yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Seperti diberitakan Solopos.com, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam aksi anarkistis tersebut. Namun, serangan telak tanpa balas itu membuat kaca pintu Sekretariat DPP BMI dan jendela sisi utara pecah berantakan. Pagar besi di teras kantor juga jebol. Pecahan kaca bercampur bongkahan batu dan batu bata pun berserakan di teras kantor.
Anggota BMI, Wowor, 25, yang ditemui Solopos.com di lokasi kejadian mengatakan ia sejatinya berada tak jauh dari sekretariat kala insiden penyerangan terjadi. Namun ia tak berkisah upayanya mempertahankan sekretariat kala lebih dari 20 orang yang berboncengan sepeda motor menyerang.
“Sebenarnya kantor sudah tutup, jadi kami hanya nongkrong di samping. Tahu-tahu ada puluhan orang berkendara dari selatan langsung menggeruduk sekretariat,” ujar Wowor.
Wowor mengaku melihat mereka mengenakan baju dan celana hitam dengan simbol perguruan pencak silat di dada. Dia memastikan mereka merupakan anggota perguruan SHT. “Sudah positif, mereka SHT,” tegasnya.
Kawal Sidang
Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, sejumlah anggota SHT pada hari yang sama memang aktif di Kota Solo untuk menghadiri sidang lanjutan pembunuhan mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo di Pengadilan Negeri (PN) Solo. Mereka merupakan SHT se-Soloraya yang dikoordinatori Surtono, anggota Dewan Pertimbangan SHT Sragen.
Kelompok perguruan pencak silat itu ingin mengawal sidang lantaran korban pembunuhan, Danang Rusbianto, 24, merupakan aggota SHT Sragen. Beberapa jam setelah sidang usai, perusakan sekretariat DPP BMI itu terjadi.
ejumlah orang terluka parah akibat bentrok antar dua kelompok pada Senin (17/11) malam. Diduga aksi tersebut sebagai aksi lanjutan dari pengerusakan Sekretariat Dewan Pengurus Pusat (DPP) Barisan Muda Indonesia di Nusukan, Banjarsari, Senin siang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Espos, sebelumnya beredar broadcast melalui Short Message Service (SMS) atau Blackberry Messenger (BBM) yang meminta anggota salah satu perguruan silat berkumpul di Alun-Alun Selatan. Ribuan massa yang menggunakan sepeda motor dengan berboncengan. Di lokasi tersebut, ada mediasi yang dilakukan oleh polisi. Namun mediasi gagal dilakukan dan akhirnya massa tersebut menggeruduk Mabes Polri Solo.
Massa menuntut empat orang rekannya yang ditangkap karena diduga melakukan kerusakan Sekretariat DPP Barisan Muda Indonesia tersebut dilepaskan. Setelah itu, massa berkeliling Solo dan melakukan beberapa pengerusakan dan penganiayaan. Pengerusakan tersebut kebanyakan dilakukan di Banjarsari terutama di rumah terdakwa pembunuhan mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (Unisri).
Dari aksi anarkis tersebut, hingga Senin tengah malam, ada enam korba luka, yakni Jueky Andi Saputra, Yakobus Rinto Dardia, Viktor Krasetyo Widi, Yosi Dika Aianda, Alvon dan Rudin. Semua korban luka tersebut mengalami bacok dan dirawat di RS Brayat Minulya. Hingga berita ini ditulis pada Selasa (18/11) pukul 01.00 WIB, kejadian masih berlanjut. Sejumlah pebajat di Mapolres Solo, saat dihubungi Espos tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut, karena sedang mengawal bentrok tersebut. Mereka masih siaga untuk mengamankan wilayah.