Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Semasa pandemi ini saya cuma diam di rumah tanpa mengerjakan apapun. Ingin rasanya mencari hiburan namun taman hiburan ditutup untuk kepentingan bersama jadi saya mencari hiburan ke internet dimana segala macam hal ada disana.
JAV adalah salah satunya. Saat menonton JAV pernahkah kita terpikir bagaimana proses syutingnya? Apakah sama seperti syuting sinetron? Atau...
Setelah mencari cari akhirnya saya mendapat beberapa informasi yg merubah cara pandang saya kepada JAV. Layaknya segala sesuatu di dunia ini JAV juga memiliki sisi gelap yg tidak mengenakkan untuk diketahui jadi kalau anda tak harap tau maka segera berhenti membaca.
EKSPLOITASI
Berapa lama anda tahan mengerjakan sex? Jika anda mengira apa yg anda lihat di film adalah benar maka kenyataannya adalah tidak. Aktor pria JAV tidaklah dapat bertahan mengerjakan sex berjam jam jadi kebanyakan JAV mengerjakan trik potong sambung untuk menciptakannya terlihat lama.
Namun disinilah masalahnya, terkadang beberapa produser tidaklah sabaran jadi mereka menciptakan si pria minum obat obatan (atau disuntik) supaya dapat terus ereksi. Aktor perempuannya juga sering kali disuruh berpose macam macam & berkali kali mengerjakan penetrasi yg menyakitkan.
Kalau anda berpikir hendak masuk industri JAV karna merasa itu pekerjaan yg enak maka pikirkanlah lagi.
Gaji yg tak seberapa
Mungkin beberapa seniman top dapat mendapatkan puluhan juta sekali syuting namun bagaimana dengan amatir? Sedihnya seniman baru cuma akan mendapat sekitar 300 ribu untuk satu film. Jumlah segitu jelas amat kurang untuk kota kota akbar di jepang.
Satu satunya cara untuk meningkatkan bayaran mereka hanyalah bertahan atau mau disuruh mengerjakan fetish yg aneh aneh seperti BDSM atau lesbian. Sesulit itulah perjuangan para pemula industri ini. Tak heran banyak yg berhenti setiap harinya namun meski begitu masih lebih banyak yg masuk dibandingkan keluar.
PENYAKIT
Namanya juga seks bebas, apalagi tidak pakai kondom, wajar bila banyak penyakit mematikan yg dapat datang pada para pemain. Tuntutan kerja terkadang menciptakan mereka harus menomor dua kan keamanan demi terwujudnya film yg sempurna.
TERLECEHKAN
Masih ingat saat maria ozawa dilecehkan di bandara di Bali? Para seniman JAV terkenal pasti sering menarik perhatian kemanapun mereka pergi. Karna profesi mereka yg memang tak lazim menciptakan mereka kadang dilecehkan secara seksual.
Sedihnya hukum disana tidaklah memihak mereka. Mungkin para polisi disana menganggao itu hal biasa bagi para seniman bokep jadi mereka mengabaikannya & para seniman ini pun terpaksa menerimanya.
Depresi & Narkoba
Kalau anda berpikir sex itu menyenangkan maka seniman JAV tidak berpikir demikian. Banyak diantara mereka yg jatuh pada depresi & berakhir di dunia obat obatan terlarang. Mungkin mereka juga mengalami gejolak batin karna merasa hal yg mereka lakukan itu tidaklah benar.
Malu pada lingkungan sekitar & dihina masyarakat menciptakan banyak aktor JAV bunuh diri. Perlakuan selerti itu memang dapat menciptakan siapapun stress.
masa depan yg mengkhawatirkan
Ini cuma opini ptibadi saya tetapi apa ada yg mau menikahi mantan seniman porno? Well, buktinya ada karna beberapa seniman sukses membangun keluarga bahagia setelah meninggalkan industri ini.
Namun apakah yg semua yg mereka perbuat hilang? Tidak. Coba bayangkan kalau mereka punya anak lalu di masa depan anak tersebut menonton film yg dibintangi ibunya. Seperti apa perasaan anak tersebut? Lalu bagaimana kalau teman teman si anak ikut menonton film tersebut? Aduhhh
Pekerjaan tersebut sudah jadi tato digital yg tak akan dapat hilang & akbar kemungkinan aka. Digunjing masyarakat hingga generasi anak cucu.
Kalau agan berencana harap jadi aktor film porno maka pikirkanlah lagi. Jangan tergoda dengan mereka yg sudah sukses karna bisnis ini tidak semulus paha miyabi, secerah kulit sora aoi & semanis senyum fukada eimi.
Sekian dari saya mari berjumpa di thread saya yg lainnya.
Spoiler for untuk yg suka mulus mulus: