• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Bisnis Seks Booming Dikala Resesi

roughtorer

IndoForum Senior A
No. Urut
44416
Sejak
24 Mei 2008
Pesan
6.755
Nilai reaksi
175
Poin
63
Aneh tetapi nyata ! Buat biaya hidup sehari-hari lagi cekak begini, kok bisa-bisanya setor "money" dan "mani" ke PSK ? Namun itulah yang terjadi !

Leon Gettler menulis di The Age 30 Nopember 2008 "Straitened opt for cheap thrill". Katanya, bisnis real estate, asuransi jiwa dan mortagage broker lagi sepi dan menurun............. tentunya bisnis-bisnis lainnya juga. Tetapi tunggu dulu ..................... Debt Collector, Sekolah Negeri dan Prostitusi malah kian berkibar, makin banyak peminatnya ! Banyak perusahaan dan bunk menyewa Debt Collector untuk menagih utang-utang yang macet, itu kita paham karena dalam jaman susah pastilah banyak yang tak mampu bayar ini itu.

Sekolah Negeri yang uang sekolahnya gratis atau murah kebanjiran murid, itupun kita sudah duga sebab orang tua murid yang berpenghasilan tanggung tak akan lagi sanggup bayar puluhan ribu $ per tahun untuk Sekolah Elite Swasta. Namun hasil survey membuktikan bahwa Bisnis Seks melejit 150% ..............itu yang bikin tidak habis mengerti ! Sexpo annual show yang minggu lalu diselenggarakan di Melbourne telah menyedot 70,000 pengunjung, padahal Expo-Expo barang dagangan dan jasa yang lebih bermanfaat untuk peningkatan taraf hidup kok pada melempem. Tak urung, Fiona Patten, CEO Eros Foundation sesumbar "our sex industry is recession proof". Lanjutnya, "kalau tak cukup punya duit untuk dinner (maksudnya makan malam direstoran bergengsi), sewa saja DVD (tentu yang porno) atau beli Sex Toys". Kurang asem ! Sialan banget si Fiona ini !

1sexpo.jpg

1sexpo3.jpg

Itu cerita di Australia ! Barangkali kalau di Indonesia sih laki-laki nya tidak begitu kok..................bermoral, sopan-sopan, pemalu dan nggak doyanan seks. Jadi aku tidak bakalan cerita mengenai pria Indonesia yang alim-alim begituan. Cuma saja aku ikutan menulis soal Seks di Forum KoKi karena penasaran. Mengapa ya setiap ada judul dengan kata "Seks" selalu kebanjiran pembaca, bisa ribuan bahkan puluhan ribu ? Kebanyakan sembari "mengintip" (di Australia ada lho "peeping show"), barangkali bacanya pun sambil sembunyi-sembunyi kuatir kepergok orang serumah. Yang "berani" berkomentar sih tidak banyak, orang-orangnya itu-itu juga - tepuk tangan untuk para komentator.

Kali ini kisah di China dijamannya Mao Tse-tung sedang berkuasa-kuasanya. Setiap denyut jantung dan nadi rakyat Tiongkok ada dalam genggamannya, dari kegiatan bisnis, kerja, sekolah, berpakaian, olah raga sampai ke makanan sehari-hari diatur ketat. Dulu aku sungguh tidak mengerti bagaimana seseorang (tentu dengan bantuan kamerad-kameradnya) mampu mengkontrol napas setiap rakyat Tiongkok yang spektakuler jumlahnya dan begitu luas daratannya. Aku baru tahu "rahasia"nya ketika aku berkunjung ke China saat Deng Xiao-ping naik panggung, Tour Guide ku, orang lokal, kebetulan dia orang terpelajar dan berpengetahuan memperlihatkan berbagai Kupon yang berbeda-beda corak dan warnanya. Bentuknya seperti uang kertas, tetapi Kupon tersebut penggunaannya tidak seluas dan sebebas uang kertas. Kupon dicetak untuk digunakan menukar dengan barang tertentu dan berlakunya juga diwilayah tertentu pula. Pantas saja bila ada penduduk dari satu desa/kota tertentu kabur/pindah ke tempat lain, dia tidak bakal bisa hidup karena kupon-kuponnya tidak "laku" ditempat lain. Yang hebat waktu itu para kader partai yang mengawasi birokrat setempat begitu fanatik dan sukar disogok sehingga kupon-kupon tidak bisa ditransfer atau dimanipulasi.

Lalu bagaimana dengan urusan komersialisasi Seks ?


Ah, ada saja jalannya.......................... Rumah Bordil ditutup dan Jual Beli Seks dimanapun dilarang, tetapi yang namanya hidung belang kok tahu saja perempuan mana mana yang bisa "dipakai". Bayarnya pakai apa ? "Mani" saja ya ogah perempuannya, "money" si pria kagak punya....................ya "kupon" makanan lah yang disetorkan sebagai pembayaran. Lelaki rela mengurangi jatah makanan "mulut" untuk melampiaskan nafsu "arus bawah". Kacian betul................... Sekarang jaman sudah berubah, lelaki Tiongkok ya sama saja dengan lelaki Australia........ cukup bayar pakai "uang kertas" atau "kartu kredit" setiap melepas "hajat".

1sexpo4.jpg

Beralih ke situasi Resesi Ekonomi dan Keuangan, bila berlanjut............................ Cari nafkah seret, makin banyak saja suami-isteri bercerai, yang belum menikah bakalan menunda perkawinannya, yang mau kumpul kebo-pun perlu berpikir ulang (di Australia teman kumpul kebo bisa menuntut pembagian harta/nafkah dari pasangannya). Jadi yang perjaka dan duda bila kebelet harus kemana ? Yang punya bini mau cari variasi ? Masturbasi sendiri (onani) terus menerus ya bosan dan tidak nikmat...........bisa lecet-lecet. Ya kemana lagi .............................. ke rumah bordil, beli "seks ketengan" (eceran) dari PSK. Itulah sebabnya para pengelola dan penjaja Seksual optimis bisnisnya bakal tetap berkibar bahkan "booming" ditengah kemelut Resesi.


Regards

Wes, Australia

PS: Tulisan ringan ini sebagai selingan dari artikel-artikelku menyusul yang berat dan rumit-rumit.
 
Laporan tuh ^^ /heh
Iya,HIV siap melanda../pif
 
ya kebutuhan seks emang makin menggila neh....
seiring kemajuana teknologi juga!!!!
 
resesi = stress, stress = butuh hiburan, hiburan yg pas saat resesi = seks... =))

btw, seks ga mengenal kata resesi. Wong itu kebutuhan biologis yg selalu ada...:))
 
hahaha...jadi inget postingan siapa n dimana ya...lupa gw.
pokoknya di jepang sex sudah dianggap biasa.
jadi ga heran kalau industri film sex di jepang bisa dahsyat bro...lebih hebat (banyak) dari amrik katanya...
selain peminatnya banyak, bayarannya juga lumayan.

jadi ga sedikit wanita karir/ibu rumah tangga/wanita single yang jadi bintang film sex.
syaratnya cuma satu kok...usianya sudah mencukupi....
 
striptease tu nari nari bugil kan? hihihihi emang makin banyak bener yah?
 
seks mah bisnis yang nga pernah mati atuh, dan nafsu manusia selalu ada...jadi sama seperti bisnis makanan, nga akan mati tuh. lagian seks itu makanan juga, makanan biologis kan??? Hehe....tapi saya mah tidak mau ah begituan, buang uang untuk kenikmatan sesaat (anyway makan enak juga kenikmatan sesaat sih, nantinya jadi "hajat")....
 
Udah dilarang kan, ada UUnya sekarang loh, sampai ada razia juga....
 
bisnis yg ga ada matinya....
walau serem ntar kualatnya..
 
sampai kapanpun selama masih punya kelamin pasti bisnis seks pasti laris manis
 
walaupun di tutup2in tetap aja banyak yg mau buka2in.
 
Teman gw ada yg ortunya usaha Club malam juga, sampai 2 biji....
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.