Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Tim periset Badan Riset & Inovasi Nasional saat mengerjakan audiensi dengan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah di Istana Gubernur Sumatera Barat. (Dok. Istimewa)
Padang Tim periset Badan Riset & Inovasi Nasional (BRIN) mengerjakan audiensi dengan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, di Istana Gubernur Sumatera Barat pada Selasa (23/12/2025). Pertemuan ini bertujuan menyampaikan berbagai hasil riset strategis BRIN yg berpotensi diadopsi oleh Pemerintah Daerah (Pemda) dalam mendukung pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan.
Salah satu poin utama yg dipaparkan oleh perwakilan Tim BRIN, Drs. Musfebtial, M.Hum., adalah hasil riset terkait mitigasi bencana melalui kajian penamaan rupa bumi atau toponimi. Kajian ini diharapkan dapat jadi instrumen penting dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana yg berlandaskan kearifan lokal, khususnya di wilayah Sumatera Barat yg rawan bencana.
Audiensi tersebut diprakarsai oleh Dra. Zusneli Zubir, M.Hum., & dihadiri oleh sejumlah periset BRIN, antara lain PR KKP ARBASTRA Musfebrial, M.Hum., PR MLTL Rita Novita, M.Hum., PR Preservasi Bahasa Yulino, M.Hum., Syamsurijal dari ARBASTRA, Sharli Asmairicen dari PR Peternakan, serta Kepala Balibangda/BRIDA Sumatera Barat Rina Anisa. Kehadiran para periset dari berbagai bidang ini mencerminkan komitmen BRIN dalam mendorong kolaborasi lintas disiplin dengan pemerintah daerah.
Dalam suasana diskusi yg hangat, para periset BRIN yg berdomisili di Sumatera Barat berasal dari berbagai pusat riset, seperti Pusat Riset Hortikultura (PRH) di bawah Organisasi Riset Pertanian & Pangan, Pusat Riset Teknologi Lingkungan & Teknologi Bersih (TLTB), Pusat Riset Teknologi Proses (PRTP) di bawah Organisasi Riset Energi & Manufaktur, serta Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, & Sastra (ARBASTRA). Gagasan kolaborasi ini disambut positif oleh Gubernur Mahyeldi, yg menegaskan bahwa Pemda Sumatera Barat sudah merancang program riset kolaboratif dengan melibatkan BRIN sebagai kawan strategis utama.
Menurut Gubernur Mahyeldi, sinergi antara Pemda & BRIN sangat penting supaya setiap kebijakan publik yg diambil didasarkan pada analisis data yg seksama & metode ilmiah yg dapat dipertanggungjawabkan. Pendekatan tersebut diyakini sanggup meningkatkan kualitas perencanaan & pelaksanaan pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Sebagai bentuk apresiasi nyata, Gubernur Mahyeldi juga menjanjikan penyediaan fasilitas ruang kerja yg layak & nyaman bagi para periset BRIN di Sumatera Barat. Saat ini, Pemda menunggu surat permohonan resmi dari BRIN sebagai dasar administratif & legalitas penyediaan fasilitas tersebut, yg diharapkan dapat jadi pusat perkembangan bersama antara periset pusat & daerah.
Di sela-sela audiensi, Gubernur Mahyeldi secara spesifik meminta dukungan Tim Ahli BRIN untuk menolong penanganan bencana alam yg baru-baru ini melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat. Ia berharap keterlibatan BRIN dapat menghadirkan solusi teknis yg cepat & tepat, baik dalam upaya pemulihan maupun mitigasi bencana di masa mendatang, sehingga keselamatan & ketahanan masyarakat dapat terus ditingkatkan.
(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)
Salah satu poin utama yg dipaparkan oleh perwakilan Tim BRIN, Drs. Musfebtial, M.Hum., adalah hasil riset terkait mitigasi bencana melalui kajian penamaan rupa bumi atau toponimi. Kajian ini diharapkan dapat jadi instrumen penting dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana yg berlandaskan kearifan lokal, khususnya di wilayah Sumatera Barat yg rawan bencana.
Audiensi tersebut diprakarsai oleh Dra. Zusneli Zubir, M.Hum., & dihadiri oleh sejumlah periset BRIN, antara lain PR KKP ARBASTRA Musfebrial, M.Hum., PR MLTL Rita Novita, M.Hum., PR Preservasi Bahasa Yulino, M.Hum., Syamsurijal dari ARBASTRA, Sharli Asmairicen dari PR Peternakan, serta Kepala Balibangda/BRIDA Sumatera Barat Rina Anisa. Kehadiran para periset dari berbagai bidang ini mencerminkan komitmen BRIN dalam mendorong kolaborasi lintas disiplin dengan pemerintah daerah.
Dalam suasana diskusi yg hangat, para periset BRIN yg berdomisili di Sumatera Barat berasal dari berbagai pusat riset, seperti Pusat Riset Hortikultura (PRH) di bawah Organisasi Riset Pertanian & Pangan, Pusat Riset Teknologi Lingkungan & Teknologi Bersih (TLTB), Pusat Riset Teknologi Proses (PRTP) di bawah Organisasi Riset Energi & Manufaktur, serta Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, & Sastra (ARBASTRA). Gagasan kolaborasi ini disambut positif oleh Gubernur Mahyeldi, yg menegaskan bahwa Pemda Sumatera Barat sudah merancang program riset kolaboratif dengan melibatkan BRIN sebagai kawan strategis utama.
Menurut Gubernur Mahyeldi, sinergi antara Pemda & BRIN sangat penting supaya setiap kebijakan publik yg diambil didasarkan pada analisis data yg seksama & metode ilmiah yg dapat dipertanggungjawabkan. Pendekatan tersebut diyakini sanggup meningkatkan kualitas perencanaan & pelaksanaan pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Sebagai bentuk apresiasi nyata, Gubernur Mahyeldi juga menjanjikan penyediaan fasilitas ruang kerja yg layak & nyaman bagi para periset BRIN di Sumatera Barat. Saat ini, Pemda menunggu surat permohonan resmi dari BRIN sebagai dasar administratif & legalitas penyediaan fasilitas tersebut, yg diharapkan dapat jadi pusat perkembangan bersama antara periset pusat & daerah.
Di sela-sela audiensi, Gubernur Mahyeldi secara spesifik meminta dukungan Tim Ahli BRIN untuk menolong penanganan bencana alam yg baru-baru ini melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat. Ia berharap keterlibatan BRIN dapat menghadirkan solusi teknis yg cepat & tepat, baik dalam upaya pemulihan maupun mitigasi bencana di masa mendatang, sehingga keselamatan & ketahanan masyarakat dapat terus ditingkatkan.
(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)