yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Menurut Chief Economist PT bunk Tabungan Negara (bed) Agustinus Prasetyantoko, dengan kenaikan suku bunga acuan BI, bunk-bunk akan ketat menaikkan suku bunga danang murah seperti tabungan, giro, dan deposito.
"Dengan demikian, maka biaya danang (cost of fund) bunk akan meningkat," ujar Agustinus di Jakarta, Minggu 1 September 2013.
Dalam kondisi peningkatan biaya danang tersebut, bunk tentunya tidak ingin labanya turun. Menurut hematnya, bunk akan mencoba tetap mempertahankan margin keuntungan bersih atau net interest margin. Dan hasilnya, bunga kredit akan menyesuaikan ke atas.
"Kenaikan suku bunga salah satu faktor penting, kredit makin mahal dan kredit macet akan meningkat," kata Agustinus di Jakarta, Minggu 1 September 2013.
Menurutnya, mahalnya suku bunga kredit tentu akan menyusahkan masyarakat. Sehingga, dampaknya permintaan kredit diperkirakan akan mengalami penurunan.
Penurunan permintaan ini, lanjutnya, lebih disebabkan oleh depresiasi nilai tukar rupiah dan ketidakstabilan ekonomi dalam negeri.
"Permintaan akan menurun karena dua faktor. Pertama, pendapatan masyarakat menurun akibat depresiasi nilai tukar, ditambah lagi perlambatan ekonomi, dan kedua tingginya angka inflasi yang diperkirakan mencapai sembilan persen tahun ini," jelasnya.
Menjalar ke properti
Selain itu, ia juga memprediksi, penawaran kredit di sektor properti juga akan melambat. Keterlambatan ini disebabkan oleh aturan BI mengenai kenaikan Loan to Value (LTV) untuk rumah kedua dan ketiga dengan tipe di atas 70 meter persegi.
"Yang lebih berat dari sisi penawaran kredit properti melambat. Karena aturan LTV, ditambah dengan kenaikan bahan baku. Jadi harga akan naik," ungkap Agustinus.