yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Direktur Utama BNI, Gatot M. Suwondo, Kamis 25 Juli 2013, mengatakan, pertumbuhan laba bersih itu didukung oleh pendapatan bunga bersih yang meningkat 23,1 persen menjadi Rp8,89 triliun.
Sementara itu, pendapatan operasional perseroan tercatat meningkat 22,7 persen dari Rp10,96 triliun menjadi Rp13,45 triliun. Namun, biaya operasional juga naik 21,1 persen dari Rp5,56 triliun menjadi Rp6,61 triliun.
"Pencapaian itu berhasil diperoleh, meskipun terdapat tantangan ekonomi usai kenaikan harga BBM, tekanan inflasi, masalah defisit neraca perdagangan yang masih berkelanjutan, hingga arus modal keluar yang menekan nilai tukar rupiah," kata Gatot di Gedung BNI, Jakarta.
Gatot menjelaskan, pencapaian kinerja operasional itu juga didukung penyaluran kredit yang mencapai Rp222,65 triliun pada semester satu tahun ini. Angka itu naik 24,1 persen dibanding Rp179,44 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) tercatat naik 8,7 persen dari Rp242,72 triliun menjadi Rp263,82 triliun. Indikator keuangan yang lain, seperti loan to deposit ratio (LDR) meningkat dari 74 persen pada semester I-2012 menjadi 84 persen pada semester I-2013. Peningkatan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga ini didominasi kredit dalam mata uang rupiah.
Selanjutnya, rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 16,3 persen, marjin bunga bersih (NIM) 6,2 persen, cost to income ratio (CIR) 43,6 persen, rasio kredit bermasalah (NPL) gross 2,6 persen, return on assets (ROA) 3,4 persen, dan return on equity (ROE) 21,8 persen.