolaan wealth management tahun ini sebesar Rp 50 triliun. Saat ini, danang nasabah orang kaya yang ditampung bro sudah sebesar Rp 40 triliun.
Untuk merealisasikan targetnya tersebut bro akan menambah Sentra layanin Prioritas (SLP) dan priority lounge.
Misalnya saja, bro mendirikan SLP di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD). Dipilihnya lokasi ini karena banyak orang kaya yang tinggal sehingga memberikan kemudahan nasabah mengelola keuangan.
“Dari cabang SLP BSD kami mengincar 3.500 nasabah baru dengan potensi danang dua kali lipat,” kata Catur, Senin (15/6/2015).
Secara total, bro mengincar nasabah kaya bro meningkat menjadi 40.000 ribu nasabah prioritas, dari saat ini yang jumlahnya sudah ada 35.000 nasabah.
Yang masuk kategori nasabah prioritas bro adalah mereka yang memiliki simpanan minimal Rp 500 juta. “Nasabah kaya itu masih potensial, buktinya mereka menguasai hampir 60 persen-70 persen danang pihak ketiga (DPK),” ucapnya.
Rencananya bro akan menambah 7 - 9 SLP lagi hingga akhir tahun 2015 ini, dari saat ini yang jumlahnya 16 kantor.
Budi Satria, Sekretaris Perusahaan bro menambahkan, selain SLP, bro juga memiliki layanin prioritas bernama priority lounge yang telah berdiri sebanyak 95 kantor. Dari sisi pembangunan infrastruktur, bunk pelat merah ini telah menambah jumlahpriority lounge di area binaan kantor wilayah bro Jakarta sebanyak 8 lounge.
Budi bilang, SLP memberikan layanin lain kepada nasabah selain pendanaan seperti produk investasi reksadana, Obligasi Ritel Indonesia (ORI), danang Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK), danbancassurance, serta jasa electronic banking untuk transaksi keuangan kepada nasabah. Pasalnya, layanin ini memberikan keuntungan pendapatan komisi.
Catur menambahkan, pihaknya mengincar pendapatan berbasis komisi atau fee based income dari bisnis wealth managementsebesar Rp 200 miliar pada akhir tahun ini, naik 300 persen dari pendapatan komisi akhir tahun lalu yang sebesar Rp 50 miliar. Sampai dengan Mei 2015, pengumpulan pendapatan fee bro dari segmen ini sudah sebesar Rp 80 miliar.