• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Tentang Gempa di Sumbar

LoVe_ChiKa

IndoForum Junior A
No. Urut
8777
Sejak
17 Nov 2006
Pesan
3.571
Nilai reaksi
379
Poin
83
Gempa di Sumbar Masih “Pre Shock”

MEDAN, KOMPAS - Gempa bumi berkekuatan 5,8 skala richter di Sumatera Barat kemungkinan masih berupa pre shock, atau gempa pemanasan sebelum terjadinya gempa utama dengan kekuatan lebih besar. Pola kegempaannya mirip dengan yang terjadi di Mandailing Natal, Sumatera Barat.

Menurut Ketua Dewan Pakar Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumatera Utara, Jonathan Tarigan, gempa di Sumatera Barat terjadi pada jalur Patahan Sumatera atau Sesar Semangko di sub patahan Sianok. Seperti halnya gempa bumi di Mandailing Natal yang juga terjadi di Jalur Patahan Sumatera, di sub patahan Angkola.

“Kedua patahan ini memang sistem yang berbeda dan tak saling berhubungan, kecuali bahwa keduanya berada di jalur Patahan Sumatera. Namun melihat polanya, gempa di Sumbar masih merupakan pre shock, atau gempa pendahuluan sebelum terjadi main shock atau gempa utama dengan kekuatan lebih besar,” tutur Jonathan di Medan, Selasa (6/3).

Menurut Jonathan, gempa di Mandailing Natal dan Sumatera Barat yang terjadi tak berselang lama menguatkan dugaan ini. Jonathan menuturkan, kemungkinan penyebab gempa di kedua wilayah ini karena permukaan bumi sedang dalam proses relaksasi setelah mengalami perubahan besar akibat gempa di Aceh dan Nias.

“Akibat gempa bumi di Aceh dan Nias dua tahun lalu, sepanjang 1.300 kilometer bagian bawah bumi remuk, membujur dari Nias hingga Kepulauan Nicobar di Andaman. Ibarat luka, kerak bumi sekarang sedang dalam proses menutupi luka tersebut. Akibatnya, permukaan bumi di sekitar daerah yang rusak itu seperti tertarik. Energi tarik menarik inilah yang mengakibatkan gempa-gempa tadi. Ini yang disebut teori elastic rebound,” ujar Jonathan.

Menurut dia, gempa utama yang bisa terjadi di jalur Patahan Sumatera bisa berkekuatan hingga 7 skala richter. Prediksi gempa besar di Patahan Sumatera ini lanjut Jonathan juga pernah diramalkan Profesor Roger Bilham, pakar kegempaan dari Amerika Serikat.

“Di jalur Patahan Sumatera terdapat 19 ruas patahan, yang memungkinkan terjadinya gempa. Ditambah dengan desakan dari proses elastic rebound kerak bumi yang sedang memperbaiki kerusakan akibat gempa besar di Aceh dan Nias, bisa memungkinkan gempa lebih besar lagi,” katanya.

Namun, Jonathan tidak bisa memprediksi kapan terjadi gempa utama. Dia hanya mengatakan, di beberapa ruas Patahan Sumatera sudah mengalami siklus pengulangan gempa, sehingga gempa utama kemungkinan terjadi pada patahan yang belum mengalami siklus gempa 100-200 tahunan. “Yang paling mungkin terjadi di ruas Patahan Renun, di wilayah Dairi, Karo, Toba Samosir dan Samosir,” kata pengajar di Institut Teknik Medan ini.

Hanya saja prediksi Jonathan, menurut Kepala Bidang Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi dan Geofisika Wilayah I (Sumatera bagian Utara), Rifwan Karmin, tak bisa dijadikan pegangan. “Selama ini gempa bumi tidak bisa diprediksi kapan pasti terjadi. Kalau pun gempa di Sumbar berupa pre shock, main shock-nya pasti tak bisa diramalkan kapan terjadi. Lebih baik itu tidak jadi pegangan karena hanya membuat orang khawatir,” ujarnya.

Bagi Jonathan prediksi seperti ini seharusnya membuat pemerintah membuat semacam early warning system atau sistem peringatan dini bagi masyarakat yang tinggal di sekitar jalur Patahan Sumatera. Dia mengakui, mustahil memprediksi gempa secara tepat saat ini. Namun yang mesti dilakukan pemerintah adalah dengan mendidik masyarakat secara dini tentang manajemen bencana di wilayahnya.
 
Gempa Guncang Padang, Warga Panik

Gempa Guncang Padang, Warga Panik

PADANG, KOMPAS - Ratusan ribu warga Kota Padang, Sumatera Barat, panik luar biasa, menyusul gempa yang dirasakan relatif kuat, sekitar pukul 10.52 WIB. Lalu lintas di hampir seluruh ruas jalan padat dan macet. Pegawai kantor Gubernur Sumbar di Jalan Sudirman berhamburan keluar, setelah dinding bangunan retak-retak.

Pengamatan Kompas, selain jalanan macet, hampir seluruh tempat pengisian bahan bakar (SPBU) dipadati kendaraan. Murid-murid di masing-masing sekolah berteriak-teriak memanggil orangtuanya. Bahkan, mobil ambulan juga meraung-raung di jalanan membawa korban akibat gempa.

Sampai berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan rinci dari BMG, kecuali gempa berkekuatan 5,8 pada Skala Richter yang bersumber dari kedalaman 33 km dari permukaan tanah, dengan pusat episentrum sekitar 16 kilometer Barat Daya Kota Padang Panjang, atau di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

"Gempa kali ini sungguh mencemaskan. Kita berdiri dibuat jatuh karenanya. Jangan-jangan tsunami. Anak-anak pada sekolah lagi. Aduh, bagaimana ini...," kata seorang ibu di kantor Gubernur, panik.

Warga Kota Padang panik, karena pascagempa jaringan komunikasi terputus. Karena itu, perkantoran, sekolah, dan pertokoan banyak tutup. Warga di sejumlah perumahan, sudah siap-siap mengungsi, menunggu informasi dari pihak berwenang.
 
Gempa 5,8 SR Guncang Pekanbaru

Gema 5,8 SR Guncang Pekanbaru


Laporan Wartawan Kompas Agnes Rita Sulistyawaty
PEKANBARU, KOMPAS - Gempa berkekuatan 5,8 SR mengguncang Kota Pekanbaru dan sekitarnya, Selasa (6/3), sekitar pukul 10.49 WIB. Kejadian ini membuat panik sebagian orang termasuk PNS di Kantor Gubernur Riau.

Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Pekanbaru, Blucher Doloksaribu, mengatakan gempa terasa sekitar 49,8 detik. "Sampai saat ini kami belum menerima laporan kerusakan akibat gempa. Tapi kita terus pantau selama hari ini kalau-kalau ada gempa susulan," kata Blucher.

Kepanikan juga sempat melanda sejumlah petugas Satpol Pamong Praja Riau dan polisi yang tengah berjaga-jaga di halaman Kantor Gubernur Riau. Petugas yang tengah mengantisipasi demonstrasi warga itu langsung berdiri dan menjauh dari gedung gubernuran.


Gempa Bumi 6,3 Mw Guncang Pangkalan Kerinci, Riau


Laporan Wartawan Kompas Osa Triyatna


PEKANBARU, KOMPAS -- Sekitar pukul 10.47 wib, Selasa (6/3) terjadi gempa bumi di wilayah Pekanbaru, Riau. Tepatnya, getaran gempa dirasakan di Pangkalan Kerinci, di Pusat Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat milik Riau Pulp and Papper. Meskipun gempa terasa hanya beberapa detik, namun situasi ini sempat membuat sekitar 30 peserta pelatihan "Pembukaan Lahan dan Hutan Tanpa Membakar, berlarian ke luar ruang pertemuan. Namun, saat ini kondisi telah kembali normal dan pelatihan dilanjutkan.

Berdasarkan data United States Geological Surveys (USGS), gempa ini berkekuatan 6,3 Mw. Gempa berpusat di darat pada kedalaman 30 kilometer. Tepatnya pada koordinat 0,536 Lintang Selatan (LS) dan 100,498 Bujur Timur (BT) yang terletak 50 kilometer di sebelah utara Padang, Sumatera Barat atau 160 kilometer barat daya Pekanbaru, Riau.

Penulis: Glo/Wah
 
Gempa Terasa Hingga Singapura

Gempa Terasa Hingga Singapura


PADANG, KOMPAS - Gempa besar yang mengguncang Sumatera Barat terasa hingga Malaysia dan Singapura, Selasa (6/3). Otoritas setempat bahkan harus mengevakuasi sejumlah orang yang berada di dalam gedung-gedung.

Sejumlah gedung pencakar langit di pusat-pusat bisnis di Singapura tampak sedikit bergoyang akibat guncangan gempa. Akibatnya, ratusan orang yang panik berhamburan keluar dari gedung-gedung untuk menyelamatkan diri. Mereka kemudian berkumpul di jalan-jalan.

Kepanikan semakin bertambah ketika permukaan tanah mulai bergoyang. Orang-orang yang berada di jalan-jalan berteriak ketakutan. “Kami meraih tas-tas kami dan menyelamatkan diri. Semua orang panik. Seorang teman saya menangis karena dia belum pernah merasakan dampak guncangan (gempa) sebelumnya,” kata Nicholas Wong, seorang karyawan kepada radio setempat.

Sejauh ini, belum ada laporan mengenai kerusakan akibat gempa di Singapura. Beberapa pengusaha setempat menambahkan, gempa tidak berdampak terhadap perdagangan, termasuk perdagangan valuta asing.

Guncangan gempa juga dilaporkan terasa di wilayah pesisir barat Malaysia. Demikian dikatakan kantor meteorologi Malaysia.

Gempa di Sumatera Barat terjadi sekitar pukul 10.49. Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Indonesia mencatat, gempa setidaknya tercatat dua kali. Gempa pertama berkekuatan 5,8 skala Richter dan gempa kedua 6,0 skala Richter.

Getaran gempa juga dicatat Survei Geologi Amerika Serikat dengan kekuatan 6,3 skala Richter. Menurut badan itu, pusat gempa terletak sekitar 49 kilometer dari barat laut ibu kota Sumatera Barat, Padang. Jika diukur dari Singapura, jaraknya sekitar 430 kilometer. (BSW)


Sumber: AFP/reuters
 
Gempa Padang Dipicu Pergerakan Segmen Singkarak

JAKARTA, KCM - Gempa besar yang mengguncang Padang dan sekitarnya hari ini dipicu pelepasan energi di patahan Sumatera (sesar Semangko) yang melalui segmen Singkarak. Demikian disampaikan Dr. Danny Hilman Natawijaya, ahli gempa dari lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

"Gempa terjadi di darat pada patahan Sumatera, segmen yang bergerak di Singkarak," ujar Danny, saat dihubungi KCM melalui telepon, Selasa (6/3). Di wilayah tersebut memang sudah lama tidak terjadi gempa besar sehingga kemungkinan baru dilepaskan energinya sekarang.

Ia menambahkan, patahan Sumatera yang memanjang di sepanjang Pulau Sumatera bergerak sekitar 1 centimeter setiap tahun akibat desakan lempeng Indo Australia kepada lempeng Eurasia. Bagian barat bergerak ke selatan dan bagian timur bergerak ke utara. Jika lama tak terjadi gempa besar, artinya sedang terjadi pengumpulan energi di patahan.

Sementara itu, sudah 60 tahunan tidak terjadi gempa besar di segmen Singkarak yang meliputi wilayah di sekitar Danau Singkarak, Sumatera Barat. Menurutnya, gempa besar sebelumnya terjadi tahun 1926 dan 1943. "Segmen di sana sudah bergerak sekitar 60 centimeter sehingga cukup kuat untuk memicu gempa sebesar itu," tandasnya.

Menurutnya dua gempa yang terjadi tadi pagi, masing-masing 5,8 SR pada pukul 10.49 WIB dan 5,9 SR pada pukul 12.51 WIB merupakan puncak gempa di segmen tersebut. Gempa-gempa susulan dengan kekuatan lebih kecil diperkirakan masih akan terus terjadi.

Penulis: Wah
 
Gempa 5,7 SR Guncang Aceh dan Nias

Gempa 5,7 SR Guncang Aceh dan Nias


JAKARTA, RABU - Hanya berselang sehari setelah gempa mengguncang Padang dan sekitarnya, gempa berkekuatan hampir sama mengguncang Aceh, Nisa, dan sekitarnya. Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) mencatat gempa 5,7 Skala Richter (SR) terjadi Rabu (7/2) pukul 17.53 WIB.

Pusat gempa berada di laut 23 kilometer tenggara Singkilbaru, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) tepatnya 2.13 Lintang Utara (LU) dan 97.94 Bujur Timur (BT) pada kedalaman 62 kilometer. Getaran gempa dirasakan di sejumlah daerah dengan kekuatan antara II hingga III MMI (modified mercally intensity) seperti di Gunung Sitoli, Medan, Sibolga, Tuntungan, dan Singkilbaru.

Masyarakat di Pulau Nias juga merasakan getaran gempa. Dudi Yogi, seperti dilaporkan Sonora, mengatakan gempa juga terjadi di Nias sekitar pukul 18.20 WIB. Sampai berita ini diturunkan belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan material yang ditimbulkan.

Penulis: Wah
 
akhirnya ada juga beritanya di IF .../e18
 
ah PI... gitu bukannya sekalian di post tadi /swt
Kan beritanya bersebelahan dengan berita Garuda tadi /e4 /e4
 
gue kan beri kesempatan yg lain posting dong cc /e4/e4/e4
 
aku baca koran katanya Gempa di sumbar tu mengakibatkan sekitar 70 orang tewas dan ratusan luka berat dan ringan loh /sob

turut berfuka cita atas musibah ini /sob.... bener2 musibah yang terjadi secara beruntun nih /swt
 
wewe bencana melulu pusink deh geu liatnya /sob

berapa nyawa lagi yang akan melayang ya /? /? /? /wah
 
/swt/swt/swt turut berduka cita sedalam2nya atas bangsa ini..
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.