yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan ada perbaikan dalam peningkatan angka tenaga kerja dan terjadi penurunan angka pengangguran.
Kepala BPS, Suryamin, Senin 6 Mei 2013, menjelaskan bahwa jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Februari 2013 mencapai 121,2 juta orang.
"Ini meningkat 3,1 juta orang dibandingkan dengan Agustus 2012 sebesar 118,1 juta orang," ujar Suryamin, di Kantor BPS.
Di samping itu, Suryamin menambahkan, penduduk yang bekerja di Indonesia pada bulan Februari 2013 mencapai angka 114 juta orang. Angka ini meningkat 110,7 juta orang dibandingkan bulan Agustus 2012. Sementara itu, jumlah penganggur turun sebanyak 70 ribu orang pada bulan Agustus 2012.
BPS mencatat bahwa jumlah penganggur mengalami penurunan, yaitu dari 7,61 juta orang (6,32 persen) pada Februari 2012, lalu menjadi 7,24 juta orang (6,14 persen) pada Agustus 2012, pada akhirnya menjadi 7,17 juta orang (5,92 persen) pada Februari 2013.
"Itu berarti ada penurunan pengangguran," kata Suryamin.
Berdasarkan lapangan kerja utama, sektor perdagangan merupakan tempat terbanyak orang bekerja, yaitu ada sekitar 24,81 juta orang yang bekerja di sektor itu. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pada bulan Februari 2012 (24,02 juta) dan bulan Agustus sebesar 23,16 juta orang.
Jumlah pengangguran terbanyak, Suryamin melanjutkan, berasal dari lulusan Sekolah Menengah Atas, yaitu sebesar 9,39 persen dari jumlah pengangguran yang sebesar 7,17 juta orang.
"Lulusan Sekolah Menengah Atas sebesar 9,39 persen," kata Suryamin.
Adapun angka pengangguran lulusan Sekolah Menengah Pertama sebesar 8,24 persen dan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan sebesar 7,68 persen. Selain itu, sekolah tinggi turut menyumbang angka pengangguran di atas 5 persen.
"Lulusan Diploma, baik D-1, D-2, D-3, mencapai 5,65 persen dan tingkat Sarjana sebesar 5,04 persen," kata Suryamin.
Justru yang paling sedikit menyumbang angka pengangguran adalah lulusan sekolah dasar, yaitu sekitar 3,61 persen.