• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Beri jalan merintis usaha

T!T!~ch@/\/

IndoForum Banned
No. Urut
1035
Sejak
11 Mei 2006
Pesan
21.523
Nilai reaksi
1.324
Poin
113
Setiap kali dihelat, bursa kerja atau job career hampir pasti akan dibanjiri peserta. Saat dibuka lowongan calon pegawai negeri sipil (CPNS), jumlah pendaftar pun membeludak. Umumnya, para pencari kerja tersebut adalah lulusan perguruan tinggi alias sarjana.

Bekerja di kantor memang masih menjadi impian banyak orang. Apalagi diterima menjadi pegawai negeri. Padahal, kursi pekerjaan yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah lulusan perguruan tinggi yang terus tercipta. Tak heran, saat ini angka pengangguran masih relatif tinggi. Ironisnya, jumlah sarjana nganggur juga masih tinggi.

Sebaliknya, menjadi entrepreneur masih belum banyak tertanam di benak para sarjana negeri ini. Padahal, sudah banyak contoh pejabat ataupun pengusaha sukses yang awalnya menjadi seorang wirausahawan.

Saya sangat setuju jika beberapa lembaga swasta, termasuk perbankan, mengadakan ajang bagi para entrepreneur muda dalam merintis usaha. Termasuk, memfasilitasi mahasiswa atau pelajar dalam mengembangkan wirausaha. Diharapkan, mereka akan membuka lapangan kerja baru yang bisa menyerap tenaga kerja saat lulus dari bangku pendidikan.

Sumber : Jawa Pos
 
Menurut saya dari 230 Juta penduduk Indonesia, setengahnya hanya "Penduduk semu"
Alasannya karena yang setengah itu tidak mampu menghasilkan Devisa bagi negara, justru menjadi Beban Negara karena Negara harus membiayai mereka, membiayai mereka dengan apa? Dengan pajak yg kita bayar dan seharusnya digunakan untuk pembangunan tentunya....

Selain mereka harus dibiayai, mereka juga tidak punya uang untuk membeli barang2 dagangan yg kita jual, jadi Teori"Banyak penduduk semakin Sejahtra karena daya beli tinggi" Tidak berlaku di Indonesia....
 
saat ini cuma ngandelin otak sama modal hasilnya akan nol....

yg paling penting saat ini adalah faktor relasi / link.... hal itu sangat2x penting....

menurut aq, kita ga akan bisa maju (pd jaman sprti ini) tanpa faktor itu....:D

Oleh karna itu, mulailah bangun / jalin relasi dgn siapa aja dari saat ini...:D


(Btw, aq udah kyk motivator aja nih.... hahahaa... :D)
 
kerja juga mau sampe umur berapa? gw cukup 10 tahun makan gaji di perusahaan orang.... lebih enak usaha sendiri...
 
yah mo bikin usaha kan butuh modal, gw seh tetep kerja, nanti klo dah tabungan cukup baru bikin usaha, klo ngarepin dari gaji mah selalu pas pasan
 
yang perlu dipertimbangkan lagi:

1. umur nambah terus
2. tenaga kerja baru yang lebih pinter, fresh dan bersedia dibayar lebih murah nambah terus.
 
mending klo masih muda dari umur 22-25 tahun kerja ikut orang ngumpulin modal setelah itu brenti bikin usaha sendiri /no1
 
kalo saya sih, kerja dari umur 23 - 30 tahun, sambil cari jodoh..... :-*:-*:-*:-*:">:">:">:x:x:P
 
Enterpreneur yg sukses yg baru gue tau, ciputra doank. :D
Denger2 duit di jalur enterpreneur gede banget ya... ;))
 
saat ini cuma ngandelin otak sama modal hasilnya akan nol....

yg paling penting saat ini adalah faktor relasi / link.... hal itu sangat2x penting....

menurut aq, kita ga akan bisa maju (pd jaman sprti ini) tanpa faktor itu....:D

Oleh karna itu, mulailah bangun / jalin relasi dgn siapa aja dari saat ini...:D


(Btw, aq udah kyk motivator aja nih.... hahahaa... :D)

Benar2, kalo bisa ngumpulin teman2 yg bisa dijadikan Rekan bisnis dari sekarang....
 
kerja keras, tambah hokkie.... jadi deh Lim Soe Liong...
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.