talam
IndoForum Senior E
- No. Urut
- 48451
- Sejak
- 16 Jul 2008
- Pesan
- 3.672
- Nilai reaksi
- 25
- Poin
- 48
Setelah 60 tahun Anna berpisah dengan sang suami akhirnya bagaikan mukjizat mereka berkumpul kembali.
Foto masa muda Anna (kiri) bersama Boris sang suami
Ketika Anna yang tinggal di sebuah dusun kecil di Siberia, melihat sesosok tubuh tua merayap keluar dari sebuah mobil dia benar-benar tidak berani mempercayai matanya sendiri.
Karena yang berdiri di depannya benar-benar adalah Boris, seorang yang sangat dicintainya 60 tahun silam, mereka bahkan telah menjadi sepasang suami-istri yang saling mengasihi.
Terakhir kali Anna bersama Boris adalah tiga hari setelah pernikahan mereka, saat itu dia memberikan kecupan perpisahan di depan pintu, melepas sang suami kembali ke kamp Tentara Merah.
Perjumpaan pertama mereka adalah pada saat Boris berpidato di dusun sebagai Sekertaris Jendral Setempat Liga Pemuda Partai Komunis. Boris jatuh hati pada pandangan pertama, meskipun mengeahui ayah Anna pernah dianiaya oleh Stalin (Pemimpin Partai Komunis Rusia) sebelum Perang Dunia ke II karena menolak penugasan di suatu kamp pertanian.
Akan tetapi Boris yang dimabuk asmara sudah tidak dapat memperdulikannya, bahkan bersumpah akan melindungi Anna selamanya.
Sepulang dari perang, Boris menemukan Anna masih menunggunya kembali. Mereka menikah pada tahun 1946, tiga hari kemudian Boris harus kembali ke kamp tentara. Tak pernah diduga bahwa kepergian suaminya ini telah memisahkan mereka lebih dari setengah abad.
Ketika Boris pulang, Anna sudah tidak terlihat batang hidungnya. Dia dan keluarganya telah dibuang ke tempat pengasingan di Siberia oleh pemerintah Stalin dengan status “musuh masyarakat” sehingga tidak ketahuan rimbanya. Boris telah mencoba berbagai cara untuk mencari Anna, akan tetapi tanpa hasil.
Sebelum berangkat Anna pernah mengancam untuk bunuh diri, karena tidak tahan hidup tanpa Boris, tetapi akhirnya tetap masih dipaksa meninggalkan kampung halaman.
Setelah Anna tiba di dusun baru tempat pembuangan, ibunya memutuskan agar Anna menikah lagi. Ibunya sengaja memberitahu Anna bahwa Boris telah menikah dengan wanita lain, kemudian membakar semua surat cinta dan foto-foto dari Boris.
Dalam benak Anna yang menderita ini sekali lagi muncul keinginan untuk menutup riwayat yang disadarkan oleh gamparan keras ibunya. Akhirnya Anna dapat dinasihati oleh ibunya untuk menikahi pria lain. Boris yang patah hati kemudian terpaksa juga menikah lagi. Dikemudian hari dia menjadi seorang penulis dan pernah mempersembahkan karya tulisnya untuk Anna.
Setelah lewat berpuluh-puluh tahun, istri Boris dan suami Anna susul menyusul telah meninggal.
Setelah Uni Soviet terurai, akhirnya Anna dapat pulang ke kampung halamannya. Tak dinyana, secara kebetulan Boris dan Anna berjumpa kembali. Secara kebetulan mereka pulang kampung pada hari yang sama.
Boris yang sudah mencapai usia 80 tahun pulang untuk membersihkan makam orang tuanya, turun dari mobil dia langsung melihat Anna sedang berdiri di samping rumah tua yang pernah mereka tinggali bersama selama tiga hari. Mereka segera saling mengenali. Kemudian dengan antusias bercerita dan berbagi pengalaman hidup mereka selama 60 tahun termasuk sejarah kejam memisahkan mereka sepanjang malam.
Boris menyatakan bahwa perasaannya terhadap Anna tidak pernah berubah, ketika mereka berjumpa tahun lalu, pandangan matanya masih tak kuasa meninggalkan Anna. Sekalipun dalam hidupnya pernah ada wanita lain, namun Anna selamanya merupakan sosok yang paling dicintai.
Boris mengusulkan agar mereka menikah lagi, mulanya Anna hanya ingin menghabiskan masa senjanya dengan Boris, namun karena kegigihan Boris akhirnya Anna menyetujui untuk menjadi mempelai wanita lagi bagi Boris.
Setelah menikah, mereka tidak pernah bertengkar. Anna mengatakan, mereka sudah berpisah sedemikian lama, masih berapa lama lagikah mereka dapat hidup, jangan menghamburkan waktu untuk bertengkar.


