Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif kembali merevisi keputusan no 2976 tahun 2020 tentang Perpanjangan Pelaksanaan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) Masa Transisi Dalam Rangka Penanganan Pencegahan Penularan Covid-19 di Sektor Usaha Pariwisata Menuju Masyarakat Sehat, Aman & Produktif. Dalam keputusan tersebut disebutkan kalau salah saktor sektor usaha yg dapat beroperasi adalah bioskop, sejak tanggal 14 hingga 27 Agustus 2020. Namun, keputusan tersebut kembali dianulir, hingga batas waktu yg tidak ditentukan. Lalu, seberapa besar, akibat penularan Covid-19 di bioskop?
Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta nampaknya masih khawatir akan terjadi klaster baru di bioskop. Padahal, menurut beberapa studi, bioskop terbukti lebih aman. Hal itu ditambah dengan dari data yg ada, belum ditemukan klaster COVID-19 yg berasal dari bioskop. Hasil studi yg dilakukan oleh Technical University of Berlin membandingkan studio bioskop & ruang kantor. Ruang bioskop dianggap lebih kondusif karena dua faktor.
Pertama, jumlah aerosol cuma 0,3 persen yg dihirup di bioskop daripada kantor. Tak cuma itu, di dalam bioskop, orang-orang jarang berbicara satu sama lain. Kedua, sistem perputaran udara juga berbeda.
Dr. Natasha Tuznik, Profesor Asosiasi Kesehatan & Penyakit Menular UC Davis mengatakan bahwa di bioskop memang cenderung kondusif karena tiga faktor. Orang-orang tidak berbicara satu sama lain selama film berlangsung. Kemudian, pembatasan jarak dapat diterapkan dengan dibatasinya jumlah penonton. Terakhir, orang-orang menghadap ke arah yg sama, sehingga mengurangi risiko penularan," tutur dia.
Hal senada juga dihinggakan oleh Dr. Robert Lahita dari Medicine of New York Medical College. Ia menjelaskan bahwa dibukanya bioskop dikarenakan adanya tindakan yg tepat & aman. Membuka kembali bioskop dapat aman, selama ada tindakan yg tepat," ucap dia.
Semantara itu, Dr. Hitoshi Oshitani, pakar virulogi dari Tohoku University menjelaskan bahwa penyebaran COVID-19 banyak terjadi di tempat fitness, tempat karaoke, dimana orang-orang makan & minum bersama sembari bernyanyi bersama.
Peneliti lainnya, Noah Uhrig dari University of Essex mengatakan bahwa efek di dalam bioskop membawa kebahagiaan & kepuasan batin penonton. Hal ini akan mengurangi tekanan psikologis yg dijalani selama pandemi ataupun PSBB.
Hari ini 16:30
Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta nampaknya masih khawatir akan terjadi klaster baru di bioskop. Padahal, menurut beberapa studi, bioskop terbukti lebih aman. Hal itu ditambah dengan dari data yg ada, belum ditemukan klaster COVID-19 yg berasal dari bioskop. Hasil studi yg dilakukan oleh Technical University of Berlin membandingkan studio bioskop & ruang kantor. Ruang bioskop dianggap lebih kondusif karena dua faktor.
Pertama, jumlah aerosol cuma 0,3 persen yg dihirup di bioskop daripada kantor. Tak cuma itu, di dalam bioskop, orang-orang jarang berbicara satu sama lain. Kedua, sistem perputaran udara juga berbeda.
Dr. Natasha Tuznik, Profesor Asosiasi Kesehatan & Penyakit Menular UC Davis mengatakan bahwa di bioskop memang cenderung kondusif karena tiga faktor. Orang-orang tidak berbicara satu sama lain selama film berlangsung. Kemudian, pembatasan jarak dapat diterapkan dengan dibatasinya jumlah penonton. Terakhir, orang-orang menghadap ke arah yg sama, sehingga mengurangi risiko penularan," tutur dia.
Hal senada juga dihinggakan oleh Dr. Robert Lahita dari Medicine of New York Medical College. Ia menjelaskan bahwa dibukanya bioskop dikarenakan adanya tindakan yg tepat & aman. Membuka kembali bioskop dapat aman, selama ada tindakan yg tepat," ucap dia.
Semantara itu, Dr. Hitoshi Oshitani, pakar virulogi dari Tohoku University menjelaskan bahwa penyebaran COVID-19 banyak terjadi di tempat fitness, tempat karaoke, dimana orang-orang makan & minum bersama sembari bernyanyi bersama.
Peneliti lainnya, Noah Uhrig dari University of Essex mengatakan bahwa efek di dalam bioskop membawa kebahagiaan & kepuasan batin penonton. Hal ini akan mengurangi tekanan psikologis yg dijalani selama pandemi ataupun PSBB.