goesdun
IndoForum Junior A
- No. Urut
- 32661
- Sejak
- 7 Feb 2008
- Pesan
- 3.024
- Nilai reaksi
- 66
- Poin
- 48
MENSYUKURI pemberian Tuhan, itulah yang dilakukan Tony Melendez, lelaki asal Rivas, Nikaragua, yang terlahir tanpa dua tangan. Meski cacat, hal itu tidak menghalangi Tony untuk mengeksplorasi bakat bermusiknya. Sejak kecil ia telah belajar memainkan piano dan gitar dengan kedua kakinya.
Hasilnya, kini pria kelahiran 1962 ini bukan hanya populer di negaranya tapi juga di dunia. Sejak 1985 hingga sekarang ia telah tampil di hadapan tokoh-tokoh dunia. Bahkan ia pernah mendapat undangan khusus dari Paus Yohanes Paulus II tahun 1987.
Begitu terharunya Paus melihat Tony menyanyi dan memainkan gitarnya dengan kaki, sampai-sampai ia turun dari kursinya dan langsung memeluk dan mencium Tony.
Kepada Tony, Paus mengatakan, “Saya berharap kamu tetap melanjutkan kariermu untuk memberi harapan pada yang lain.” Pesan Paus ini makin memotivasi Tony untuk terus berkarya di pentas musik dunia.
Tony menjadi cacat karena ibunya mengunakan thalidomide semasa kehamilan. Thalidomide semacam obat untuk mengatasi masalah morning sickness pada wanita hamil.
Ternyata, obat yang diproduksi oleh perusahaan farmasi Jerman ini, justru menyebabkan kecacatan pada kelahiran anak. Obat ini dipasarkan dari 1957 sampai 1961, dan dihentikan karena banyaknya laporan kelahiran cacat karena mengonsumsi thalidomide.
Di Amerika, thalidomide masih digunakan namun dengan pengawasan sangat ketat dan beredar secara terbatas.
“Pada usia sekitar 7 tahun saya bilang pada ayah bahwa saya ingin belajar memainkan gitar.
Meski heran, namun ia membelikan saya gitar. Saya menaruhnya di lantai dan mulai belajar memetik gitar. Saya tidak percaya, juga ayah, bahwa kelak saya dapat memainkan gitar dengan kaki saya.
Saya berlatih dan berlatih. Saya suka musik karena dengan musik kita bisa melakukan banyak hal,” ungkap Tony saat konser di hadapan professor dan mahasiswa Universitas Francisco Marroquín.
Liputan media massa membuat Tony makin terkenal, dia pun menjadi kewalahan dengan berbagai undangan konser di berbagai negara. Kesempatan itu juga dipakai Tony untuk berkampanye betapa ‘hidup itu indah’ dan tiap orang harus memperjuangkannya.
Ia juga memberi motivasi pada tiap orang, khususnya para penderita cacat lewat buku yang menceritakan pengalaman hidupnya hingga bisa seperti sekarang.
Tony menunjukkan bahwa orang cacat pun kalau mau bisa berprestasi bahkan melebihi mereka yang bertubuh sempurna.
Banyak penghargaan internasional telah diraih Tony, di antaranya Male Vocalist Year UCMVA pada 2000, 2002, 2004 dan 2006.
Bahkan dia juga mendapat penghargaan dari Presiden Ronald Reagan yang menganggapnya sebagai ‘Teladan bagi Amerika’.
Tony kini tinggal di Branson, Missouri, Amerika, bersama istrinya Lynn. Berkat alat musik, hidup Tony yang terlahir tanpa dua lengan, berubah. “Saya ingin, saya bisa.” itulah yang selalu didengungkan Tony untuk memotivasi dirinya.
Nyatanya, Tony bukan hanya piawai memainkan gitar, tapi ia juga cakap memainkan piano, harmonika, dan alat musik lainnya. “Saya tidak membiarkan cacat ‘memenjarakan’ saya hingga tak mampu berbuat apa pun,” kata Tony yang menulis juga menggunakan dua kakinya.- (dia*T)
