Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Spoiler for download:
Untuk kali ini di Forum the lounge yg mana oleh pihak Kaskus, di tunjukkan sebagai wadah atau tempat pengumpulan tulisan, untuk event creator #RamadanBerkah, yg diadakan pada bulan April tahun 2021 ini.
Dan saat menjelang ramadan, biasanya warga Jakarta memiliki banyak sekali kegiatan, seperti main beleguran, memukul beduk, main petasan & juga mengantarkan rantang makanan kepada para tetangga di dekat rumah, ataupun menuju ke rumah saudara.
Nah sekarang yg akan saya bahas untuk perdana kali adalah bermain beleguran atau juga petasan
Beleguran atau di sebut juga dengan meriam sundut sudah jadi ciri khas dari masyarakat betawi, yg mana ketika menjelang Ramadan akan di nyalakan untuk sekedar mengadakan bahwasanya bulan puasa sudah datang.
Para pemuda biasanya mencari batangan bambu & merakitnya jadi sesuatu yg di namakan beleguran, yg mana memakai bahan karbit sebagai sumbu utama untuk membunyikannya setelah di sundut dengan api. Lalu mengeluarkan bunyi yg sangat keras seperti halnya dengan petasan.
Namun beleguran sudah mulai di tinggalkan, walaupun masih sebagai kecil yg masih mengerjakan. Tradisi memasang beleguran berganti dengan menyalahkan petasan atau kembang api.
Lalu sekarang saya membahas tentang memukul beduk, sebagai bahan seremoni yg masih dilakukan di sebuah mesjid ataupun mengelilingi kampung sambil menabuh beduk.
Tradisi ini dilakukan selama menjelang puasa hingga penutupan puasa, yaitu malam takbiran. Tujuan awalnya memukul beduk di hari perdana ialah sebagai tanda bahwasanya bulan puasa sudah datang menghampiri.
Sedangkan di hari hari berikutnya, pemukulan beduk dilakukan untuk membangunkan para umat muslim untuk bangun sahur & waktunya buka puasa sudah tiba.
Bahkan kadang ada atraksi pawai beduk, yg di buat oleh para remaja mesjid, untuk menciptakan bulan puasa lebih ramai lagi.
Lalu yg saya tau selain itu semuanya adalah mengantarkan makanan matang ke rumah-rumah tetangga yg kemudian di tukar makanan pula dari para tetangga yg mengantarkan rantangan tersebut.
Isi rantang biasanya makanan untuk sahur pada esok harinya. Hal ini dilakukan untuk sebuah penyambung silahturahmi, kebersamaan dalam bermasyarakat berbangsa & bernegara. Agar terlihat kesatuan & persatuan nya utuh & lebih mempererat tali persaudaraan antaranya.
Walaupun berbeda-beda suku bahasa, agama & keyakinan serta warna kulit yg dimilikinya. Biasanya para warga Jakarta saling bertukaran makanan rantangan dari berbagai bahan & isinya. Bisa berupa lauk-pauk, buah-buahan, sayur-mayur & aneka kueh khas dari Betawi.
Namun seiring berjalannya waktu tradisi ini cuma beberapa saja yg masih mengerjakannya, sudah banyak orang kota yg meninggalkan tradisi tersebut.
Opini pribadi
Link gambarnya dari Instagram
Instagram
Instagram
Instagram Hari ini 03:22
Untuk kali ini di Forum the lounge yg mana oleh pihak Kaskus, di tunjukkan sebagai wadah atau tempat pengumpulan tulisan, untuk event creator #RamadanBerkah, yg diadakan pada bulan April tahun 2021 ini.
Dan saat menjelang ramadan, biasanya warga Jakarta memiliki banyak sekali kegiatan, seperti main beleguran, memukul beduk, main petasan & juga mengantarkan rantang makanan kepada para tetangga di dekat rumah, ataupun menuju ke rumah saudara.
Nah sekarang yg akan saya bahas untuk perdana kali adalah bermain beleguran atau juga petasan
Beleguran atau di sebut juga dengan meriam sundut sudah jadi ciri khas dari masyarakat betawi, yg mana ketika menjelang Ramadan akan di nyalakan untuk sekedar mengadakan bahwasanya bulan puasa sudah datang.
Para pemuda biasanya mencari batangan bambu & merakitnya jadi sesuatu yg di namakan beleguran, yg mana memakai bahan karbit sebagai sumbu utama untuk membunyikannya setelah di sundut dengan api. Lalu mengeluarkan bunyi yg sangat keras seperti halnya dengan petasan.
Namun beleguran sudah mulai di tinggalkan, walaupun masih sebagai kecil yg masih mengerjakan. Tradisi memasang beleguran berganti dengan menyalahkan petasan atau kembang api.
Lalu sekarang saya membahas tentang memukul beduk, sebagai bahan seremoni yg masih dilakukan di sebuah mesjid ataupun mengelilingi kampung sambil menabuh beduk.
Tradisi ini dilakukan selama menjelang puasa hingga penutupan puasa, yaitu malam takbiran. Tujuan awalnya memukul beduk di hari perdana ialah sebagai tanda bahwasanya bulan puasa sudah datang menghampiri.
Sedangkan di hari hari berikutnya, pemukulan beduk dilakukan untuk membangunkan para umat muslim untuk bangun sahur & waktunya buka puasa sudah tiba.
Bahkan kadang ada atraksi pawai beduk, yg di buat oleh para remaja mesjid, untuk menciptakan bulan puasa lebih ramai lagi.
Lalu yg saya tau selain itu semuanya adalah mengantarkan makanan matang ke rumah-rumah tetangga yg kemudian di tukar makanan pula dari para tetangga yg mengantarkan rantangan tersebut.
Isi rantang biasanya makanan untuk sahur pada esok harinya. Hal ini dilakukan untuk sebuah penyambung silahturahmi, kebersamaan dalam bermasyarakat berbangsa & bernegara. Agar terlihat kesatuan & persatuan nya utuh & lebih mempererat tali persaudaraan antaranya.
Walaupun berbeda-beda suku bahasa, agama & keyakinan serta warna kulit yg dimilikinya. Biasanya para warga Jakarta saling bertukaran makanan rantangan dari berbagai bahan & isinya. Bisa berupa lauk-pauk, buah-buahan, sayur-mayur & aneka kueh khas dari Betawi.
Namun seiring berjalannya waktu tradisi ini cuma beberapa saja yg masih mengerjakannya, sudah banyak orang kota yg meninggalkan tradisi tersebut.
Opini pribadi
Link gambarnya dari Instagram
Instagram Hari ini 03:22