Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Sebuah toko kosmetik dibilangan Jakarta Barat pagi itu menerima sebuah tamu, wanita separuh baya & good looking. Sebut saja namanya Tia, sedang di wawancara oleh calon bosnya. "Sebelumnya anda sudah pernah bekerja dibidang ini?", tanya si boss.
"Sudah pak". "Kamu sudah tahu bagaimana cara menjual ini" tanya boss lagi. "Apakah anda sanggup dengan target yg kami tentukan dalam sebulan?" crocos si boss pada Tia. Tia cuma tersenyum sambil mengangguk pelan & yakin sambil berucap "Ya, pak".
Singkat cerita Tia mulai bekerja di toko kosmetik tersebut. Awalnya berjalan normal & lancar, tetapi kemudian boss melihat Tia punya potensi lebih maka boss harap Tia bekerja lebih giat lagi, lebih keras lagi yg pada intinya Tia harus dapat mendapatkan keuntungan lebih akbar dari sebelumnya.
Awalnya Tia begitu nyaman & bahagia kerja di toko ini lama kelamaan mulai merasakan tekanan pekerjaan dari bossnya. Bukan cuma dapat menjual produk kosmetik ke konsumen tetapi boss juga menyuruhnya untuk dapat menciptakan pembukuan atau laporan keuangan sendiri atas produk apa yg sudah di jual & trainer anak baru.
Tia mulai berfikir, "Gokil si boss, gw kerja jadi rangkep-rangkep begini. Sudah panas-panas dilapangan masih disuruh buat pembukuan bulanan, kadang harus bantuin anak baru juga", keluhnya. Tia mulai merasa gak nyaman.
Pekerjaan yg awalnya lancar kini Tia mulai malas-malasan, tidak semangat bekerja. "Biarin deh sengaja gw telat-telatin buat pembukuan ini, lagian bukan job desk gw kok", katanya dalam hati.
Kisah Tia pastinya banyak kesamaan & dialami oleh banyak pekerja di negeri ini. Karyawan harus multitasking dengan bayaran yg tidak sesuai job deskripsinya. Ya, itulah yg terjadi sekarang ini. Kalau perlu kerja merangkap jadi supir atau tukang kebun bossnya sekalian!
Tapi saudara, menurut ilmu yg saya dapat dari seorang mentor mengatakan. Kasus diatas dapat kita lihat dari dua sisi, sisi perdana ibarat kita cuma terdiam ketika sebuah ember luber airnya tumpah-tumpah & kedua kita mengganti ember kosong itu dengan ember kosong untuk menampung air kedua.
Makna dari kalimat diatas adalah ketika kita mengganti ember kedua itu artinya kita masih dapat melihat peluang & kesempatan untuk merubah keadaan sambil tetap menyimpan ember perdana bersama airnya sebagai cadangan ilmu pertama.
Jadi tempaan dimasa karir dapat kita lihat dalam dua sisi, anda terdiam saja sambil merenugi nasib atau menerima keadaan sebagai sebuah kesempatan menimba ilmu secara gratis untuk kedepan jadi lebih baik.
Tekanan dari atasan, tuntutan pekerjaan yg seolah datang bertubi-tubi dapat kita ambil ilmunya. Jika dirasa sudah cukup & kuat untuk berdikari maka anda tinggal berdiri sendiri, membuka usaha sendiri, & jadi boss dari usahamu sendiri. Mau hingga kapan jadi karyawan?
Orang sukses belajar dari kesabaran & pengorbanan. Sudah sejauh mana kesabaranmu, pengorbananmu sanggup jadi pupuk yg subur bagi tanamanmu dimasa depan?
Copyright 2016 - 2021 iskrim
All Rights Reserved | Member of Thread Creator Gen. 1 - KASKUS
Sumur : sebuah opini | img : gugel