• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

BI: Terdapat 4 Lembar Uang Palsu Per Rp 1 Juta

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
3zWhA.jpg
Deputi Gubernur bunk Indonesia (BI) Ronald Waas menyatakan hingga paruh pertama tahun 2014 atau bulan Juli, tingkat pemalsuan uang di Tanah Air masih cukup rendah. bunk sentral berharap tren pemalsuan uang pada tahun ini terus berada pada tingkat yang rendah.

"Per Juli ini tetap rendah, 4 lembar per Rp 1 juta. Trennya tidak ada lonjakan," kata Ronald kepada wartawan di kantornya, Senin (14/7/2014).

Pada tahun 2013 lalu, Ronald menjelaskan rasio uang palsu mencapai kisaran 8 lembar per Rp 1 juta. Meskipun demikian, bunk sentral tidak memiliki target spesifik peredaran uang palsu, meskipun memang harus terus berkurang.

"Sosialisasi kita jalan terus, ke masyarakat. Sama Polri juga kita kerjasamanya terus. Mudah-mudahan tahun ini di bawah 8 (lembar)," ujar Ronald.

Lebih lanjut, Ronald mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan teliti dalam bertransaksi menggunakan uang. Apabila menemukan uang palsu, ia meminta masyarakat membawanya ke kantor BI terdekat. "(Bila menemukan uang palsu) Diserahkan ke BI," kata dia.

Sebelumnya, BI telah meminta meminta masyarakat mewaspadai peredaran uang palsu pada bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Sebab, pada periode tersebut permintaan uang tunai cenderung meningkat.

"Ada kenaikan peredaran uang, utamanya ada gaji ke-13 (PNS dan anggota TNI serta Polri), liburan anak sekolah, libur Lebaran, dan Ramadhan. Ini menyebabkan pertambahan uang beredar dan memungkinkan beredarnya uang palsu," kata Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Lambok Antonius Siahaan.

Adapun pecahan uang yang paling banyak dipalsukan adalah yang sering ditarik masyarakat melalui mesin ATM, yakni pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000.
 
harus segera diberantas peredaran uang palsu. agar tidak merugikan masyarakat
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.