Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Hallo agan-sis pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan pengalaman mistis saya saat mendaki gunung Telomoyo yg terletak di Jawa Tengah. Oke gak usah bosa-basi lagi, mari langsung ke TKP.
Gunung Telomoyo adalah gunung yg terletak di wilayah Kabupaten Semarang & Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Gunung ini memiliki ketinggian 1.894 m dpl & merupakan gunung api yg berbentuk strato tetapi belum pernah tercatat meletus.
Sesuai penjelasan diatas
Inilah kisahku saat mengerjakan pendakian gunung Telomoyo
Pendakian yg saya lakukan pada tanggal 7 bulan Mei Tahun 2018, bersama tiga teman saya yaitu Fakiq, Rido & Fajar. Kami berempat berasal dari Kabupaten Grobogan, untuk hingga ke Bascame gunung Telomoyo kira-kira memakan waktu -+ 6 jam ( ya karna kesesat & banyak rebahan makanya molor).
Setelah sekian lama perjalanan akhirnya kita berempat hingga juga di Bascame pendakian gunung Telomoyo
Kami berempat meninggalkan Bascame arsal jam 16.00 wib, sepanjang perjalanan kita menikmati pemandangan yg asri, melintasi ladang penduduk & melupakan mantan yg sudah menikah dengan orang lain
Pendakian kali ini cukup menantang bagi kami berempat, karena selama perjalanan jarang sekali kita menemui rombongan pendaki lain. Maklum pendakian gunung Telomoyo kebanyakan via jalur bermotor, kami aja yg via jalan kaki.
Akhirnya setelah sekian lama berjalan melewati jalur naga, membelah rimbanya rumput & pepohonan kami hingga juga di puncak gunung Telomoyo via arsal
Kami hingga dipuncak sekitar jam 21.00 wib, saat itu cuma ada rombongan kami saja, segerlah kami mendirikan tenda ditengah terjangan angin beserta hujan badai cetar membahana. Tubuh ini rasanya sudah tak ada daya lagi, perut yg lapar, dharap yg menusuk tulang menciptakan kami berempat saling menyalahkan bila ada salah satu dari kami mengerjakan kesalahan.
Setelah tenda berdiri tegak dibawah pohon yg kokoh, kami berempat segera masuk & segera menyalakan lampu untuk penerangan didalam tenda.
Perut yg tadinya berdemo minta asupan, akhirnya sudah berhenti, setelah kami memakan asupan gizi khas pendaki yaitu Mie Instan, sosis, roti, & tidak lupa kopi
Awal bencana
Semakin malam badai semakin kencang yg menimbulkan bising yg menciptakan kami berempat susah untuk tidur. Rencana yg awalnya harap melihat bintang ditengah malam akhirnya pupus, & kami cuma dapat berpelukan didalam tenda karena dharap yg menusuk tulang.
Dharap
Takut
Itulah yg kami rasakan, badai yg kencang menciptakan pasak tiang tenda terlepas, yg menciptakan kami bergantian membenarkannya.
Saat itu giliran saya yg membetulkan pasak yg terlepas karna terjangan angin, ahhh sial dalam benakku,
Udah dharap gini
Ketika saya keluar dari tenda perasaanku sudah tak enak, tubuh mengigil & bulu kuduk mulai berdiri, karena tak ada rombongan lain selain kami.
Ahhhh benar saja
Saat saya menacapkan pasak yg terlepas dari kejauhan terlihat sosok hitam yg sangat tinggi mendekati saya,
Awalnya saya kira itu pendaki eh ternyata semakin dekat sosok itu
Berbulu lebat hitam, mata yg bersinar merah, muka yg hitam, ahhh saya
teriak
teriak
Tolong
Setan woi
Saya sembari jatuh bangun akhirnya masuk dalam .
Didalam tenda kami tak bicara sepatah katapun, kami saling memeluk dengan perasaan takut.
Ditengah badai, pasak yg lepas kita hiraukan tanpa ada yg berani keluar untuk membenarkannya, akibat ketakutan.
Singkat cerita pagi pun datang dengan kabut yg menyelimuti, mentari yg sembunyikan di balik awan, seperti kami yg ketakutan.
Kami berempat akhirnya turun gunung dengan selamat hingga rumah.
Kemarin 23:10