• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Bias Perjuangan Kaum Feminis

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Bias Perjuangan Kaum Feminis


Sejauh apapun manusia menjelajah semesta, tetap saja topik mendefinisikan wanita sering menciptakan kebingungan, di perparah lagi karena yg di perdebatkan malah bangga jadi bahan peredebatan.

Sebenar nya kalau di lihat dari apa yg mereka gemari saja seperti kepada fasion, perhiasan itu sudah sangat dapat di definisikan bahwa perempuan itu sangat berharha & harap di hargai. Lain hal nya dengan pria yg apa yg dia lakukan adalah untuk melindungi semua itu. Perang para laki- laki dikirim di garis depan sangat menjelaskan nyawanya saja tidak lebih berharga dari perempuan.

Bias Perjuangan Kaum Feminis


Dari sini saja secara esensi memang wanita itu lebih berharga. Namun mereka juga lupa, bahwa ketika si perempuan mengerahkan segala upaya untuk menjadikan dirinya lebih berharga, tetapi sadarkah usaha itu memperkecil malam memperkecil kemampuan. Semisal perempuan mengpakai high heels menjadikan nya lebih menarik tentu & lebih berharga, tetapi jadi ga dapat lari.

Berbeda denga perempuan, laki - laki tidak peduli dengan semua itu (walaupun ada satu dua), sifat laki - laki adalah mengoptimalkan kemampuan, makanya suka pada ikut Tawuran, perang, jadi mamang - mamang yg benerin listrik tanpa pengaman, yg mana itulah kebanggan seorang lelaki dengan mengurangi harga nyawanya.

Bias Perjuangan Kaum Feminis


Ini jadi pertanyaan juga bagi manusia pada biasa nya baik laki - laki atau perempuan, Jadi teman tidur 100jt dalam beberapa jam wanita masih di anggap murahan, yg temen cowok nya banyak, wanita mata keranjang ean sebagai nya di sebut murahan, seberapa mahal sebenar nya perempuan itu sehingga kita seringkali memberikan bandrol pada mereka. Dan ini tidak terjadi kepada laki - laki padahal ya sama saja ada yg playboy nakal seperti itu tetapi tidak ada cap lelaki murahan, apakah ada bias Gender disini?.

Bias Perjuangan Kaum Feminis


Banyak kasus yg melibatkan laki - lali karena tidak dapat menahan libido nya, seperti Tukang ojek yg di laporkan pelanggan nya seorang perempuan, karena dia di pegang pantat nya, mungkin sudah kelewat batas libido si mamang ini, yg memang di akui pada saat di perjalanan mamang ojek ini juga sempat mengajak ngobrol ke arah mesum mungkin di pikiran nya siapa tau juga cari kesempatan. Setibanya di rumah dia turun & melaporkan kejadian tersebut kepada keluarganya & langsung di laporkan. Karena merasa tidak di gubris laporan nya, keluarga si perempuan berinisiatif untuk memviralkan kannya dengan menyebar kan di media sosial foto si mamang ojek ini & tidak lama memang tertangkap.

Bias Perjuangan Kaum Feminis


Kita kesampingkan masalah Moral dulu di bagian sini & kita lihat apa yg di dapat si mamang ojek itu. Anak nya di bully di sekolah, istrinya minta cerai, tidak dapat bekerja lagi karena di proses secara hukum juga, ini nasib yg di terima si laki - laki. Dan apa yg di dapatkan si perempuan rugi apa?, Dengan tidak melibatkan moral dulu di bagian ini tentunya, apakah dia rugi karena di pegang? Oke faktanya di pegang tetapi dengan apa yg terjadi kepada si pria, bukan kah ini sangat jomplang sekali ya.


Anggap lah si perempuan ini trauma & sempat nangis juga pas saat kejadian, tetapi tetap saja trauma nya ini karena apa, Rugi apa? Ini cuma dekonstruksi saja tidam menyinggung moralitas, kenyataan nya si perempuan tidak apa - apa juga, tidak ada yg tergores, tidak juga ada bagian tubuhnya yg hilang, tetapi tetap saja meskipun sudah di ceritakan seperti ini dimana terlihat sangat jomplang sekali, tetap yg akan di hakimi oleh orang - orang adalah si mamang ojek tadi. Kurang mahal apalagi perempuan hampir tidak di apa - apakan saja yg disalahkan tetap si laki - lakinya.
Jadi berapa sebenarnya harga perempuan?


Ini saya alamatkan juga sebagai kritik kepada filsafat feminisme, dari zaman dulu masyarakat sudah memilah gender, & juga memilah kriteria untuk menghargai laki - laki & perempuan dimana laki - laki di maknai berdasarkan kemampuan & perempuan berharga atas dasar "essensial" nya. Makanya dalam hubungan dinilai baik kalau perempuan di lindungi oleh pria, bentuk idealnya seperti itu bukan? .

Bias Perjuangan Kaum Feminis


Berbicara tentang kecelakaan yg akan di utamakan adalah perempuan & anak - anak, laki - laki di biarkan saja dulu. Dan kenapa juga di zaman sekarang yg harus mendekati atau mengajak pada suatu komitmen, masih saja si pria ini yg harus terlebih dahulu mengejar & menyatakan, kalu bukan karena lelaki yg di pandang ber kemampuan & wanita yg di nilai berhaga, lomba & perjuangan tetap milik laki - laki yg harus sanggup juga menahan sakit hati, tekanan & sebagainya (katanya).


Sekali lagi si pria mengurangi ke berhargaan nya untuk mengejar kemampuan sedangkan si wanita mengejar ke berhargaan dengan mengurangin kemampuan (filosopi zaman dulu). Sekarang kita pertanyakan laginyang menciptakan perempuan itu berharga apa?, Laki - laki juga dapat berharga tetapi bukan berdasarkan esensi, laki - laki di anggap berharga karena eksistensinya, kemampuan nya, dapat mencipta, berkuasa & sebagai nya, tetapi wanita berharga sudah dari kodrat nya (essensi).

Bias Perjuangan Kaum Feminis


Contoh saat ini wanita langsung akan dihargai dengan cuma memperlihat kan ke berhargaan nya seperti nampang saja di tv, youtube, & di media lain nya tanpa mengerjakan apa - apa. Sedang kan untuk si pria akan di hargai di media yg sama, tetapi dengan kemampuan tang dia miliki bahkan tidak sedikit muka si pria tidak di ekspos yg di ekspos adalah kemampuan & daya ciptanya. Begitupun dengan foto, si pria akan susah payah untuk mendapat eksistensi dengan berfoto di puncak gunung & sebagai nya sementara wanita cukup menampilkan foto paras saja.

Bias Perjuangan Kaum Feminis


Sekali lagi ini di karenakan si pria mengedepan kan kemampuan & si wanita memang pada dasarnya berharga.

Untuk menjawab pertanyaan di saat ini dengan apa yg menciptakan perempuan lebih berharga dari pria adalah perempuan dapat bereproduksi & di liputi atribut sexsualitas. Maka dari itu segala upaya yg di lakukan oleh perempuan di fokus kan pada sexsualitas & reproduksi. Jika ada perkataan perempuam tidak boleh keluar malam - malam, atau tampil terlalu seksi itu semua tidak lepas kaitan nya dengan reproduksi & seksual.

Bias Perjuangan Kaum Feminis


Coba kita sematkan & apa yg terjadi si masyarakat pada biasa nya, tentu ini bukan bentuk ideal & bukan pandangan psikologis, kalau dapat dinyatakan sebagai filsafat silahkan, seperti mengatakan nakal & tampil berani.

Pria itu nakal, pria itu berani, oke hingga disini atribut nakal yg di sematkan pada laki - laki ya cuma seperti itu.

Perempuan itu nakal, perempuan itu tampil berani, secara skala mayoritas apa yg di pikirkan orang / masyarakat akan kembali lagi pada masalah sexualitas & reproduksi tadi.

Dari sini apa sudah dapat di takar berapa harga perempuan?

Saya kira kalau di lihat dari psikologis bahwa pada naluri dasarnya manusia adalah mempertahankan diri & mempertahan kan spesies. Dua naluri dasar ini di persatukan antara pria yg mempertahankan diri & pasangannya & wanita yg mempertahan kan spesies & dirinnya dari generasi ke generasi. Dan kedua naluri dasar itu dapat ter akomodasi karena terciptanya pernikahan.

Bias Perjuangan Kaum Feminis


Jadi harga perempuan itu bagi laki - laki bukan berapa, tetapi harga perempuan itu adalah sayang kasih, perlindungan, & kesetiaan.

Hubungan timbal balik nya adalah laki - laki menyerahkan kemampuan, pertahan diri & seluruh yg dia miliki untuk mendapatkan layanin seks & reproduksi, sedangkan si perempuan memberikan reproduksi & layanin seksnya untuk mendapat proteksi kasih sayang & seluruh kebutuhan dasar yg di butuhkan manusia.

Hari ini 17:23
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.