roughtorer
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 44416
- Sejak
- 24 Mei 2008
- Pesan
- 6.755
- Nilai reaksi
- 175
- Poin
- 63
Minggu, 9 November 2008 | 09:17 WIB
ARIZONA — Seorang bocah laki-laki berumur delapan tahun telah membunuh ayahnya dan seorang pria lainnya di St Johns, Negara Bagian Arizona, Amerika Serikat. Polisi St Johns, sebuah kota terpencil di barat daya kota Phoenix, Arizona, mengungkapkan, bocah yang tidak disebutkan namanya itu mengaku menembak dua pria tersebut dengan senjata kaliber 22 mm, Rabu (5/11).
"Tidak ada yang percaya bocah berumur delapan tahun bisa membunuh dua pria dewasa," ujar Kepala Polsek St Johns Roy Melnick.
Hakim pengadilan setempat telah memerintahkan pihak berwajib untuk memeriksa kondisi psikologi anak itu yang kini sedang dikarantina polisi, sementara para jaksa menyatakan anak itu tak memiliki catatan perilaku buruk di sekolah dan tidak pula bermasalah di rumahnya.
Melnick mengungkapkan, polisi berdatangan ke rumah anak itu beberapa menit setelah penembakkan terhadap dua pria itu terjadi pada Rabu pagi dan mendapatkan seorang pria terbaring dengan luka parah di luar pintu, sedangkan pria lainnya terkapar di ruang atas rumah itu.
Pria yang tewas di dalam rumah dipercaya ditembak anak itu di dalam rumahnya sendiri. "Anak itu lalu lari ke rumah tetangganya sambil berkata ayahnya telah mati," kata Jaksa Brad Carlyon.
Namun, dalam kesempatan yang lain, pengacara tersangka, Benjamin Brewer, menuduh polisi telah menanyai bocah itu tanpa didampingi orangtua dan pengacara serta tidak menerangkan hak-hak si bocah.
ARIZONA — Seorang bocah laki-laki berumur delapan tahun telah membunuh ayahnya dan seorang pria lainnya di St Johns, Negara Bagian Arizona, Amerika Serikat. Polisi St Johns, sebuah kota terpencil di barat daya kota Phoenix, Arizona, mengungkapkan, bocah yang tidak disebutkan namanya itu mengaku menembak dua pria tersebut dengan senjata kaliber 22 mm, Rabu (5/11).
"Tidak ada yang percaya bocah berumur delapan tahun bisa membunuh dua pria dewasa," ujar Kepala Polsek St Johns Roy Melnick.
Hakim pengadilan setempat telah memerintahkan pihak berwajib untuk memeriksa kondisi psikologi anak itu yang kini sedang dikarantina polisi, sementara para jaksa menyatakan anak itu tak memiliki catatan perilaku buruk di sekolah dan tidak pula bermasalah di rumahnya.
Melnick mengungkapkan, polisi berdatangan ke rumah anak itu beberapa menit setelah penembakkan terhadap dua pria itu terjadi pada Rabu pagi dan mendapatkan seorang pria terbaring dengan luka parah di luar pintu, sedangkan pria lainnya terkapar di ruang atas rumah itu.
Pria yang tewas di dalam rumah dipercaya ditembak anak itu di dalam rumahnya sendiri. "Anak itu lalu lari ke rumah tetangganya sambil berkata ayahnya telah mati," kata Jaksa Brad Carlyon.
Namun, dalam kesempatan yang lain, pengacara tersangka, Benjamin Brewer, menuduh polisi telah menanyai bocah itu tanpa didampingi orangtua dan pengacara serta tidak menerangkan hak-hak si bocah.
