• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berikut Kiat Meminimalisir "Impulsif" Saat Shopping

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Suka "khilaf" kala berbelanja di pusat perbelanjaan?

Seringkali nggak dapat ngontrol apa yg harap dibelanjakan?

Masuk mall bentar aja mata udah jadi ijo kek cendol?

Berikut Kiat Meminimalisir "Impulsif" Saat Shopping

sumber gambar

Berikut sedikit kiat dari kami.

Kami terbiasa belanja serampangan. Karena pasangan yaqueeen saya bakal berbelanja sesuai kebutuhan. Sesekali aja kami belanja "agak teratur". Tentu dengan diawali lihat besaran saldo di rekening. Hahaha.

Menghindari kebiasaan refreshing saat suntuk dengan pergi ke mall. Alih2 berniat cuma sebagai window shopper seringkali Kalau merasa ada uang di rekening malah tergelitik untuk membeli barang yg dilihat.

Terkait poin sebelumnya, cari ketenangan keluarga dapat ke banyak tempat entah itu tempat wisata yg minim cost, komplek sekitar, taman kota, pinggir sungai, hutan kota, ataupun tempat lain yg sekiranya remeh tetapi sebenarnya menarik. Bahkan bermain ke panti asuhan.

Lagian kalau terbiasa ke mall takutnya nanti anak-anak kita terdidik/mempunyai kebiasaan sering datang ke mall ketika ada waktu luang. Jadinya seakan-akan kami ada agenda ke mall/mart akbar cuma bulanan & itupun untuk jatah berbelanja barang kebutuhan bulanan.

Kami juga terbiasa mengatur jatah waktu berapa lama yg musti dihabiskan di mall/mart besar. Malah terkadang kami suka menyelipkan agenda belanja bulanan ke mall dengan agenda lain. Misalnya main ke rumah saudara, ke mall, lalu pergi ke taman kota. Jadinya ada target gak terlalu lama waktu yg dihabiskan di tempat berbelanja. Kadang kala kami alokasi waktu main ke mall yg mepet sama jam tutup. Hahaha.

Pastikan ada saldo di rekening karena kami terbiasa menggesek. Atau saldo Emoney bila terbiasa dengannya. Pastikan bawa uang cukup bila memang suka membawa uang cash.

Kebiasaan Kami membawa cuma satu kartu ATM saja sedangkan 4 kartu ATM lain gak dibawa. Karena sedari awal sudah perjanjian kalau satu rekening untuk kebutuhan sehari-hari sedangkan 4 rekening lain untuk kegiatan produktif seperti cashflow bisnis kecil di rumah.

Berikut Kiat Meminimalisir "Impulsif" Saat Shopping

sumber gambar

Kami terbiasa berbelanja mengajak pasangan. Pengalaman kami, kalau belanja sendiri (misalkan pasangan sendiri atau saya belanja sendiri) ternyata lebih banyak kemungkinan impulsif dalam berbelanja. Sepertinya kalau berbelanja bersama pasangan kita dapat mengontrol intuisi shopper pasangan bahkan pasangan dapat mengontrol kita. Saya aja pernah berbelanja tetapi ternyata malah kebawa barang ini & itu.

Entah lagi kalau kita yakin pasangan kita lebih dapat mengontrol dirinya. Dalam sisi ini terkadang membiarkan dirinya berbelanja sendiri lebih baik & lebih ekonomis daripada kita belanja bareng yg lebih banyak kemungkinan impulsif. Beda orang beda tabiat beda kebiasaan beda penanganan.

Selain terbiasa bebas, terkadang kalau belanja di mart cukup besar, kami pastikan ada daftar belanjaan terlebih dahulu supaya nanti kalau di sana lebih "terkontrol". Biasanya yg tertulis di sini barang barang komoditi prioritas.

Dengan adanya daftar belanja, rasa impulsif berbelanja karena diskon dapat lebih tertata. Biasanya kami mendahulukan intip diskon di komoditi yg tertera di daftar belanja atau baru barang komoditi primer daripada sekunder maupun tersier.

Ketika perjalanan ke mart kami terbiasa beli jajan dulu di luar atau bekal makanan dari rumah untuk memenuhi perut. Daripada masuk ke mart dalam keadaan lapar bin dahaga terus pengen ngehajar berbagai camilan yg ada di sana.

Bagus juga kalau kita menghafal/update terlebih dahulu pricing barang-barang yg hendak kita hunting. Entah itu dari dunia maya ataupun parameter harga di pengalaman yg lalu. Jadinya kita tahu barang-barang primer harganya benar-benar diskon atau emang cuman godaan belaka. Dari situ harapannya yg berbelanja barang-barang yg penting dapat kita tata lebih baik lagi.

Terkadang pasangan lebih mendahulukan hunting barang di dunia online daripada harus ke mall kemudian melihat banyak barang yg menggiurkan. Karena kalau hunting barang komoditi di dunia online lebih tertata, fokus pada barang-barang target yg perlu dicari & dikepoin. Kalau datang ke mall malah melihat banyak barang yg menggiurkan berjajar rapi di depan mata.

Gak ada salahnya menyimpan struk belanja. Selain buat reminder Kita juga dapat mengerjakan cek ulang. Reminder nya sih seperti deretan barang yg udah kita beli ternyata akumulasi harganya lumayan atau di luar prediksi. Semacam terhenyak gitu. Harapannya ke depannya dapat teratur lagi dalam berbelanja.

Moga bermanfaat.

Selamat berbelanja.

Hihihi.

Ayo main ke tempat lain, masih banyak tempat yg dapat dibuat refreshing daripada harus Ke mall & malah tergoda untuk membeli barang.

Onee643 Hari ini 04:56
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.