Biopori memiliki peran sebagai tempat resapan air. Biopori alami adalah lubang yang terbentuk secara alami oleh berbagai aktivitas fauna tanah, seperi cacing, rayap dan semut. Namun manusia juga bisa membuat Biopori. Biopori buatan biasanya diisi dengan sampah organik, dan hal ini akan mendorong terbentuknya Biopori alami. Inilah yang menjadi salah satu edukasi yang disampaikan kepada masyarakat Semarang melalui Workshop Eco Creativecity sebagai wujud komitmen PT ICI Paints Indonesia terhadap “sustainability”.
Banyak sekali manfaat yang didapat dari Biopori ini. Manfaat yang utama adalah meningkatkan daya resap air hujan ke dalam tanah. Makin banyak Biopori dibuat, makin banyak pula volume air yang terserap tanah, dengan kata lain Biopori ikut berperan mengurangi resiko banjir. Di samping itu, Biopori meningkatkan persediaan air bersih di dalam tanah, karena volume air yang diresap dalam tanah juga semakin bertambah.
Manfaat selanjutnya dari Biopori ini adalah sampah organik yang tertanam dalam lubang Biopori akan berubah menjadi kompos akibat aktivitas fauna tanah tadi. Dengan demikian, kesuburan tanah akan meningkat. Manfaat lainnya, jumlah sampah yang betebaran juga akan berkurang karena sampah-sampah tersebut khususnya sampah organik dapat di manfaatkan untuk diisi dalam Biopori buatan.
Manfaat terakhir yang juga sangat berguna adalah pencegahan pemanasan global yang menjadi isu masyarakat dunia dalam beberapa tahun terakhir. Sampah yang telah diuraikan oleh fauna tanah tadi dapat mengurangi emisi gas CO2 dan metan yang merupakan pemicu terjadinya efek rumah kaca dan pemanasan permukaan bumi dalam skala global.
Untuk membuat Biopori, peralatan yang dibutuhkan sangatlah sederhana. Sehingga masyarakat melalui edukasi yang dikemas dalam workshop ini, dapat dengan mudah untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman.
Berikut adalah beberapa bahan untuk membuat Biopori. Pertama adalah mulut lubang yang dibuat dari kaleng bekas cat Dulux. Selanjutnya adalah penutup lubang yang juga dapat memanfaatkan tutup kaleng bekas cat Dulux. Penutup ini perlu untuk dilubangi di beberapa bagian, untuk memberikan jalan air hujan masuk ke dalam Biopori buatan. Namun Lubang Biopori juga perlu ditutup untuk mencegah benda-benda asing masuk ke dalam lubang.
Bahan selanjutnya yang harus disiapkan adalah kaleng bekas cat Dulux berukuran galon yang sudah dilubangi sekelilingnya, untuk menahan tanah di sekitar lubang agar tak longsor. Selain itu, Sampah organik dari dedaunan untuk guna mendorong terjadinya aktivitas fauna tanah. Terakhir, bahan yang diperlukan adalah sedikit semen untuk memperkuat tanah di sekitar mulut Biopori.
Langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam pembuatan Biopori yang pertama adalah membuat lubang bulat seperti tabung tegak dengan garis tengah 10 sentimeter, dan pada kedalaman sekitar 100 sentimeter. Kemudian isi lubang Biopori dengan sampah organik yang berasal dari sisa tanaman atau dedaunan. Isilah sampah secara terus menerus jika isi sampah mulai menyusut. Perkuatlah mulut lubang dengan semen agar tahan lama. Biopori pun siap berfungsi untuk memberikan manfaat yang berlimpah bagi lingkungan.
Workshop ini berlangsung di tiga tempat di Kota Semarang, yakni di Banyumanik, Candisari, dan Gajah Mungkur dan dengan adanya workshop ini, masyarakat diharapkan mampu untuk menangani permasalahan lingkungan dengan mandilu dan berkelanjutan. Sehingga dengan demikian, tagline Dulux yang berbunyi Adding colour to people’s Live telah dibuktikan, salah satunya dengan workshop Eco Creativecity ini yang memberikan warna cerah bagi masa depan lingkungan Semarang

http://dulux.co.id