• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Bobroknya Mental Bangsa di Sponsori KPI

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Bobroknya Mental Bangsa di Sponsori KPI



Tulisan ini adalah respon kepada sikap KPI Mengenai sinetron indonesia mempunyai value lebih di banding spongebob, mubazir uang negara kalau harus dipakai untuk mengakomodir KPI dengan wujud pemikirannya yg seperti itu, jauh dari cita - cita pak presiden dengan Revolusi Mental nya.

Saya juga setuju tidak semua nya sinetron di masa sekarang itu jelek ada juga beberapa yg memuakan. Di jaman si doel dunia sinetron di indonesia mulai kenal dengan yg namanya kejar tayang & tak lama kemudian sinetron - sinetron selanjutnya terdegradasi kualitasnya jadi jelek.

Bobroknya Mental Bangsa di Sponsori KPI


Yang jadi masalah sebenarnya di indonesia adalah mental fakir miskin, bahkan di indonesia orang yg terlalu kaya pun berfikir dia adalah orang kecil, fakir miskin yg kalau dia tidak menciptakan / produksi karya dalam satu waktu dia berfikir seperti akan kelaparan, sehingga rating share yg jadi acuan.

Dalam beberapa kesempatan para kreator sinetron & biasa nya pekerja TV kalau di kritik jawabannya adalah,

"Ini supaya dapur kami mengepul"

Untuk memproduksi satu episode sinetron, anggaplah di butuhkan 500 juta saja, tetapi di jam prime time pengiklan yg masuk dapat mencapai 2,5 milyar. Pemilik stasiun TV berfikir kalau dia mau dapat untung 2,5 milyar per jam / episode, maka dia harus buat sinetron. Tapi sinetron yg baik butuh proses yg tidak mungkin di wujudkan dalam satu hari.

Bobroknya Mental Bangsa di Sponsori KPI


Karena orang kaya itu rakus, kapitalis itu rakus, dia harap pokok nya per episode / jam dapat untung 2,5 milyar. Maka akhir nya para sineas yg awal karya nya bagus, kemudian jadi sangat jelek. Contoh ketika cerita nya memang harus berakhir, mereka akali sehingga jadi ribuan episode. Dari sini kita dapat lihat alam bawah sadar pemilik stasiun TV & kreatornya terlihat jelas.



1. Egois

Bobroknya Mental Bangsa di Sponsori KPI


Mereka para sineas indonesia bukan tidak sanggup menciptakan karya yg bagus, namun cara berfikir yg di sebabkan oleh kapitalisasi bisnis ditambah ego yg kemudian menahan kreatifitas mereka demi mengejar ke untungan.

Jika buat yg jelek saja dapat untung banyak kenapa harus repot bikin yg bagus. Mereka lebih memilih cara yg mudah & murah daripada berspekulasi dengan kekayaan intelektual.

Dampak nya mental orang pribumi dapat di lihat contohnya dari kasus tempat makan angkringan dengan harga berkali - kali lipat dari harga normal, banyak moment dipakai untuk mengambil ke untungan.

2. Pola

Bobroknya Mental Bangsa di Sponsori KPI


Perhatikan kesamaan pola pada sinetron di indonesia.
- Kesenjangan si kaya & si miskin biasanya pasangan.
- laju perpindahan dalam stratifikasi misal tiba - tiba jadi direktur karena baik & ganteng atau dapat warisan mendadak atau dipercaya orang & kemudian diberi harta.

Ini menciptakan orang indonesia jadi orang yg halu, tidak mau kerja keras, menghindari "konflik" & menciptakan masyarakat terus ber andai - andai sukses tanpa usaha.

Anime jepang yg secara konsisten menggambarkan peningkatan kemampuan dengan perjuangan nya secara perlahan yg juga membentuk mental masyarakatnya, alam bawah sadar orang jepang adalah proses.

Bobroknya Mental Bangsa di Sponsori KPI


Kartun barat dengan pola di luar pemikiran orang asia spesifik nya indonesia dimana ada teknologi, alien, percobaan, kekuatan super dari rekayasa penelitian.
Alam bawah sadar mereka mengagungkan Otak, tekhnologi yg tidak masuk akal mereka buat jadi masuk akal karena mental mereka meyakinkan orang - orang barat ini dapat mengerjakan apapun, dimanapun, kapanpun sering jadi bangsa unggul di dunia.

3. Taxonomy bloom yg c1

Bobroknya Mental Bangsa di Sponsori KPI


Benyamin bloom mengkategorikan tingkatan kognisi manusia & orang indonesia di arahkan kognisinya oleh sinetron di tingkat terendah.

C1 pengetahuan
C2 pemahaman
C3 aplikasi
C4 analisis
C5 evaluasi
C6 kreasi

Misal monolog, tokoh dalam sinetron mencoba berbicara bahkan ketika sendirian,

" Ya alloh kenapa uang saya tinggal segini "
sambil memegang uang di pinggir jalan kemudian di rampok & penonton histeris.

Ini yg menciptakan masyarakat indonesia di tingkat kognisi terendah, masyarakat indonesia tidak akan mengerti kalau tidak ada teks, tidak akan mengerti kalau tidak ada mengatakan - kata.

Kita lihat di film hollywood, sedikit ekspresi saja sudah dapat menggambarkan apa yg sebenar nya sedang terjadi & penonton (orang barat) tahu maksud ekspresi itu tanpa harus di bantu teks atau mengatakan - kata.

GIF

{thread_title}



Sinetron di indonesia selain ekspresi di tambah mengatakan - mengatakan kadang di tambah teks bayangkan betapa Lemah intelektualitas masyarakat yg di gambarkan sinetron.

"Saya akan mendapatkan harta warisan itu"
sambil senyum sinis, ngangguk - ngangguk di akhiri dengan tertawa ringan, penonton jengkel.

Ciri kadar intelektual terbatas adalah berfikir dua warna yaitu hitam & putih. Makanya masyarakat indonesia sering terbelah dalam 2 kubu, cebong & kampret, ada orang jahat ada orang baik, 100% jahat & 100% baik.

Cebong tahu seluruh kejelekan kampret tanpa tahu kejelekan dirinya, kampret menganggap seluruh cebong bodoh tetapi tidak sadar kebodohan sendiri.

Karena C1 tadi, hitam & putih itu, intelektualitas yg terbatas, Dan ini di representasikan oleh sinetron.

Orang yg berwawasan luas, yg cerdas menganggap kejahatan & kebaikan itu gradasi, jadi selain hitam & putih ada jutaan warna di sekeliling nya tidak langsung 100% baik & 100% jahat karena ada proses analisis & evaluasi, ini akan terjadi kalau tingkat kognisi mereka tinggi.

Bobroknya Mental Bangsa di Sponsori KPI


Orang indonesia sebenar nya tidak harus selamanya seperti ini, sial nya sinetron & tontonan lain di indonesia yg melestarikannya sehingga intelektualitas masyarakat indonesia tetap rendah.

Mari tonton film batman tahun 1977 visualisasi & ceritanya jelek sekali. Pada tahun yg sama indonesia juga sudah menciptakan film & sama jelek nya. Tapi semakin ke sini kreator barat mulai paham kekurangan nya (c2) kemudian mengaplikasikan ide baru (c3) setelah itu di analisis (c4) & di evaluasi (c5) sehingga kreasinya (c6) sekarang jadi lebih baik.

Berbanding terbalik dengan produksi indonesia, karena mengikuti pangsa pasar.
Pangsa pasar indonesia "jelek" maka produknya pun makin jelek hingga sekarang.
Ketika sinetron masih melestarikan hitam putih ini, & terus memberikan pelatihan kognisi yg rendah pada masyarakat akibat nya sangat buruk.

Masyarakat indonesia menganggap orang pintar itu yg sependapat dengan nya & sanggup menyampaikan dengan baik. Kita tidak mengukur kepintaran berdasar kadar intelektualitas karena yg dipakai ukuran adalah anda berpihak sama siapa.


{thread_title}







Hari ini 19:51
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.