Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis . Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
|
LOUNGE |
TANYA JAWAB |
KESEHATAN |
MUSIC |
MOVIES |
OLAHRAGA |
KULINER |
ANIME |
JOKES
GAMES |
COMPUTER |
OTOMOTIF |
PETS |
PONSEL |
DEBATE |
GALLERY |
YOUTH |
BERITA & POLITIK
CURHAT |
RELIGI |
MISTERI |
GAYA HIDUP |
EDUKASI |
SARAN |
TEST
|
JavaScript is disabled. For a better experience, please enable JavaScript in your browser before proceeding.
You are using an out of date browser. It may not display this or other websites correctly.
You should upgrade or use an
alternative browser .
bikin puisi dengan 1 kata
ini puisi bukan cerita
mulai saja dari saya yach
BINTANG...
biasa bagaikan diterpa oleh badai
lalu aku bertahan sampai titik momentum
pergantian tahun baru yang meriah
namun pada akhirnya kita akan selalu
berjalan menuju
biasa bagaikan diterpa oleh badai
lalu aku bertahan sampai titik momentum
pergantian tahun baru yang meriah
namun pada akhirnya kita akan selalu
berjalan menuju sesuatu
biasa bagaikan diterpa oleh badai
lalu aku bertahan sampai titik momentum
pergantian tahun baru yang meriah
namun pada akhirnya kita akan selalu
berjalan menuju sesuatu tempat
biasa bagaikan diterpa oleh badai
lalu aku bertahan sampai titik momentum
pergantian tahun baru yang meriah
namun pada akhirnya kita akan selalu
berjalan menuju sesuatu tempat indah
biasa bagaikan diterpa oleh badai
lalu aku bertahan sampai titik momentum
pergantian tahun baru yang meriah
namun pada akhirnya kita akan selalu
berjalan menuju sesuatu tempat indah
dimana
biasa bagaikan diterpa oleh badai
lalu aku bertahan sampai titik momentum
pergantian tahun baru yang meriah
namun pada akhirnya kita akan selalu
berjalan menuju sesuatu tempat indah
dimana kamu
biasa bagaikan diterpa oleh badai
lalu aku bertahan sampai titik momentum
pergantian tahun baru yang meriah
namun pada akhirnya kita akan selalu
berjalan menuju sesuatu tempat indah
dimana kamu bisa
biasa bagaikan diterpa oleh badai
lalu aku bertahan sampai titik momentum
pergantian tahun baru yang meriah
namun pada akhirnya kita akan selalu
berjalan menuju sesuatu tempat indah
dimana kamu bisa membuat
biasa bagaikan diterpa oleh badai
lalu aku bertahan sampai titik momentum
pergantian tahun baru yang meriah
namun pada akhirnya kita akan selalu
berjalan menuju sesuatu tempat indah
dimana kamu bisa membuat aku
biasa bagaikan diterpa oleh badai
lalu aku bertahan sampai titik momentum
pergantian tahun baru yang meriah
namun pada akhirnya kita akan selalu
berjalan menuju sesuatu tempat indah
dimana kamu bisa membuat aku terpana
biasa bagaikan diterpa oleh badai
lalu aku bertahan sampai titik momentum
pergantian tahun baru yang meriah
namun pada akhirnya kita akan selalu
berjalan menuju sesuatu tempat indah
dimana kamu bisa membuat aku terpana
melihat
biasa bagaikan diterpa oleh badai
lalu aku bertahan sampai titik momentum
pergantian tahun baru yang meriah
namun pada akhirnya kita akan selalu
berjalan menuju sesuatu tempat indah
dimana kamu bisa membuat aku terpana
melihat hamparan
biasa bagaikan diterpa oleh badai
lalu aku bertahan sampai titik momentum
pergantian tahun baru yang meriah
namun pada akhirnya kita akan selalu
berjalan menuju sesuatu tempat indah
dimana kamu bisa membuat aku terpana
melihat hamparan padi
biasa bagaikan diterpa oleh badai
lalu aku bertahan sampai titik momentum
pergantian tahun baru yang meriah
namun pada akhirnya kita akan selalu
berjalan menuju sesuatu tempat indah
dimana kamu bisa membuat aku terpana
melihat hamparan padi menghijau
biasa bagaikan diterpa oleh badai
lalu aku bertahan sampai titik momentum
pergantian tahun baru yang meriah
namun pada akhirnya kita akan selalu
berjalan menuju sesuatu tempat indah
dimana kamu bisa membuat aku terpana
melihat hamparan padi menghijau nan
biasa bagaikan diterpa oleh badai
lalu aku bertahan sampai titik momentum
pergantian tahun baru yang meriah
namun pada akhirnya kita akan selalu
berjalan menuju sesuatu tempat indah
dimana kamu bisa membuat aku terpana
melihat hamparan padi menghijau nan luas
biasa bagaikan diterpa oleh badai
lalu aku bertahan sampai titik momentum
pergantian tahun baru yang meriah
namun pada akhirnya kita akan selalu
berjalan menuju sesuatu tempat indah
dimana kamu bisa membuat aku terpana
melihat hamparan padi menghijau nan luas
terbentang
biasa bagaikan diterpa oleh badai
lalu aku bertahan sampai titik momentum
pergantian tahun baru yang meriah
namun pada akhirnya kita akan selalu
berjalan menuju sesuatu tempat indah
dimana kamu bisa membuat aku terpana
melihat hamparan padi menghijau nan luas
terbentang dari
biasa bagaikan diterpa oleh badai
lalu aku bertahan sampai titik momentum
pergantian tahun baru yang meriah
namun pada akhirnya kita akan selalu
berjalan menuju sesuatu tempat indah
dimana kamu bisa membuat aku terpana
melihat hamparan padi menghijau nan luas
terbentang dari utara
biasa bagaikan diterpa oleh badai
lalu aku bertahan sampai titik momentum
pergantian tahun baru yang meriah
namun pada akhirnya kita akan selalu
berjalan menuju sesuatu tempat indah
dimana kamu bisa membuat aku terpana
melihat hamparan padi menghijau nan luas
terbentang dari utara menuju
|
JAKARTA |
BANDUNG |
PEKANBARU |
SURABAYA |
SEMARANG
|