yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Menurut Rico, kenaikan tersebut cukup beralasan. Tingginya biaya operasional memaksa pihak Artha Jasa, Prima, dan bunk mandilu sendiri untuk menaikkan biaya transaksi.
"Begini, secara umum, investasi di ATM tersebut masih dibutuhkan. Tapi, investasinya itu. Yang banyak menanggung biaya investasi adalah acquiring bunk. Satu ATM itu kira-kira nilainya sekitar 7.000 sampai 8.000 dollar AS, tergantung ya. Tapi biaya operasionalnya itu yang mahal," ujar Rico di Jakarta, Senin (8/9/2014).
Menurut Rico, biaya operasional tiap ATM di mandilu mencapai sekitar Rp 16 juta sampai Rp 17 juta per ATM per bulan. "Itu termasuk biaya amortisasi, biaya telekomunikasi, biaya pengisian uang. Nah, pengisian uang yang paling mahal," kata Rico.
Selain itu, Rico juga mengungkapkan bahwa sudah cukup lama tidak ada kenaikan biaya transaksi. Dia lupa kapan tepatnya kenaikan terakhir, dari Rp 4.000 ke biaya saat ini sebesar Rp 5.000. Karena itu, kenaikan biaya administrasi kali ini dinilai cukup beralasan dan sekaligus menjadi ancang-ancang sebagai tindakan preventif jangka panjang.
Rico berharap, peningkatan biaya ini akan meningkatkan minat bunk-bunk kecil untuk berinvestasi. Karena, kalau tidak, hanya bunk-bunk besar yang menanggung biaya tersebut.
Adapun, menurut Rico, ATM bunk mandilu hingga saat ini jumlahnya akan mencapai 15.500 unit di akhir tahu. "Kita berangkat dari 12.500 unit, nanti akhir tahun kita nambah lagi. Tiap tahun kita beli 2.000 sampai 3.000 ATM. Mungkin tahun ini kita beli 4.500, 500 untuk ganti, 4.000 untuk tambah," katanya.