Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
HAI-Online.com -Sebuah video mengenai seseorang yg tiba-tiba nggak dapat nutup kembali mulutnya setelah menguap terlalu lebar viral di media sosial Instagram.
Postingan tersebut diunggah oleh akun @dr.helmiyadi_hk.
Jangan menguap terlalu lebar & ketawa terlalu ngakak kalau tidak mau seperti ini," tulis akun tersebut dalam keterangan video.
Sampai dengan saat ini postingan tersebut sudah disukai oleh lebih dari 9.943 pengguna. Beragam komentar warganet muncul terkait peristiwa tersebut.
Lantas, kenapa hal tersebut dapat terjadi?
Konfirmasi Kompas.com
Pengunggah video,dr Helmiyadi Kuswardhana menceritakan kondisi pasien yg nggak dapat menutup mulut tersebut mengalami dislokasi pada rahang. Helmiyadi merupakan dokter di RSUD Haji Makassar sekaligus pemilik Klinik HK Medical Center Makassar.
Pada pasien kemarin karena pasien menguap terlalu lebar, terang Helmiyadi saat dikonfirmasiKompas.com, Senin (30/11/2020). Ia menjelaskan dislokasi pada rahang dapat terjadi karena terjadi kelemahan otot, ligament, & kapsul di daerah TMJ (temporo-mandibular joint).
Kelemahan tersebut menurutnya dapat terjadi karena disebabkan beberapa hal, di antaranya:
-Riwayat trauma (kecelakaan lalu-lintas, kecelakaan olahraga, ditinju, riwayat dislokasi sebelumnya)
-Over aktifitas (menguap terlalu lebar, tertawa terlalu ngakak, menggigit makanan yg ukuran lebih akbar dari mulut, menggigit makanan yg keras, muntah hebat)
-Penyakit bawaan (epilepsi)
Helmiyadi mengingatkan, apabila terjadi kondisi dislokasi rahang sebagaimana yg terjadi di video, harus segera membawanya ke Unit Gawat Darurat (UGD).
Sebab, mengatakan pemilik Chanel Youtube dr. Helmiyadi SpOT itu, kalo nggak segera ditangani dapat mengakibatkan otot bengkak & penanganan harus dilakukan di kamar operasi untuk dilakukan pembiusan serta diberi relaksan otot.
Kalau tambah lama jadi kronik bahkan harus dioperasi untuk mengembalikannya, tuturnya.
Ia menjelaskan, setelah dikembalikan ke posisi semula, maka posisi tulang rahang masih harus dipertahankan mengpakai perban kepala selama tiga hari.
Adapun saat makan, minum, maupun berbicara, mulut dijaga supaya nggak terlalu terbuka lebar guna mencegah terjadinya dislokasi lagi. Pada pasien yg ditanganinya di video tersebut, Helmi menceritakan, dislokasi rahang menyebabkan pasien mengalami kesulitan menutup mulutnya, kesakitan, & nggak dapat bicara.
Dislokasi rahang umumnya terjadi pada usia tua, akan tetapi nggak menutup kemungkinan anak muda dapat mengalaminya.
Seharusnya pada usia tua, tetapi karena kebiasaan anak muda sekarang yg terlalu over, misalnya suka ketawa ngakak apalagi kalau lagi kumpul bareng teman-teman, sehingga dapat dislokasi, terangnya.
Pencegahan
Helmiyadi mengatakan ada sejumlah hal yg dapat dilakukan guna menghindari terjadinya dislokasi rahang. Di antaranya mencegah terjadinya benturan di area rahang dengan nggak lupa mengenakan helm saat berkendara atau pengaman kepala saat berolahraga.
Selain itu, ketika makan sebaiknya menghindari makanan yg terlalu keras. Kalo makanan berukuran besar, maka sebaiknya makanan tersebut dipotong kecil-kecil.
Hindari menguap terlalu lebar & ketawa terlalu ngakak, ujarnya. Terakhir, ia mengingatkan kalo ada penyakit bawaan seperti epilepsi maka harus segera pergi berobat.
Spoiler for video:
Hari ini 07:25
Postingan tersebut diunggah oleh akun @dr.helmiyadi_hk.
Jangan menguap terlalu lebar & ketawa terlalu ngakak kalau tidak mau seperti ini," tulis akun tersebut dalam keterangan video.
Sampai dengan saat ini postingan tersebut sudah disukai oleh lebih dari 9.943 pengguna. Beragam komentar warganet muncul terkait peristiwa tersebut.
Lantas, kenapa hal tersebut dapat terjadi?
Konfirmasi Kompas.com
Pengunggah video,dr Helmiyadi Kuswardhana menceritakan kondisi pasien yg nggak dapat menutup mulut tersebut mengalami dislokasi pada rahang. Helmiyadi merupakan dokter di RSUD Haji Makassar sekaligus pemilik Klinik HK Medical Center Makassar.
Pada pasien kemarin karena pasien menguap terlalu lebar, terang Helmiyadi saat dikonfirmasiKompas.com, Senin (30/11/2020). Ia menjelaskan dislokasi pada rahang dapat terjadi karena terjadi kelemahan otot, ligament, & kapsul di daerah TMJ (temporo-mandibular joint).
Kelemahan tersebut menurutnya dapat terjadi karena disebabkan beberapa hal, di antaranya:
-Riwayat trauma (kecelakaan lalu-lintas, kecelakaan olahraga, ditinju, riwayat dislokasi sebelumnya)
-Over aktifitas (menguap terlalu lebar, tertawa terlalu ngakak, menggigit makanan yg ukuran lebih akbar dari mulut, menggigit makanan yg keras, muntah hebat)
-Penyakit bawaan (epilepsi)
Helmiyadi mengingatkan, apabila terjadi kondisi dislokasi rahang sebagaimana yg terjadi di video, harus segera membawanya ke Unit Gawat Darurat (UGD).
Sebab, mengatakan pemilik Chanel Youtube dr. Helmiyadi SpOT itu, kalo nggak segera ditangani dapat mengakibatkan otot bengkak & penanganan harus dilakukan di kamar operasi untuk dilakukan pembiusan serta diberi relaksan otot.
Kalau tambah lama jadi kronik bahkan harus dioperasi untuk mengembalikannya, tuturnya.
Ia menjelaskan, setelah dikembalikan ke posisi semula, maka posisi tulang rahang masih harus dipertahankan mengpakai perban kepala selama tiga hari.
Adapun saat makan, minum, maupun berbicara, mulut dijaga supaya nggak terlalu terbuka lebar guna mencegah terjadinya dislokasi lagi. Pada pasien yg ditanganinya di video tersebut, Helmi menceritakan, dislokasi rahang menyebabkan pasien mengalami kesulitan menutup mulutnya, kesakitan, & nggak dapat bicara.
Dislokasi rahang umumnya terjadi pada usia tua, akan tetapi nggak menutup kemungkinan anak muda dapat mengalaminya.
Seharusnya pada usia tua, tetapi karena kebiasaan anak muda sekarang yg terlalu over, misalnya suka ketawa ngakak apalagi kalau lagi kumpul bareng teman-teman, sehingga dapat dislokasi, terangnya.
Pencegahan
Helmiyadi mengatakan ada sejumlah hal yg dapat dilakukan guna menghindari terjadinya dislokasi rahang. Di antaranya mencegah terjadinya benturan di area rahang dengan nggak lupa mengenakan helm saat berkendara atau pengaman kepala saat berolahraga.
Selain itu, ketika makan sebaiknya menghindari makanan yg terlalu keras. Kalo makanan berukuran besar, maka sebaiknya makanan tersebut dipotong kecil-kecil.
Hindari menguap terlalu lebar & ketawa terlalu ngakak, ujarnya. Terakhir, ia mengingatkan kalo ada penyakit bawaan seperti epilepsi maka harus segera pergi berobat.

Spoiler for video:
Hari ini 07:25