yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Kebanyakan anak-anak seusianya akan berjuang untuk bisa betah menyaksikan sebuah opera. Namun itu bukan soal bagi Alma Deutscher. Di usia tujuh tahun, Alma bahkan sudah mengarang operanya sendiri.
Bocah berbakat itu telah menjadi sensasi di dunia musik klasik setelah komposisi utama pertamanya begitu dipuji oleh English National Opera. Dan, Alma bukan hanya seorang komponis. Dia juga pemain biola dan pianis terampil.
Sejumlah video tentangnya telah dilihat lebih dari 300.000 kali sejak ayahnya mem-posting video-video itu di YouTube. Kemampuannya pun telah disandingkan dengan Wolfgang Amadeus Mozart, yang pada usia lima tahun sudah menguasai keyboard dan biola sertai mulai membuat komposisi.
Alma menulis sonatanya sendiri pada usia enam tahun. Tahun ini, pada usia 7 tahun, ia menggubah operanya, The Sweeper of Dreams.
Bocah itu bilang, "Musik tersebut datang begitu padaku ketika saya lagi santai. (Saat) saya duduk di kursi atau berbaring. Saya suka berpikir tentang peri-peri, putri-putri, dan gaun-gaun yang indah."
Dia menambahkan, komposisi-kompisi terbaiknya dibuat saat dia sedang berayun-ayun di taman di rumahnya di Dorking, Surrey, Inggris. Namun dia juga menyimpan tape recorder di samping tempat tidurnya untuk berjaga-jaga saat inspirasi tiba-tiba muncul. Ide untuk The Sweeper of Dreams muncul dalam sebuah mimpi.
Gadis cilik itu menuturkan, "Mozart menyusun bagian ini dalam mimpiku dan ketika saya bangun, saya duduk dan bermain dan ayah saya merekamnya."
Ayahnya, Guy, seorang ahli bahasa dan pemain suling amatir kelahiran Israel, mengatakan ia menyadari putrinya punya bakat musik ketika dia masih bayi. Alma mendapat biola pertamanya pada ulang tahun ketiga dan dalam waktu kurang dari setahun anak itu sudah bisa memainkan sejumlah soneta karya Handel.
Guy Deutscher dan istrinya Janie (39 tahun), yang merupakan seorang sarjana organ di Oxford, pindah bersama Alma dan adiknya yang berusia empat tahun, Helen, dari Oxford ke Surrey sehingga mereka bisa menjadi lebih dekat dengan sekolah spesialis Yehudi Menuhin School di Cobham, di mana Alma mendapat pelajaran piano dan biola mingguan.
Pada sisa waktunya, ia belajar di rumah. Ia berpraktek dan membuat kompisisi empat hingga lima jam sehari. Namun orangtuanya menolak untuk mengikutisertakan dia dalam kompetisi atau ujian musik. Mereka juga telah menolak undangan untuk tampil di televisi. Guy Deutscher mengatakan, "Dia (Alma) bekerja keras tapi dia punya masa kecil yang sangat bahagia dan kami benar-benar bertekad untuk menjaga ini (masa kecil yang bahagia)."
Namun Alma kini sedang mengerjakan sebuah sonata cello. Dia ditugaskan untuk menulis itu setelah menampilkan salah satu komposisinya di Italia. "Ini bukan gaya yang sama seperti sonata pertama saya," jelasnya. "Ini sangat dramatis. Ini lebih seperti Tchaikovsky ketimbang Mozart," kata gadis itu seperti dikutip Mail Online, Minggu (21/10).
Ketika nanti sudah dewasa, Alma menginginkan sebuah 'rumah besar penuh dengan instrumen, segala macam piano dan biola, biola alto dan cello. Saya tidak keberatan apakah saya terkenal atau tidak, saya hanya ingin menjadi baik," tambahnya. "Saya melihat komponis lain tetapi saya tidak berusaha untuk menjadi persis seperti Mozart. Yeah, saya menyukai dia, tapi saya akan menjadi seperti Alma, bukan Mozart."
