• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Internasional Bikin Berita Bohong Wartawan Taiwan Dipecat

steven yan

IndoForum Junior D
No. Urut
208832
Sejak
2 Jan 2013
Pesan
1.870
Nilai reaksi
23
Poin
38
YCX8.jpg

Seorang wartawan Taiwan dipecat lantaran kedapatan membuat berita bohong tentang sebuah rumah makan yang menolak menjual makanannya ke warga negara Filipina.

Kabar itu sebelumnya sempat memicu kontroversi mengingat antara kedua negara saat ini memang tengah bersitegang menyusul insiden di Selat Bashi dua pekan lalu ketika seorang nelayan Taiwan tewas tertembak peluru kapal patroli penjaga pantai Filipina.

Jurnalis yang hanya disebut dengan nama Cheng itu mem-posting sebuah cerita di akun Facebook-nya, berisi "kesaksiannya" melihat sebuah restoran menolak menjual makan siang ke dua orang perempuan setelah mengetahui mereka berasal dari Filipina.

Tidak cuma itu, bahkan ketika atasan Cheng minta dipertemukan dengan pemilik tempat makan untuk memverifikasi, Cheng dengan nekat menyuruh orang mengaku-ngaku.

Belakangan, seperti dikabarkan surat kabar Lih Pao, Cheng akhirnya mengaku semua cerita itu hanyalah karangan dia.

Penipuan serupa juga sebelumnya sempat dilakukan seorang perempuan, yang hanya diidentifikasi dengan nama Tung, Rabu (15/5/2013).

Dia mengaku membantu membelikan makanan untuk seorang pekerja Filipina setelah sebuah tempat makan menolak melayani.

Cerita palsu itu juga dia unggah di akun Facebook-nya. Pemerintah dan rakyat Taiwan memang masih berang dan telah menolak dua kali permintaan maaf Pemerintah Filipina atas insiden di Selat Bashi itu.

Pihak Taiwan menyebut insiden itu sebagai aksi pembunuhan berdarah dingin, sementara pihak Filipina menyebut tembakan terpaksa dilakukan untuk membela diri dari aksi nekat kapal nelayan yang mencoba menabrakkan diri ke kapal patroli mereka.

Pemerintah Taiwan telah menjalankan sejumlah sanksi terhadap Filipina. Namun, Presiden Ma Ying-jeou sebelumnya juga menjamin keselamatan 87.000 orang pekerja migran Filipina yang ada di negerinya.
 
wah..kenapa begitu yah?
lagi perang malah dibikin makin panas suasana nya..
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.