Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Boediono menginginkan kantor wakil presiden bisa menjadi contoh bagi instansi lainnya dalam pengelolaan pemerintahan yang bersih.
"Saya inginkan kantor ini jadi contoh bagi yang lain," kata Wapres Boediono saat memberikan pengarahan pada hari pertama di kantor Wapres Jakarta, Kamis.
Pengarahan Wapres Boediono dilakukan terhadap seluruh karyawan yang berjumlah 399 orang.
Wapres menjelaskan bahwa tema kampanye SBY-Boediono adalah pemerintahan yang bersih.
"Ini sudah janji kita berdua (SBY-Boediono). Dan itu, sederhananya mulailah dari diri sendiri, dari kantor ini. Orang tak akan percaya kalau temanya besar tetapi lain kata dan perbuatan," kata Wapres.
Menurut Wapres, yang dimaksudkan dengan pemerintahan yang bersih itu yang sesuai dengan kepatutan.
"Memang kepatutan kadang tak tertulis tetapi terpatri di hati kita," kata Wapres.
Wapres mengingatkan soal pemerintahan yang bersih yang paling rawan adalah masalah uang. Uang tambah Wapres bisa menjerumuskan, bisa membuat orang lupa dan memelesetkan orang.
"Uang benar dibutuhkan tapi harus benar-benar diatur dan dikelola dengan baik," kata Wapres.
Menyangkut organisasi di lingkungan kantor wapres, Boediono mengisyarakatkan diperlukannya koreksi namun tidak perlu terjadi kegaduhan.
Wapres menjelaskan eksistensi organisasi adalah untuk mencapai tujuan. Karena itu, tambahnya, organisasi harus terkait dengan tujuan.
Menurut dia, harus ada kontinuitas dari waktu ke waktu, tetapi memang akan ada pembekalan-pembekalan dari sasaran yang ingin dicapai.
"Jadi kita tak harus zig-zag dari waktu ke waktu. Lima tahun ke kiri, lima ke kanan," katanya.
"Jadi nanti ada perubahan atau penekanan-penekanan dari tugas-tugas deputy sesuai dengan tugas dan sasaran dari pemerintah lima tahun ke depan," kata Wapres menambahkan.
Ia mengharapkan tidak akan banyak perubahan struktural. Kalaupun ada, tambahnya, lebih kepada penekanan pada pelaksanaan tugas.
"Banyak orang bilang saya konservatif artinya suka status Quo. Padahal sebenarnya tidak benar juga. Ada perubahan-perubahan tapi tidak meledak-ledak. Perubahan tetap dilakukan tapi tak perlu gaduh," kata Wapres.
Wapres Boediono menjanjikan perubahan akan dilakukan dengan meminimalkan kegaduhan.
http://www.lebihcepat.com/nasional/34-berita-nasional/6960-boediono-ingin-kantor-wapres-jadi-contoh.html
http://lebihcepatcom.ourtoolbar.com
"Saya inginkan kantor ini jadi contoh bagi yang lain," kata Wapres Boediono saat memberikan pengarahan pada hari pertama di kantor Wapres Jakarta, Kamis.
Pengarahan Wapres Boediono dilakukan terhadap seluruh karyawan yang berjumlah 399 orang.
Wapres menjelaskan bahwa tema kampanye SBY-Boediono adalah pemerintahan yang bersih.
"Ini sudah janji kita berdua (SBY-Boediono). Dan itu, sederhananya mulailah dari diri sendiri, dari kantor ini. Orang tak akan percaya kalau temanya besar tetapi lain kata dan perbuatan," kata Wapres.
Menurut Wapres, yang dimaksudkan dengan pemerintahan yang bersih itu yang sesuai dengan kepatutan.
"Memang kepatutan kadang tak tertulis tetapi terpatri di hati kita," kata Wapres.
Wapres mengingatkan soal pemerintahan yang bersih yang paling rawan adalah masalah uang. Uang tambah Wapres bisa menjerumuskan, bisa membuat orang lupa dan memelesetkan orang.
"Uang benar dibutuhkan tapi harus benar-benar diatur dan dikelola dengan baik," kata Wapres.
Menyangkut organisasi di lingkungan kantor wapres, Boediono mengisyarakatkan diperlukannya koreksi namun tidak perlu terjadi kegaduhan.
Wapres menjelaskan eksistensi organisasi adalah untuk mencapai tujuan. Karena itu, tambahnya, organisasi harus terkait dengan tujuan.
Menurut dia, harus ada kontinuitas dari waktu ke waktu, tetapi memang akan ada pembekalan-pembekalan dari sasaran yang ingin dicapai.
"Jadi kita tak harus zig-zag dari waktu ke waktu. Lima tahun ke kiri, lima ke kanan," katanya.
"Jadi nanti ada perubahan atau penekanan-penekanan dari tugas-tugas deputy sesuai dengan tugas dan sasaran dari pemerintah lima tahun ke depan," kata Wapres menambahkan.
Ia mengharapkan tidak akan banyak perubahan struktural. Kalaupun ada, tambahnya, lebih kepada penekanan pada pelaksanaan tugas.
"Banyak orang bilang saya konservatif artinya suka status Quo. Padahal sebenarnya tidak benar juga. Ada perubahan-perubahan tapi tidak meledak-ledak. Perubahan tetap dilakukan tapi tak perlu gaduh," kata Wapres.
Wapres Boediono menjanjikan perubahan akan dilakukan dengan meminimalkan kegaduhan.
http://www.lebihcepat.com/nasional/34-berita-nasional/6960-boediono-ingin-kantor-wapres-jadi-contoh.html
http://lebihcepatcom.ourtoolbar.com