Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Assalamualaikum wrwb GanSis,
Ibarat pepatah apa yg kita tanam, maka itu juga yg akan dituai & roda pasti berputar. Inilah yg ane alami di tengah wabah covid 19 ini mendera, GanSis. Sudah hampir dua bulan ini ane, beserta orang tua dapat dikatakan tidak punya pemasukan finansial. Namun, yg namanya rejeki ada, aja, GanSis.
Mungkin ini yg namanya rejeki tidak berpintu. Orang tua ane yg biasanya dapat penghasilan dari kakak-kakak & adek-adek, 2 bulan ini tidak ada sama sekali (yang berupa uang). Orang tua ane nggak pernah mengeluh, mereka maklum. Toh, anak-anaknya juga mengalami kesulitan finansial, karena dilarang berjualan.
Namun, seperti yg tercantum dalam hadis riwayat Bukhari bahwa, "Rezeki seseorang sudah ditetapkan semenjak mereka 4 bulan berada di rahim ibunya."
Jadi, ane & keluarga ketika mengalami kesulitan finansial, lebih bersikap santai & bersyukur saja masih dapat makan. Walau, makanan kami sehari-hari sederhana.
Hingga suatu ketika, secara berturut-turut datang rezeki tidak terduga, berupa makanan & sejumlah uang.
Awal bulan April, ane sekeluarga dapat kiriman buah alpukat dari uda yg di Jakarta. Jadi, uda beli alpukat secara online. Penjualnya dapat uang & ane sekeluarga dapat menikmati alpukat mentega.
Ayam rebus & tempe dari kakak ane yg di Pekanbaru. Selain ini, isi paket yg dikirim juga berisi 3 bungkus biskuit, serenteng energen, 4 bungkus kopi gingseng, & 4 ekor ikan bakar yg tidak sempat ane foto.
Setelah mendapat kirim alpukat & paket dari kakak yg di Pekanbaru. Lima hari setelah itu, kami pun mendapat bantuan dari salah satu orang kaya di kampung kami, berupa satu karung beras dengan berat 10kg & satu papan telur (isi 30 butir). Masya Allah, ternyata rezekinya tak berhenti, tetapi tiga hari setelahnya Ama dapat uang sisa tabungan PNPM, yg jumlahnya dapat untuk beli 4,5kg daging sapi. Jadi Ama sudah berhenti meminjam PNPM sejak dua bulan yg lalu, karena sadar itu termasuk riba.
Maka sedap mana lagi yg kau dustai? (Q.S. Ar Rahman). Benar sekali semakin kita bersyukur, maka Allah semakin menambah nikmatnya. Luar biasa rasa syukur kami, apalagi saat ini orang lain untuk makan saja sulit.
Benar saja, sepuluh hari setelah itu tiba-tiba datang orang yg bermaksud membeli pohon bayur Ayah. Alhamdulilah pohon kayu itu terjual harga yg lumayan, GanSis. Insya Allah dapat menghidupi kebutuhan kami selama sebulan.
Sumber gambar : dokumen pribadi
Masya Allah, dengan bersyukur saja Allah memberikan rejeki yg bertubi-tubi, apalagi mengerjakan hal yg lebih besar, ya GanSis? Jadi, sekarang hilangkanlah kebiasaan berkeluh kesah & ganti dengan rasa syukur, ya GanSis! Insya Allah rejeki ada, aja.
Sumber : Dokomen Pribadi
Spoiler for sepuluh cendol kebaikan berbagi:
Hari ini 13:52
Ibarat pepatah apa yg kita tanam, maka itu juga yg akan dituai & roda pasti berputar. Inilah yg ane alami di tengah wabah covid 19 ini mendera, GanSis. Sudah hampir dua bulan ini ane, beserta orang tua dapat dikatakan tidak punya pemasukan finansial. Namun, yg namanya rejeki ada, aja, GanSis.
Mungkin ini yg namanya rejeki tidak berpintu. Orang tua ane yg biasanya dapat penghasilan dari kakak-kakak & adek-adek, 2 bulan ini tidak ada sama sekali (yang berupa uang). Orang tua ane nggak pernah mengeluh, mereka maklum. Toh, anak-anaknya juga mengalami kesulitan finansial, karena dilarang berjualan.
Namun, seperti yg tercantum dalam hadis riwayat Bukhari bahwa, "Rezeki seseorang sudah ditetapkan semenjak mereka 4 bulan berada di rahim ibunya."
Jadi, ane & keluarga ketika mengalami kesulitan finansial, lebih bersikap santai & bersyukur saja masih dapat makan. Walau, makanan kami sehari-hari sederhana.
Hingga suatu ketika, secara berturut-turut datang rezeki tidak terduga, berupa makanan & sejumlah uang.
Awal bulan April, ane sekeluarga dapat kiriman buah alpukat dari uda yg di Jakarta. Jadi, uda beli alpukat secara online. Penjualnya dapat uang & ane sekeluarga dapat menikmati alpukat mentega.
Ayam rebus & tempe dari kakak ane yg di Pekanbaru. Selain ini, isi paket yg dikirim juga berisi 3 bungkus biskuit, serenteng energen, 4 bungkus kopi gingseng, & 4 ekor ikan bakar yg tidak sempat ane foto.
Setelah mendapat kirim alpukat & paket dari kakak yg di Pekanbaru. Lima hari setelah itu, kami pun mendapat bantuan dari salah satu orang kaya di kampung kami, berupa satu karung beras dengan berat 10kg & satu papan telur (isi 30 butir). Masya Allah, ternyata rezekinya tak berhenti, tetapi tiga hari setelahnya Ama dapat uang sisa tabungan PNPM, yg jumlahnya dapat untuk beli 4,5kg daging sapi. Jadi Ama sudah berhenti meminjam PNPM sejak dua bulan yg lalu, karena sadar itu termasuk riba.
Maka sedap mana lagi yg kau dustai? (Q.S. Ar Rahman). Benar sekali semakin kita bersyukur, maka Allah semakin menambah nikmatnya. Luar biasa rasa syukur kami, apalagi saat ini orang lain untuk makan saja sulit.
Benar saja, sepuluh hari setelah itu tiba-tiba datang orang yg bermaksud membeli pohon bayur Ayah. Alhamdulilah pohon kayu itu terjual harga yg lumayan, GanSis. Insya Allah dapat menghidupi kebutuhan kami selama sebulan.
Sumber gambar : dokumen pribadi
Masya Allah, dengan bersyukur saja Allah memberikan rejeki yg bertubi-tubi, apalagi mengerjakan hal yg lebih besar, ya GanSis? Jadi, sekarang hilangkanlah kebiasaan berkeluh kesah & ganti dengan rasa syukur, ya GanSis! Insya Allah rejeki ada, aja.
Sumber : Dokomen Pribadi
Spoiler for sepuluh cendol kebaikan berbagi:
Hari ini 13:52